Semangat dan energi para mahasantri peserta RISE Camp 2026 menjadi sumber optimisme bagi masa depan umat Islam. Hal tersebut disampaikan dr. Rosyid Ridho, M.M.R., pendiri sekaligus pemilik Rumah Sakit Amal Sehat di Slogohimo, Wonogiri.
Dokter Rosyid, begitu beliau biasa disapa, berkenan hadir pada kegiatan RISE Camp dan mengisi sesi pembinaan pada Kamis pagi, 15 Oktober 2026, di Bumi Perkemahan QQ Alasombo.
Di hadapan para peserta dari enam Ma’had Aly, Dokter Rosyid mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya dapat bertemu dengan generasi muda yang memiliki semangat untuk belajar dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari perjuangan Islam.
![]() |
| Dokter Rosyid berharap mahasantri Ma’had Aly menjadi generasi penyelamat umat |
Menurut dokter yang sangat peduli dengan pendidikan pesantren ini, kehadiran generasi muda yang bersemangat dalam menuntut ilmu dan memperjuangkan agama merupakan harapan besar bagi umat Islam.
Beliau bahkan menegaskan bahwa generasi muda yang memiliki kesungguhan dalam belajar dan membangun diri akan menjadi jawaban atas berbagai penilaian negatif terhadap anak muda masa kini.
“Karena inilah kalian semua yang ditunggu oleh Islam, ditunggu oleh umat ini untuk menyelamatkan generasi muda Islam, untuk membela agama Islam, untuk menyelamatkan umat manusia dari kehancuran,” tegas beliau.
Dokter Rosyid juga mengajak para peserta untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Swt., memperbanyak selawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw., serta berusaha meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya.
Menurut beliau, keberuntungan yang diperoleh melalui kegiatan pembinaan harus diwujudkan dengan kesungguhan dalam mengikuti jalan perjuangan yang telah dicontohkan oleh generasi terbaik umat Islam.
Dokter Rosyid menilai, kesempatan mengikuti RISE Camp selama tiga hari merupakan sesuatu yang sangat berharga. Bahkan, nilai pembelajaran yang diperoleh para peserta dinilainya melampaui pelatihan yang semata-mata berorientasi pada pencapaian kekayaan duniawi.
“Beruntung sekali kalian semua di pagi hari ini, di tiga hari ini, kalian dikumpulkan di tempat ini. Karena aktualisasi di pelatihan tiga hari diberikan kepada kalian itu lebih mahal dari pelatihan atau workshop untuk jadi miliarder atau milioner,” tutur beliau.
Lebih lanjut, Dokter Rosyid mengajak para mahasantri untuk meluruskan cara pandang terhadap kesuksesan. Keberhasilan tidak semestinya hanya diukur dari kekayaan, kepemilikan rumah mewah, kendaraan mewah, ataupun tabungan dalam jumlah besar.
Meski pada dasarnya, beliau tidak menampik bahwa pencapaian materi merupakan sesuatu yang diperbolehkan. Namun, kekayaan seharusnya ditempatkan sebagai sarana, bukan tujuan utama kehidupan.
“Kalau kita sudah mempunyai mindset yang benar tentang kesuksesan itu, maka kesuksesan yang berwujud materi, punya rumah mewah, punya kendaraan mewah, tabungan unlimited seperti itu, itu adalah level terendah. Apa tidak boleh? Boleh. Tapi itu ada di tangan atau di bawah kaki kalian.”
Sebaliknya, hal yang semestinya memenuhi hati para mahasantri adalah cita-cita besar untuk memberikan manfaat bagi umat. Tumbuh menjadi dai dan ulama yang mampu mengambil peran nyata dalam menyelamatkan umat, bangsa, dan negara, sekaligus membawa kebaikan bagi masyarakat dunia.
“Hati kalian adalah bagaimana kalian menjadi umat yang terbaik, menjadi dai, menjadi ulama yang menyelamatkan umat ini, yang menyelamatkan bangsa ini, yang menyelamatkan negara ini, yang menyelamatkan umat di dunia,” pesan beliau.
Dokter Rosyid berharap berbagai materi dan arahan yang disampaikan oleh para ustaz, mentor, dan asatiz di lingkungan pesantren tidak berhenti sebagai pengetahuan yang hanya didengar sesaat.
Seluruh nasihat yang diperoleh tersebut harus benar-benar meresap, membentuk karakter, dan menggerakkan para mahasantri dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau menekankan pentingnya menjadikan nasihat sebagai sumber semangat dan energi untuk terus memperbaiki diri, menjaga komitmen terhadap nilai-nilai Islam, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dakwah pada masa mendatang.
Melalui sesi pembinaan ini, para peserta RISE Camp 2026 diharapkan semakin memahami bahwa kesuksesan sejati tidak hanya ditentukan oleh pencapaian pribadi, tetapi juga oleh seberapa besar kontribusi yang diberikan untuk kemaslahatan umat.
Semangat muda yang tumbuh selama kegiatan hendaknya menjadi bekal untuk melanjutkan perjuangan Islam dengan ilmu, akhlak, dan pengabdian yang nyata.

Posting Komentar untuk "Pembinaan bersama Dokter Rosyid Ridho, Mahasantri Ma’had Aly Peserta RISE Camp Diharap Menjadi Generasi Penyelamat Umat"