Qoryatul Qur‘an

Liputan Utama

Silaturahmi

Tamu

Foto

Video

Selasa, 27 Februari 2024

Pertimbangan Kesehatan, PPTQ Qoryatul Qur’an Pulangkan Seluruh Santri Unit MTs dan Unit MA Selama 4 Hari

Musim pancaroba tahun ini rupanya membawa dampak pada kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Weru. Bermunculan kasus demam berdarah ataupun penyakit lain dengan gejala nyaris serupa, seperti demam tinggi ataupun batuk pilek.

Memperhatikan gejala umum akhir-akhir ini, di mana instansi layanan kesehatan seperti klinik, puskesmas, bahkan rumah sakit penuh dan antre karena banyaknya pasien, sehingga ketika ada santri yang sakit dan perlu perawatan cukup menyulitkan pesantren.

Ditambah lagi melihat cuaca yang dinilai ekstrim, maka PPTQ Qoryatul Qur’an mengambil kebijakan untuk memulangkan santri unit MTs dan unit MA selama 4 hari, yakni dari Kamis, 29 Februari 2024 sampai dengan Ahad, 3 Maret 2024.

PPTQ Qoryatul Qur’an
Pondok Pesantren Qoryatul Qur'an

Perpulangan di luar jadwal resmi ini bertujuan guna menjaga kesehatan santri dan melakukan pembersihan serta sterilisasi asrama pesantren dan lingkungannya. Edaran perpulangan ini disampaikan melalui grup Whatsapp wali santri.

Pesantren juga menyampaikan beberapa imbauan terkait hal ini. Berikut ini beberapa poin yang disampaikan dalam edaran yang langsung tertanda oleh Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I.

  1. Para santri untuk tidak mengkonsumsi es, makanan pedas dan minuman kemasan berbahan pengawet secara berlebihan 
  2. Memohon kepada para wali santri agar memperhatikan arahan dan himbauan Pesantren sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesehatan 
  3. Kepada santri yang mengikuti program Al-Qur’an bersama Syaikh Muzhaffar Annawati dan santri yang mengikuti program donor darah agar tetap melanjutkan pembelajarannya dan tetap mengikuti program donor darah sesuai waktu yang telah ditentukan 
  4. Mempertimbangkan aktivitas para wali, Pesantren memberikan izin penjemputan putra/putri pada hari Kamis, 29 Februari 2024 dari bakda Subuh sampai pukul 10.00 WIB
  5. Kembali ke Pesantren paling lambat hari Ahad, 3 Maret 2024 waktu Zuhur dengan maksud agar bisa beristirahat dan bisa mengikuti kegiatan Pesantren dengan segar dan bugar

Demikian surat pemberitahuan yang dibuat PPTQ Qoryatul Qur’an. Harapan dari Pesantren semoga dapat diterima dan dimengerti sebagaimana mestinya. Semoga ini menjadi ikhtiar kita semua untuk menjaga kesehatan santri.

Minggu, 25 Februari 2024

Ustaz Ngatemin: Di Antara Golongan yang Dirindukan Surga adalah Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadan

Tak lama lagi, Ramadan akan tiba. Perintah puasa di bulan Ramadan tentu adalah amalan berat, kecuali bagi yang berharap mendapatkan ampunan Allah, diterima Allah, dibebaskan azab dan masuk surga. Tanpa itu, maka puasa berat dilaksanakan.

Orang yang ingin selamat di hari akhir, maka akan melaksanakan ibadah yang disyariatkan oleh Allah. Baik itu salat, zakat, kajian, dan sebagainya, termasuk juga beribadah salat yang disyariatkan di bulan suci Ramadan.

Ustaz Ngatemin Semin
Ustaz Ngatemin mengajak jemaah sambut Ramadan dengan gembira

Kelak di akhirat akan celaka orang yang hanya memburu kebutuhan dunia dengan syahwatnya. Yang tidak mempersiapkan bekal untuk kembali kepada Allah, yakni bekal terbaik berupa ketakwaan.

