Majelis kajian umum bersama Dr. Tiar Anwar Bachtiar digelar di Masjid Widad El Fayez, Gabeng, Kamis, 22 Oktober 2026, bakda Salat Zuhur. Kegiatan yang diikuti segenap SDM PPTQ Qoryatul Qur’an tersebut menjadi ruang untuk merefleksikan peran lembaga pendidikan Islam dalam membangun peradaban di tengah masyarakat.
Dr. Tiar menyoroti pentingnya pesantren melahirkan ulama dan ahli ilmu yang tidak hanya berkembang di lingkungan lembaga pendidikan, tetapi juga hadir sebagai rujukan bagi masyarakat.
Menurut beliau, salah satu tantangan umat Islam saat ini ialah terbatasnya ulama yang dapat membimbing kehidupan keagamaan masyarakat, terutama di tingkat kampung.
Beliau menjelaskan bahwa keberadaan ulama di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan umat agar tetap berjalan sesuai tuntunan Islam.
Kampung-kampung membutuhkan sosok yang memiliki kedalaman ilmu, mampu memberikan bimbingan, serta hadir untuk menjawab berbagai persoalan keagamaan yang dihadapi masyarakat.
![]() |
| Dr. Tiar Anwar Bachtiar tekankan pentingnya melahirkan ulama rujukan masyarakat |
Karena itu, pendidikan pesantren tidak semestinya hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan internal lembaga. Pesantren juga perlu menyiapkan kader yang mampu mengembangkan ilmu dan mengabdikan diri di berbagai lingkungan masyarakat.
Dalam pandangan Dr. Tiar, penguatan umat dapat dilakukan melalui penyebaran ahli ilmu ke berbagai wilayah. Ketika setiap kampung memiliki ulama atau rujukan keilmuan yang memadai, masyarakat akan lebih mudah memperoleh bimbingan agama dan menghidupkan kegiatan dakwah.
Beliau juga menekankan bahwa tujuan tersebut membutuhkan proses pengembangan ilmu yang berkelanjutan. Para pengajar harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu melahirkan generasi yang memiliki kedalaman ilmu dan kesiapan untuk mengabdi.
Pengembangan keilmuan tersebut tidak terbatas pada pengajar laki-laki. Para pengajar perempuan juga memiliki peran penting dalam membina masyarakat, khususnya melalui pendidikan keluarga dan penguatan pemahaman keislaman di kalangan perempuan.
Dr. Tiar menceritakan pengalaman istrinya yang tetap melanjutkan pendidikan di tengah tanggung jawab keluarga. Ilmu yang diperoleh kemudian dikembangkan untuk membina para ibu di lingkungan tempat tinggal melalui majelis kajian.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kebermanfaatan ilmu tidak harus diwujudkan melalui jabatan formal sebagai guru atau dosen, tetapi juga dapat hadir melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.
Menurut beliau, seseorang yang memiliki ilmu dan keahlian akan selalu memiliki ruang untuk memberikan manfaat. Para pengajar perlu terus mengembangkan kapasitas diri agar dapat menemukan bentuk pengabdian yang sesuai dengan bidang keilmuannya.
Dr. Tiar Anwar Bachtiar sendiri dikenal sebagai sejarawan Islam, akademisi, dan penulis. Beliau menempuh pendidikan sarjana di Universitas Padjadjaran serta pendidikan magister dan doktoral di Departemen Sejarah Universitas Indonesia.
Saat ini, beliau menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam Persis Garut periode 2024–2028. Buku-buku karya beliau yang diterbitkan banyak membahas sejarah, pemikiran Islam, dan perkembangan pesantren.
Melalui majelis kajian ini, segenap SDM PPTQ Qoryatul Qur’an diajak untuk memperkuat visi pendidikan yang berorientasi pada pengembangan ilmu dan pengabdian. Siap menjadi penggerak dakwah dan pembina masyarakat.
Dengan penguatan tradisi keilmuan serta peningkatan kapasitas para pengajar, PPTQ Qoryatul Qur’an diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menyiapkan ulama dan ahli ilmu yang tersebar di berbagai lingkungan masyarakat, sehingga kehidupan umat semakin kuat dalam ilmu, amal, dan dakwah.

Posting Komentar untuk "Dr. Tiar Anwar Bachtiar Tekankan Pentingnya Melahirkan Ulama Rujukan Keilmuan di Tengah Masyarakat"