Santri kelas XII Matiq B MATQ Qoryatul Qur'an Komplek Jetis, asal Sukabumi
Bagi saya, buku bukan hanya sekadar kumpulan tulisan, tetapi juga sumber ilmu dan inspirasi yang dapat memberikan banyak pelajaran berharga. Judul buku ini terasa sangat dekat dengan kehidupan para remaja sehingga membuat saya semakin penasaran dan tidak sabar untuk membacanya.
Saya berharap melalui buku ini saya dapat memperoleh banyak pelajaran dan inspirasi yang bermanfaat bagi kehidupan saya sebagai seorang remaja. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan kebaikan kepada penulis atas ilmu dan kesempatan yang telah diberikan.
- Judul: Jejak Remaja Bertakwa
- Penulis: Wakhid Syamsudin
- Penerbit: Media An Nuur
- Cetakan: I, 2025
- QRCBN: 62-8373-5520-229
- Tebal: 116 halaman
Ditulis oleh Wakhid Syamsudin, seorang penulis yang berasal dari Kabupaten Sukoharjo, tepatnya dari Dukuh Sidowayah, Desa Ngreco, Kecamatan Weru. Sejak lama beliau aktif menulis di berbagai media cetak maupun daring.
![]() |
| Suci Aulia Azzahrah membaca buku Jejak Remaja Bertakwa |
Tulisan-tulisannya pernah dimuat di beberapa majalah dan surat kabar, seperti Majalah Ummi, Majalah Hadila, Majalah Jaya Baya, Harian Umum Solopos, Koran Merapi, Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Majalah Utusan, Tabloid Minggu Pagi, Harian Analisa, Koran Jakarta, serta Kabar Madura.
Selain aktif menulis, beliau juga pernah memperoleh penghargaan sebagai Pemustaka Teladan Online (E-Perpus Sukoharjo) pada tahun 2022 dalam rangka Gelar Buku dan Budaya Rakyat Kabupaten Sukoharjo. Beberapa tulisannya juga pernah meraih prestasi dalam lomba menulis.
Saat ini beliau juga aktif mengelola website resmi PPTQ Qoryatul Qur’an Weru serta terus berkontribusi dalam kegiatan literasi dan dakwah melalui tulisan. Beliau juga adalah guru pembimbing saya dalam pelatihan kepenulisan di pesantren.
Buku Jejak Remaja Bertakwa berisi berbagai pembahasan yang memberikan nasihat dan motivasi bagi para remaja agar menjadi pribadi yang bertakwa. Di dalam buku ini dijelaskan tentang pentingnya bersahabat dengan Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, menjaga akhlak, serta meneladani kisah para nabi.
Selain itu, buku ini juga mengingatkan remaja untuk menjauhi sifat munafik, berhati-hati dalam berutang, dan memiliki sikap wara’ dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembahasan tersebut, pembaca diajak untuk menjadi remaja yang berakhlak baik dan lebih dekat kepada Allah.
Salah satu kutipan yang saya sukai, dan membuat saya merenung: “Maka ketika kita merasa berat dengan aturan Allah Swt., ingatlah bahwa Ismail rela mengorbankan nyawanya demi taat kepada-Nya.” (hal. 59)
![]() |
| Cover Jejak Remaja Bertakwa |
Kelebihan buku ini bagi saya adalah bahasa yang digunakan sederhana sehingga mudah dipahami oleh remaja. Isi buku memberikan banyak nasihat dan motivasi agar remaja memiliki akhlak yang baik. Pembahasannya dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipraktikkan. Tampilan buku cukup menarik.
Dari segi kekurangan buku, menurut saya, adalah karena lembar kertas dalam bukunya kurang gambar dan warna. Tidak ada ilustrasi-ilustrasi yang barangkali bisa disisipkan agar lebih menarik perhatian pembaca pemula kayak saya ini.
Saya merekomendasikan buku Jejak Remaja Bertakwa ini untuk untuk kawula muda dan para guru. Untuk santri, buku ini bisa menjadi pendamping yang sangat bermanfaat dalam proses belajar dan pembentukan karakter diri.
Buku ini bisa membantu santri lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui bab "Bersahabat dengan Al-Qur’an", memperdalam pemahaman tentang ajaran agama dan meningkatkan kualitas ibadah.
Keteladanan Nabi Ismail menjadi contoh nyata tentang ketaatan dan kesabaran, yang bisa dijadikan teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari di pesantren.
Topik seperti "Berbakti kepada Orang Tua" dan "Adab Bertamu" mengajarkan santri tentang sopan santun dan etika dalam berinteraksi, baik dengan keluarga, guru, maupun sesama teman.
Bab "Jangan Jadi Remaja Munafik" mengingatkan santri untuk menjaga kesucian hati dan perilaku, menjadi pribadi yang jujur dan konsisten dalam perkataan serta perbuatan.
Ada juga pada bab "Pemuda yang Wara'" mengajarkan santri tentang kesederhanaan, kehati-hatian, dan menjauhi hal-hal yang tidak baik, membantu mereka membangun karakter yang kuat dan mandiri.
Yang menarik juga ada pembahasan "Hati-Hati dengan Utang", memberikan pemahaman tentang tanggung jawab keuangan, mengajarkan santri untuk hidup hemat dan menghindari masalah yang bisa timbul dari utang piutang.
Lalu pada bab "Menertawakan Musibah Orang" mengajarkan santri tentang empati dan kepedulian terhadap sesama, mengingatkan mereka untuk selalu bersikap baik, dan membantu orang yang sedang kesulitan.
Ada juga bab "Panitia HUT RI" dan "Perang Pemikiran" yang memberikan wawasan tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, serta pentingnya berpikir kritis dan bijak dalam menghadapi berbagai isu yang terkadang memang ditujukan untuk kaum muda.
Secara keseluruhan, buku ini bisa menjadi sumber inspirasi dan panduan bagi santri untuk menjadi manusia yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa.
Buat teman-teman, buku ini akan membantumu semakin dekat dengan Al-Qur’an, memperkuat iman, membentuk akhlak mulia, belajar tanggung jawab, serta menumbuhkan rasa empati dan cinta tanah air.
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera baca bukunya dan rasakan sendiri manfaatnya. Semoga buku ini bisa menjadi teman setia yang membantumu menjadi santri berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi agama, masyarakat, serta bangsa. Selamat membaca!


Posting Komentar untuk "Resensi Buku “Jejak Remaja Bertakwa” karya Wakhid Syamsudin: Kumpulan Nasihat untuk Kawula Muda Muslim"