Ramadan adalah tamu bagi kaum muslimin yang seyogianya disambut dengan gembira. Allah menawarkan surga dengan mengobral pahala berlipat ganda bagi yang memanfaatkan keberadan Ramadan dengan amal saleh, terutama puasa.

Puasa Ramadan adalah amalan yang istimewa. Termasuk salah satu amal yang menjadikan hamba Allah dirindukan oleh surga. Surga yang dirindukan banyak orang, ternyata merindukan 4 golongan manusia.

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ

Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadan.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Tak diragukan lagi keutamaan membaca Al-Qur’an. Di antaranya mendatangkan pahala dan kebaikan, memberikan derajat dan wibawa lebih baik, memperoleh rahmat dan perlindungan malaikat, memberi syafaat di hari kiamat, hingga menghindarkan dari sesat dan celaka.

Orang yang menjaga lisan akan mendapatkan banyak kebaikan. Lisan yang dipakai untuk gibah, berkata kotor, apalagi memfitnah, maka akan berakibat buruk. Maka menjaga dari hal-hal itu adalah keniscayaan agar selamat dunia dan akhirat.

Kemudian bagi orang yang gemar memberi sedekah makanan, maka akan dirindukan oleh surga. Apalagi ketika bulan suci Ramadan, betapa banyak keutamaan memberi makan orang lapar karena puasa sehari penuh. Kita bisa mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa.

Berpuasa di bulan Ramadan diperintahkan Allah kepada orang beriman agar terbentuk pribadi bertakwa. Dan berpuasa di bulan Ramadan adalah amalan para hamba yang dirindukan oleh surga.

Resume kajian Ahad Pagi di Masjid Widad El Fayez, Komplek Asem Legi, Gabeng, pada 25 Februari 2024 oleh Ustaz Drs. H. Ngatemin, MA dari Semin, Gunungkidul

Sabtu, 24 Februari 2024

Sharfina, Santri MATQ Qoryatul Qur’an Kelas 2 Matiq B Selesaikan Hafalan 30 Juz

Seorang muslim sudah seharusnya menyadari bahwa menghafal Al-Qur’an itu sangat besar pahalanya, sehingga ini bukan sebuah perkara sepele. Akan sangat berat bagi kita yang tidak bersungguh-sungguh dalam melakukannya.

Dibutuhkan tekad dan kesungguhan yang kuat untuk menghafal Al-Qur’an. Hendaklah senantiasa kuat dalam menghadapi berbagai cobaan selama proses panjang menghafalnya.

Bukankah Allah akan menguji kesungguhan seseorang apakah serius menghafalnya atau tidak? Pada Surat Al Ankabut ayat 2 tersirat bahwa manusia tak akan begitu saja dibiarkan mengatakan beriman, tanpa diuji lagi.

Setiap kesungguhan, apalagi didasari keikhlasan karena Allah, maka akan menuai buah yang manis. Seperti salah satu santri MATQ Qoryatul Qur’an bernama Sharfina yang berhasil tuntas hafal 30 juz setelah berjuang selama 1 tahun 7 bulan 24 hari.

Sharfina
Sharfina

Santri kelas 2 Matiq B yang akrab disapa Fina ini tuntas setoran 30 juz disimak oleh Ustazah Alfiyyah Ma'rifatul Fitri pada hari Sabtu, 24 Februari 2024 di komplek Pucung. Pencapaian luar biasa yang layak disyukuri.

Fina adalah santri yang berasal dari Dukuh Ngadirejo RT 02 RW 06, Gombang, Cawas, Klaten, Jawa Tengah. Anak kedua dari 2 bersaudara, pasangan Bapak Tunar dan Ibu Yuliana. Hafalan 30 juz ini semoga bisa mengangkat derajat tinggi di sisi Allah.

“Alhamdulillah, bisa menyelesaikan hafalan dan semoga istikamah dalam murajaah,” ungkapan hati Fina penuh suka cita. “Untuk teman-teman, semangat terus dan jangan menyerah, pasti Allah beri kemudahan karena semua orang punya prosesnya masing.”

Fina mengakui bahwa proses menghafal itu cukup berat. Namun begitu, menyerah bukanlah pilihan. Fina tetap tegar dengan menerapkan kiat menghafal dengan terus membacanya meski tak kunjung hafal.

