Pelaksanaan PKKM MTsTQ Qoryatul Qur’an, Momentum Evaluasi dan Peningkatan Mutu Pendidikan

MTsTQ Qoryatul Qur’an melaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) pada Kamis,15 Oktober 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi momentum evaluasi dan pengembangan mutu pendidikan.

Selain itu, kegiatan ini sekaligus untuk memperkuat komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan, pembelajaran, dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

Ustaz Susanto selaku Komite Madrasah, dalam sambutan pada acara pembukaan, menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim asesor dan seluruh tamu undangan yang hadir dalam kegiatan PKKM.

PKKM
Foto bersama tim asesor dan tamu undangan PKKM MTsTQ Qoryatul Qur’an

Kepala MTsTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Agus Sutopo, S.Pd.I., selanjutnya memaparkan profil madrasah, meliputi sejarah, visi dan misi, program pendidikan, serta perkembangan jumlah santri.

Beliau menjelaskan bahwa pada 2020 madrasah pertama kali memperoleh izin secara langsung tanpa visitasi. Seiring perkembangannya, madrasah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menerapkan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan Islami.

Salah satu program pengembangan yang diperkenalkan ialah ISTECH (Islamic Science Technology). Program ini merupakan layanan pendidikan full day school atau sekolah sehari penuh tanpa sistem asrama (nonboarding), yang memadukan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah santri putra di Komplek Kauman mencapai 160 santri, sedangkan santri putri di Komplek Gabeng memiliki 243 santri. Sementara itu, program ISTECH memiliki 62 santri.

Dengan demikian, jumlah keseluruhan dari ketiga kelompok tersebut mencapai 465 santri. Madrasah juga mencatat prestasi di bidang tilawah serta partisipasi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI).

Dalam arahannya, asesor Ibu Dra. Zaidatul Hidayah, M.S.I., yang hadir bersama Bapak Drs. Budi Wardoyo, M.Pd., menekankan pentingnya perubahan dan peningkatan kualitas madrasah dari tahun ke tahun.

Menurut beliau, perkembangan yang terjadi, baik dari aspek fisik maupun tata kelola pendidikan, merupakan bagian dari pertumbuhan lembaga yang harus terus diarahkan menuju kondisi yang lebih baik.

Beliau juga menyoroti bertambahnya jumlah santri sebagai salah satu indikator kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Kepercayaan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab seluruh unsur madrasah dalam menjalankan amanah pendidikan secara sungguh-sungguh.

Para ustaz dan ustazah diharapkan terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan kepada santri.

Selain itu, Ibu Zaidatul mengingatkan pentingnya kesiapan guru dalam mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan, khususnya penerapan kurikulum berbasis pembelajaran mendalam (deep learning) serta penyesuaian terhadap kebijakan kurikulum terbaru.

Beliau mendorong seluruh tenaga pendidik untuk terus belajar, beradaptasi, dan menerapkan pembaruan sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan madrasah.

Kegiatan studi tiru yang telah dilakukan kepala madrasah juga diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghadirkan praktik-praktik baik dalam pengelolaan pendidikan.

Menurut beliau, proses belajar tidak berhenti pada satu tahap, tetapi harus berlangsung secara berkelanjutan agar madrasah mampu berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang semakin baik.

Pelaksanaan PKKM juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi dokumen administrasi dan perencanaan program madrasah, termasuk Rencana Kerja Madrasah (RKM) untuk tahun kedua. Pemeriksaan dilakukan melalui verifikasi dokumen fisik maupun berkas digital dengan pembagian tugas di antara pihak yang terlibat.

Hasil penilaian dan catatan dari asesor diharapkan menjadi bahan evaluasi serta acuan dalam menentukan langkah pengembangan madrasah selanjutnya.

Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perkembangan madrasah yang selama ini berjalan cukup lancar dan menunjukkan peningkatan.

Perkembangan tersebut mencakup aspek fisik, administrasi, kualitas pengajaran, serta proses pendidikan. Beliau berharap peningkatan itu juga berdampak pada semakin baiknya kualitas lulusan.

Ustaz Setyadi berharap penilaian yang dilakukan tim asesor dapat memberikan masukan konstruktif bagi kemajuan MTsTQ Qoryatul Qur’an. Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah pengembangan pendidikan dan melakukan pembenahan secara berkelanjutan.

Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian pembukaan ditutup dengan doa keberkahan yang dipimpin oleh Ustaz Agus Sutopo, S.Pd.I. Acara selanjutnya adalah proses penilaian yang berfokus pada empat komponen utama kinerja kepala madrasah.

Keempat komponen tersebut meliputi Usaha Pengembangan Madrasah (kemampuan inovasi dan pengembangan standar pendidikan), Pelaksanaan Tugas Manajerial (perencanaan, pengelolaan kurikulum, SDM, sarana prasarana, dan keuangan).

PKKM MTsTQ Qoryatul Qur'an
Suasana penilaian berkas komponen PKKM

Kemudian Pengembangan Kewirausahaan (motivasi, kreativitas, dan pengelolaan unit usaha madrasah), serta Supervisi kepada Guru dan Tenaga Kependidikan (perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut supervisi akademik).

Seluruh komponen ini dinilai melalui verifikasi dokumen administrasi, portofolio fisik maupun digital, serta wawancara langsung untuk mengukur efektivitas kepemimpinan selama satu tahun berjalan.

Melalui pelaksanaan PKKM ini, MTsTQ Qoryatul Qur’an diharapkan semakin mampu meningkatkan kualitas pengelolaan dan pembelajaran, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta mewujudkan pendidikan Islam yang bermutu sesuai dengan visi dan misi madrasah.

Posting Komentar untuk "Pelaksanaan PKKM MTsTQ Qoryatul Qur’an, Momentum Evaluasi dan Peningkatan Mutu Pendidikan"