Sabar dalam Menuntut Ilmu

Oleh: Muhammad Ammar Farruqi
Santri kelas XI Imtaq MATQ Qoryatul Qur’an Komplek 01 Kauman 1, asal Tulang Bawang 

Setiap muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu, mulai dari buaian hingga liang lahat. Dalam menuntut ilmu, dibutuhkan pula kesabaran. Proses ini dapat dilakukan melalui jalur formal maupun nonformal, seperti di sekolah negeri, swasta, pondok pesantren, internet, atau melalui halaqah.

Telah banyak kisah inspiratif dari orang-orang terdahulu dalam menuntut ilmu. Di antaranya adalah kisah Nabi Musa AS yang mengembara bersama Nabi Khidir AS, sebagaimana dikisahkan dalam Surah Al-Kahfi ayat 60–82.

Sabar menuntut ilmu
Para ulama terdahulu mengajarkan kesabaran di alam menuntut ilmu 

Nabi Musa bertekad melakukan perjalanan panjang untuk bertemu seorang hamba Allah yang saleh (Khidir) di pertemuan dua laut, ditemani muridnya, Yusya' bin Nun. Tanda pertemuan mereka adalah hilangnya ikan bekal mereka.

Setelah bertemu, Nabi Musa meminta izin untuk belajar. Khidir menyatakan bahwa Musa tidak akan sabar, namun Musa berjanji akan bersabar. Syaratnya, Musa tidak boleh bertanya apa pun sebelum Khidir menjelaskannya. Namun, sebagaimana kita ketahui, Nabi Musa tidak mampu menahan kesabaran untuk tidak bertanya.

Keteladanan serupa juga ditunjukkan oleh para imam hadis. Pada zaman dahulu, perjuangan untuk mencari satu hadis saja sangatlah berat. Mereka harus siap berkorban harta, tenaga, dan waktu. Perjalanan yang ditempuh bisa memakan waktu hingga sebulan lamanya. Terkadang, sesampainya di tujuan, sang guru tidak berada di tempat.

Berkat perjuangan para pencari hadis tersebut, kini hadis telah terklasifikasi, mulai dari yang berstatus sahih hingga maudhu' (palsu). Hal ini tentu lebih memudahkan generasi sekarang dalam mempelajarinya.

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ

"Barang siapa yang bersabar, maka beruntunglah ia." (Hikmah/atsar yang masyhur)

Oleh karena itu, marilah kita kuatkan hati untuk bersabar dalam menuntut ilmu. Sebab, barang siapa yang menginginkan dunia, maka hendaknya ia berilmu. Barang siapa yang menginginkan akhirat, maka hendaknya ia berilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya, maka hendaknya ia berilmu.

Terlebih dalam melaksanakan ibadah, kita wajib memiliki ilmunya dan tidak boleh sekadar ikut-ikutan (taklid). Jika belum tahu, maka hendaknya kita belajar agar memahaminya.

Semoga Allah Swt. memberikan kita kesabaran dalam menuntut ilmu serta menganugerahkan ilmu yang berkah dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Wallahu a'lam.

Posting Komentar untuk "Sabar dalam Menuntut Ilmu"