Remaja kelahiran Klaten, 20 Juli 2007 ini gemar sekali melukis. Bercita-cita kelak dewasa ingin menjadi da'iyah sekaligus pebisnis muda. Semoga impian itu membawanya sukses dunia dan akhirat, aamiin.

Selamat untuk Fina atas pencapaian hafalannya. Jangan berhenti dan teruslah semangat dalam menjaga hafalan itu sampai akhir hayat. Semoga Allah turunkan keberkahan-Nya bagi kita semua. Aamiin.

Kontributor: Ustazah Tri Retno Iswati

Tim Leadership PPTQ Qoryatul Qur’an Ikuti Training of Reptile bersama Komunitas Manahati Wonosari

Segenap anggota Tim Leadership PPTQ Qoryatul Qur’an berangkat ke Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta untuk belajar tentang reptil dan bagaimana cara penanganan bila menjumpai hewan-hewan liar tersebut di alam bebas.

Training of reptile ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Februari 2024 sekira pukul 13.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan dengan berkunjung ke Komunitas Manahati.

Kegiatan ini guna menambah wawasan keilmuan mountaineering yang pasti berhubungan dengan alam, tentunya ada banyak ilmu yang didapatkan dari para pawang yang berpengalaman, mulai dari pengenalan jenis-jenis ular berbisa, penanganan ketika digigit ular, dan cara mengatasi ketika bertemu ular.

Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I berkenan membersamai Tim Leadership dalam kegiatan ini. Segenap tim turut serta, yakni Ustaz Joko Purwanto, Ustaz Muhammad Negus, Ustaz Wahodo, dan Ustaz Munadhif Abdul Fatah.

Kemudian ada Ustaz Bilal Ahmad, Ustaz Muhammad Rosyid, Ustaz Muhammad Ikhsanudin, Ustaz Rio Maryono, Ustaz Muhammad Devi Syahputra, Ustaz Muhammad Husain, Ustaz Aldi Ahmad, dan Ustaz Muhammad Rifai.

Pada kegiatan ini, tim dikenalkan lebih jauh dengan dengan hewan reptil. Penjelasan tentang hewan hewan reptil terutama ular dan jenis jenisnya. Kemudian penjelasan bagaimana cara penanganan bila bertemu dengan hewan reptil tersebut.

Komunitas Manahati
Tim Leadership QQ berkunjung ke Komunitas Manahati

Awalnya, Tim Leadership Qoryatul Qur’an diperkenalkan dengan Komunitas Manahati, oleh Bapak Suroso. Komunitas ini aktif di dunia konservasi lingkungan. Bergiat pada program perlindungan spesies dari kepunahan, pemeliharaan dan pemulihan habitat, dan sebagainya.

Kemudian bersama Bapak Rinto, tim diajak berkenalan dengan berbagai jenis ular. Bagaimana penanganan ketika digigit ular, seperti di antaranya dengan jangan banyak gerak dan lekas di bawa ke rumah sakit.

Namun jika jauh dari rumah sakit, menurut Pak Rinto, korban gigitan ular lebih baik pasrah dan banyak istigfar, menunggu sampai massa bisa habis selama 48 jam. Jangan bergerak dan jangan diikat.

Pak Rinto juga menyampaikan tentang cara mencegah datangnya hewan reptil saat acara atau saat mendirikan tenda, yakni dengan menggunakan wewangian atau sesuatu yang berbau menyengat seperti kamper dan kapur barus.

Ular terkait bisanya, dibagi menjadi 3 kelompok. Yakni ular berbisa berbahaya, setengah berbahaya, dan tidak berbisa. Pertama, yang bisanya sangat berbahaya cirinya lebih santai, berbuntut merah, dan berwarna pekat.

Kedua, ular yang bisanya setengah berbahaya hanya menimbulkan efek berupa bengkak, cirinya ular tersebut terlihat agresif. Dan yang ketiga, ada ular yang tidak berbisa, contohnya ular piton. Tidak berbisa bukan berarti tidak berbahaya.

