Kesuksesan dunia dan akhirat bagi seorang pemuda Muslim harus dimulai dengan memperbaiki kualitas salat dan menjadikannya sebagai bagian utama dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan dr. Rosyid Ridho, M.M.R., pendiri sekaligus pemilik Rumah Sakit Amal Sehat di Slogohimo, Wonogiri, dalam sesi pembinaan RISE Camp 2026, Kamis, 15 Oktober 2026, di Bumi Perkemahan QQ Alasombo.
Di hadapan para mahasantri dari enam Ma’had Aly, Dokter Rosyid menegaskan bahwa upaya menjadi generasi muda Muslim yang sukses tidak cukup hanya dengan mengejar pencapaian duniawi.
Seorang Muslim perlu memperbaiki hubungannya dengan Allah Swt. melalui ibadah yang benar, sekaligus mengajak keluarga dan masyarakat untuk melakukan kebaikan yang sama.
![]() |
| Dokter Rosyid mengingatkan agar menjaga salat fardu berjemaah |
Menurut beliau, menjaga salat bukan hanya kewajiban pribadi, melainkan juga bagian dari tanggung jawab seorang Muslim terhadap lingkungan sekitarnya, dengab menjadi teladan dalam menghidupkan ibadah.
“Bagaimana nanti kalian, di mana pun berada, menjaga salat lima waktu berjemaah di masjid, salat rawatib, qobliyah dan ba’diyah, muakkad maupun gairu muakkad, menjaga salat tahajud, bangun di sepertiga malam terakhir. Itu menjadi karakter atau menjadi kebiasaan kita sehari-hari,” pesan beliau.
Dokter Rosyid juga mengingatkan agar kepedulian terhadap ibadah tidak berhenti pada diri sendiri. Perlu mengajak keluarga, saudara, dan masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid. Terutama pelaksanaan salat lima waktu secara berjemaah.
Bagi Dokter Rosyid, kebiasaan menjaga salat harus dibangun menjadi karakter yang melekat, bukan sekadar rutinitas yang dilakukan ketika berada di lingkungan pesantren. Nilai-nilai pendidikan selama menuntut ilmu dapat terus diamalkan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Dokter Rosyid mengajak para peserta untuk memahami makna doa-doa yang dibaca dalam salat, khususnya doa iftitah yang mengandung penegasan bahwa seluruh ibadah dan kehidupan seorang Muslim ditujukan kepada Allah Swt.
“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku, dan aku termasuk orang-orang Muslim.”
Dokter Rosyi juga menyampaikan doa agar Allah memberikan petunjuk menuju amalan dan akhlak terbaik: “Alloohumma ihdinii li-ahsanil-a‘maali wa ahsanil-akhlaq.” (Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku amalan yang terbaik dan akhlak yang terbaik.)
Menurut beliau, permohonan petunjuk tersebut perlu diwujudkan melalui kesungguhan memperbaiki ibadah, membentuk akhlak, serta menentukan arah kehidupan.
Dengan menjadikan keridaan Allah sebagai tujuan utama, seorang Muslim diharapkan mampu menempatkan berbagai urusan dunia secara proporsional.
Dalam nasihatnya, Dokter Rosyid juga menyinggung pentingnya memiliki orientasi hidup yang benar ketika mencari nafkah dan membangun kehidupan ekonomi. Bukan membatasi kesuksesan finansial pada profesi tertentu karena kekayaan dapat diperoleh melalui berbagai jalan yang halal.
Namun, menurut beliau, apa pun profesi yang dijalani, seorang Muslim harus tetap memegang teguh misi utama kehidupannya, yakni menjadi dai yang mengajak kepada kebaikan dan berjuang di jalan Allah.
“Yang utama, yang pokok adalah bagaimana kita menjadi seorang dai, menjadi seorang mujahid,” ungkap beliau.
Apabila Allah memberikan kelapangan rezeki, termasuk kesempatan menjadi pengusaha sukses, kekayaan tersebut semestinya menjadi sarana untuk memperluas manfaat dan mempercepat perjuangan dakwah.
“Harta bukan alasan untuk hidup berfoya-foya, melainkan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab,” begitu Dokter Rosyid menegaskan.
Sebaliknya, semakin besar kelapangan dunia yang diperoleh, semakin besar pula kesadaran seorang Muslim terhadap tanggung jawabnya di hadapan Allah Swt.
Kekayaan idealnya menjadikan seseorang semakin dekat kepada Allah, semakin takut melanggar ketentuan-Nya, dan semakin peduli terhadap kepentingan umat.
Dokter Rosyid berharap para mahasantri RISE Camp 2026 mampu membangun keseimbangan antara ibadah, akhlak, perjuangan dakwah, dan ikhtiar mencari rezeki.
Dengan menjadikan salat sebagai fondasi kehidupan, generasi muda bisa meraih sukses di dunia tanpa kehilangan orientasi akhirat, serta mampu memanfaatkan setiap potensi yang dimiliki untuk kemaslahatan umat.

Posting Komentar untuk "Pembinaan Peserta RISE Camp, Dokter Rosyid Ridho Tekankan Pentingnya Menjaga Salat sebagai Fondasi Kesuksesan"