Suasana kebersamaan terasa dalam kegiatan Buka Bersama Warga Sekitar Lembah Pereng View Manyaran yang digelar pada Selasa, 17 Maret 2026, bertempat di Masjid Al Falah Lembah Pereng View Manyaran, kawasan edu-wisata Lembah Pereng View.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh warga Dukuh Manggis, Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an beserta jajaran direktorat, serta para santri Qoryatul Qur’an yang sedang mengikuti program iktikaf di masjid tersebut.
Acara dimulai pukul 17.00 WIB dengan pembukaan yang dipandu oleh Ustaz Bambang Wahyudi, S.E. Selanjutnya, lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh salah satu santri PPTQ Qoryatul Qur’an peserta iktikaf, menambah nuansa khidmat menjelang waktu berbuka puasa.
![]() |
| Sambutan Ketua Yayasan Taubah Al Falah |
Sambutan disampaikan oleh Ketua Yayasan Taubah Al Falah Center Manyaran, Bapak Heri Mursid Brotosejati, yang juga merupakan pemilik edu-wisata Lembah Pereng View. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan sore ini adalah momen spesial untuk mempererat silaturahmi bersama warga Dukuh Manggis RT 03.
Bapak Heri Mursid juga mengucapkan terima kasih kepada tim dari PPTQ Qoryatul Qur’an yang telah memakmurkan Masjid Al Falah yang masih baru berdiri dengan berbagai kegiatan keislaman sepanjang Ramadan.
Selain itu, beliau turut mengapresiasi dukungan seluruh warga Dukuh Manggis RT 03 atas keberadaan masjid tersebut. Ditegaskan bahwa Masjid Al Falah terbuka untuk umum dan mengajak masyarakat untuk meramaikannya, terutama dalam pelaksanaan salat lima waktu dan kegiatan ibadah lainnya.
![]() |
| Suasana kajian sebelum buka puasa |
Memasuki acara inti, tausiah disampaikan oleh Ustaz KH. Ihsan Saifuddin, S.Ag. Beliau mengajak jamaah untuk bersyukur atas berdirinya masjid sebagai tempat yang mulia untuk beribadah dan menuntut ilmu agama.
Ustaz Ihsan mengingatkan bahwa ketika Rasulullah Muhammad Saw., berhijrah dari Makkah ke Madinah, hal pertama yang beliau bangun adalah masjid sebagai pusat peradaban Islam. Ada yang menyebut Masjid Quba, atau riwayat lain mengatakan Masjid Nabawi.
Lebih lanjut, beliau juga mengisahkan bagaimana kedatangan Rasulullah di Madinah disambut dengan penuh kebahagiaan oleh berbagai kalangan, termasuk Abdullah bin Salam, seorang rabbi Yahudi yang sangat ingin bertemu Nabi Muhammad.
![]() |
| Tausiah Ustaz Ihsan Saifuddin |
Setelah menyaksikan langsung akhlak dan mendengar perkataan beliau, Abdullah bin Salam pun akhirnya memeluk Islam, menjadi bukti penting dan kuatnya keteladanan Rasulullah dalam dakwah.
Ustaz Ihsan menekankan tentang pentingnya menghidupkan sunah Rasulullah dalam membangun ukhuwah, salah satunya dengan menyebarkan salam sebagai sarana mempererat persaudaraan. Hal ini, menurut beliau, sebagaimana yang dilakukan oleh Bapak Heri Mursid dalam menjalin kedekatan dengan warga Manggis.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama merupakan amalan yang penuh keutamaan, karena memberi makan orang yang berbuka memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah Swt., sekaligus menjadi momen memperkuat ikatan kebersamaan di tengah masyarakat.
Sebagai penutup, Ustaz Ihsan mengajak hadirin bersyair bahasa Jawa, dengan nama Tombo Ati: “Mumpung pasa, ngibadahe dipol-polke. Rampung pasa, ngibadahe diteruske. Sapa wonge ngibadahe istikamah, insyaallah mati husnul khatimah.”
![]() |
| Suasana buka puasa bersama |
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan buka puasa yang dinikmati secara sederhana namun penuh kebersamaan. Momen ini menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah antara warga, pengelola, dan para santri, sekaligus menghidupkan peran masjid sebagai pusat kegiatan umat di bulan Ramadan.




Posting Komentar untuk "Yayasan Taubah Al Falah Center Manyaran dan PPTQ Qoryatul Qur’an Gelar Buka Bersama Warga Manggis di Masjid Al Falah Lembah Pereng View"