Ular piton tidak memiliki bisa, tapi berbahaya pada gigitannya yang bisa mencabik-cabik dengan gigi yang ketajamannya seperti pisau. Kemudian daya lilitannya sangat kuat dan keras. Dalam kondisi darurat, hindari dililit bagian leher kita dengan menghalanginya memakai tangan. 

Selanjutnya, Tim Leadership diajak praktik menangkap ular berbisa dan ular yang tidak berbisa, dengan dipandu oleh ahlinya, yakni Mas Irul. Seluruh yang hadir mencoba berinteraksi sentuhan dengan ular yang dipelihara oleh Komunitas Manahati.

Tim Leadership
Berinteraksi dengan ular

Semoga kegiatan ini dapat memberikan berkah dan manfaat yang banyak untuk kita, para anak didik kita, dan umat Islam secara umumnya. Sungguh, tak akan sia-sia belajar ilmu apa saja, yang dimanfaatkan untuk kebaikan.

Kontributor: Ustaz Muhammad Negus

Kegiatan Tarhib Ramadan Griya Tahfizh QQ Alasombo bersama Para Santri MATQ Qoryatul Qur’an Komplek Alasombo

Pagi yang indah dan ceria, secerah celoteh anak-anak santri Griya Tahfizh Qoryatul Qur’an (GT QQ) Alasombo yang tengah mengikuti kegiatan tarhib Ramadan di Bumi Perkemahan QQ Alasombo.

Tepatnya pada hari Sabtu, 25 Februari 2024, dari pukul 07.30 WIB sampai sekira pukul 10.45 WIB, dilaksanakan kegiatan dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadan 1445 H, yang sudah tak lama lagi.

Kegiatan yang dilaksanakan GT QQ Alasombo ini berkolaborasi dengan kakak-kakak santri MATQ Qoryatul Qur’an kelas 12 baik Matiq maupun Imtaq yang tinggal di komplek Alasombo.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat beribadah puasa bagi anak-anak GT QQ Alasombo, yang pada kegiatan pagi ini hadir ditemani orang tua masing-masing. Panitianya adalah asatizah pengajar GT QQ Alasombo.

Pawai Ramadan
Pawai tarhib Ramadan GT QQ Alasombo

Kegiatan diawali dengan dengan pawai keliling kampung dengan diiringi tim hadrah dari santri MATQ Qoryatul Qur’an komplek Alasombo. Pawai berlangsung seru dan meriah. Anak-anak dan semua yang ikut keliling sama-sama bergembira.

Tentu saja sesuai dengan nama kegiatan, yakni tarhib Ramadan yang maknanya adalah menyambut bulan Ramadan dengan senang hati, dengan tangan terbuka, serta dengan penuh kebahagiaan baik jiwa dan raga.

Finis pawai adalah di Bumi Perkemahan QQ. Di sinilah kemudian dilaksanakan acara selanjutnya. Ada penampilan hadrah dari para santri MATQ Qoryatul Qur’an yang menghibur peserta pawai yang meski lelah tetap merasa ceria.

Buper QQ Alasombo
Acara di bumi perkemahan

Lanjut dengan mendengarkan kisah yang disampaikan oleh Ustaz Wahyu Almanda. Di antara poin penting yang ditekankan oleh Ustaz Wahyu adalah harus bersemangatnya anak-anak dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Ustaz Wahyu juga mengajak anak-anak GT QQ Alasombo agar nantinya membiasakan diri untuk latihan bangun sahur secara mandiri. Jangan sering merepotkan orang tua yang sudah repot dengan persiapan makan sahurnya.

Setelah nasihat disampaikan Ustaz Wahyu, lanjut acara pembagian doorprize. Anak-anak semakin bergembira dengan adanya hadiah yang disediakan panitia. Ujung acara diakhiri dengan doa bersama.

Semoga dengan adanya acara ini dapat memberikan semangat bagi para anak-anak GT QQ Alasombo dalam beribadah di bulan suci Ramadan yang akan datang. Semangat! Allahu akbar!

Kontributor: Ustaz Rio Maryono

Antisipasi Wabah Demam Berdarah, PPTQ Qoryatul Qur’an Lakukan Fogging di Komplek Asemlegi Gabeng, Alasombo, dan Jonggring Saloka

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) seringkali muncul di musim pancaroba seperti sekarang ini. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan dari manusia ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama.

Penyakit DBD banyak dijumpai terutama di daerah tropis dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Faktor yang mempengaruhi munculnya DBD antara lain rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat dan kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan.

Beberapa kasus DBD telah muncul di permukiman warga sekitar PPTQ Qoryatul Qur’an. Pencegahan DBD paling efektif dengan menjaga kebersihan dan menghilangkan jentik nyamuk sudah digalakkan di pesantren, sebagai bentuk ikhtiar manusiawi.

Tindakan lebih lanjut ditempuh oleh bagian kesehatan PPTQ Qoryatul Qur’an adalah dengan melakukan fogging. Fogging adalah tindakan pengasapan dengan bahan insektisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk pembawa (vektor) penyakit DBD.

Kegiatan fogging dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Februari 2024, dengan sasaran komplek Asemlegi Gabeng, komplek Alasombo, dan komplek Jonggring Saloka. Diharapkan bisa meminimalisir penyebaran penyakit demam berdarah dan memutus perkembangbiakan nyamuknya.

Fogging DBD
Fogging sebagai antisipasi DBD

Dalam pelaksanaan pengasapan ini, bagian kesehatan pesantren bekerja sama dengan relawan Biro Umroh Al Fajr Sukoharjo, yang beralamat di Jetis, Seliran, utara PT Sritex, dekat POM Bensin Seliran.

Tim dari bagian kesehatan Qoryatul Qur’an diwakili relawan QQ Peduli Ustaz Raihan Afif Ilyasa dan Ustaz Aldi Hermawan. Sedangkan tim relawan Al Fajr sebanyak 4 orang di bawah komando Ustaz Muhammad Rezafudin.

“Adapun target kegiatan fogging kali ini hanya fokus di 3 komplek dan sekitar komplek saja,” ungkap Ustaz Aldi Hermawan. “Untuk komplek yang lain insyaallah dalam pertimbangan untuk diagendakan.”

Pelaksanaan fogging di 3 komplek PPTQ Qoryatul Qur’an terlaksana dengan lancar tanpa kendala. Semoga dengan pengasapan ini bisa mengantisipasi kemungkinan adanya wabah demam berdarah di pesantren dan sekitarnya.

Pengasapan nyamuk
Pengasapan di 3 komplek QQ

Sebagai tambahan informasi, Biro Umroh Al Fajr Sukoharjo menyediakan layanan fogging, yang bisa digunakan untuk umum dan khususnya untuk pondok pesantren secara gratis tidak dipungut biaya.

“Untuk warga yang ingin mengajukan fogging kepada kami, hendaklah meminta izin dari pihak RT atau RW setempat. Jadi pengasapan ini haruslah permintaan dari masyarakat,” kata Ustaz Reza.

Semoga giat yang dilaksanakan pesantren berkolaborasi dengan Biro Umroh Al Fajr Sukoharjo ini mendatangkan manfaat dan menurunkan keberkahan dari Allah, dalam rangka ikhtiar manusia agar terhindar dari penyakit.

Kontributor: Ustaz Aldi Hermawan 

Minggu, 18 Februari 2024

Ustaz Ibad Sutono: Meneladani Sifat Wanita-Wanita Penghuni Surga

Siapa saja yang bercita-cita ingin masuk surga, maka mulailah dengan meniti jalan ke sana, yakni dengan rajin menuntut ilmu. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi bahwa siapa pun yang mencari ilmu maka dimudahkan jalan menuju ke surga.

Dengan ilmu itu kita bisa tahu apa saja yang bisa diamalkan agar kelak berbuah surga. Terutama para wanita yang disebut dalam hadis banyak berada di neraka. Agar tidak termasuk golongan celaka itu, mari kita simak ulasannya.

Dikisahkan, ketika selesai dari Salat Kusuf (Salat Gerhana), Nabi ﷺ bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika salat:

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di musim politik tahun ini, ada guyonan yang banyak beredar di kalangan masyarakat. Kurang lebih bunyinya begini, “Diberi uang 100 ribu untuk 5 tahun saja diingat-ingat, tapi diberi uang tak terhitung oleh suami saja tidak diingat lagi.”

Ustaz Ibad Sutono
Ustaz Ibad Sutono sampaikan tentang wanita surga

Guyonan di atas memang mengandung kelucuan. Sesuatu yang miris kalau kita renungkan. Bagaimana ketika kita salah dalam menempatkan rasa terima kasih pada orang yang tak seharusnya dan lupa berterima kasih pada yang seharusnya diucapkan hal itu.

Istri yang mengkufuri kebaikan suami, disebutkan dalam ayat di atas, adalah golongan yang kebanyakan memenuhi neraka. Bahkan istri Nabi sekalipun, kalau tidak patuh maka tempatnya juga di neraka. Mari kita simak ayatnya.

ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَ تَ نُوْحٍ وَّ امْرَاَ تَ لُوْطٍ ۗ كَا نَـتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَا دِنَا صَا لِحَـيْنِ فَخَا نَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّا رَ مَعَ الدّٰخِلِيْنَ

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh, dan istri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”” (QS. At-Tahrim 66: Ayat 10)

Nabi Nuh AS berdakwah dalam waktu 950 tahun dan tidak mendapatkan banyak pengikut. Bahkan istri sendiri saja termasuk khianat, yang tidak taat dan patuh pada suami. Sehingga Allah memasukkannya ke neraka, suaminya yang seorang Nabi pun tidak mampu menolongnya.

Begitu pula Nabi Luth AS, yang tidak mampu menyelamatkan istrinya dari azab Allah karena kekafiran. Ayat ini menegaskan bahwa ketaatan pada suami adalah kunci utama masuk ke surga dan dijauhkan dari siksa neraka.

Namun, tentu saja ketaatan itu tidak boleh bertentangan dengan syariat Allah. Seorang istri ketika suaminya kafir tapi tetap bisa taat pada Allah, maka baginya akan diberikan surga. Simak ayat selanjutnya.

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا امْرَاَ تَ فِرْعَوْنَ ۘ اِذْ قَا لَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَـنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ 

Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,” (QS. At-Tahrim 66: Ayat 11)

Seorang istri meski dalam kuasa suami yang kafir, tetap istikamah dalam keimanan maka akan diselamatkan Allah dari perbuatan buruk suami dan kaum zalim. Kisah ini adalah kisah Asiyah, istri dari Raja Firaun yang mengaku sebagai Tuhan.

Kemudian, pada lanjutan ayat di atas, Allah memberikan perumpamaan wanita surga adalah yang menjaga kehormatannya. Adalah Maryam, putri Imran yang kemudian Allah menitipkan roh Nabi Isa AS di dalam rahimnya.

وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرٰنَ الَّتِيْۤ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُّوْحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهٖ وَكَا نَتْ مِنَ الْقٰنِتِيْنَ

dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat.” (QS. At-Tahrim 66: Ayat 12)

Sebagai ikhtiar kaum muslimah, agar masuk surga adalah meneladani kisah hidup para wanita utama yang dijamin surga. Dalam hadits Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah ﷺ bersabda,

أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ

Wanita-wanita yang paling utama sebagai penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun) dan Maryam binti Imran.” (HR. Ahmad)

Khadijah binti Khuwailid adalah istri Rasulullah ﷺ yang selalu mendukung dakwah beliau. Fathimah binti Muhammad ﷺ, yang patuh pada ayahnya dan suaminya. Asiyah binti Muzahim, istri Firaun yang menjaga keimanan. Maryam binti Imran dengan kehormatannya.

Resume kajian Ahad Pagi di Masjid Widad El Fayez, Komplek Asem Legi, Gabeng, pada 18 Februari 2024 disampaikan oleh Ustaz Ibad Sutono dari Sukoharjo.

Ust Setyadi Prihatno

Wisuda

QQ Peduli