Resensi Buku “Jejak Kisah Pengukir Sejarah” Karya M. Anwar Djaelani: Membaca Kisah Penggugah Semangat Beramal Saleh

Oleh: Artika Mukti Barokah
Santri kelas XII Imtaq MATQ Qoryatul Qur’an Komplek Jetis, asal Wonogiri

Suatu hari, ketika tidak ada kegiatan di pondok, saya sangat bosan dan bingung mau melakukan apa. Lalu, terlintas di pikiran saya keinginan untuk pergi ke perpustakaan pesantren. Kebetulan, saya menemukan sebuah buku yang sangat menarik, apalagi saya sangat menyukai sejarah.

Buku yang saya temukan adalah “Jejak Kisah Pengukir Sejarah”, yang banyak bercerita tentang sejarah dan sangat menginspirasi orang-orang yang ingin membacanya serta mengetahui makna buku tersebut.

Dari buku ini, akhirnya saya mengambil banyak pelajaran yang bisa mendorong saya untuk selalu menghargai sejarah dan peninggalan zaman dahulu yang berharga.

  • Judul buku: Jejak Kisah Pengukir Sejarah
  • Penulis: M. Anwar Djaelani
  • Penerbit: Pro-U Media
  • Tahun terbit: 2018
  • ISBN: 978-6-02-7820-876
  • Ketebalan buku: 304 halaman

Buku “Jejak Kisah Pengukir Sejarah” ditulis oleh M. Anwar Djaelani, alumnus S-1 FP MIPA IKIP Surabaya tahun 1984. Ia pernah pula mengikuti kegiatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat di Universitas Airlangga.

Artika Mukti Barokah
Artika Mukti Barokah membaca buku Jejak Kisah Pengukir Sejarah

Sejak 1996, M. Anwar Djaelani sudah aktif menulis beberapa karya. Di antara yang terbit adalah “Gus Dur dan Kritik: Kontroversi Itu Untuk Apa?” yang terbit pada 2000, kemudian “Super Bahagia bersama Zakat, Infaq, dan Shadaqoh” terbit pada 2010.

Kisah-kisah yang ditulis dalam buku “Jejak Kisah Pengukir Sejarah” sanggup memberi pelajaran tanpa kesan menggurui. Sangat potensial menyodorkan hikmah penggugah jiwa. Bahkan, kisah-kisah sanggup memberi kekuatan yang memungkinkan kita bergerak cepat melakukan amal saleh. 

Di antara kisah yang disajikan adalah tentang Khalifah Umar bin Khattab. Ketika menjalankan aktivitas blusukan, terkadang Khalifah Umar sendirian dan pada kesempatan lain ditemani salah seorang sahabatnya.

Tujuan blusukan untuk mengetahui kehidupan rakyatnya secara langsung. Umar khawatir jika ada hak rakyat yang belum ditunaikan oleh pemerintah atau kepemimpinannya.

Ada catatan sejarah berharga yang tertulis dalam buku ini, yaitu bahwa ada dua kenikmatan yang banyak membuat manusia tertipu, yakni kenikmatan sehat dan nikmat waktu lapang.

Jejak Kisah Pengukir Sejarah
Cover buku “Jejak Kisah Pengukir Sejarah” karya M. Anwar Djaelani

Imam Asy-Syafi’i adalah salah satu contoh orang yang tidak tertipu dalam memanfaatkan nikmat sehat dan nikmat kelapangan. Beliau tak pernah menyia-nyiakan nikmat besar itu.

Ada kutipan menarik dari buku ini, “Sesungguhnya menyebarkan ilmu pengetahuan lebih aku sukai daripada aku harus membawanya ke kuburanku.” (halaman 215).

Kelebihan buku ini adalah cerita-cerita di dalamnya sangat menginspirasi dan penyajiannya sangat mudah dipahami. Banyak kutipan yang memotivasi. Sampulnya juga indah dan menarik perhatian saya.

Sementara itu, kekurangan buku ini adalah tidak memiliki gambar sama sekali di dalamnya dan dicetak hitam putih saja, sehingga kurang memiliki daya tarik, terutama bagi yang kurang suka membaca.

Dari membaca buku ini, terdapat beberapa manfaat, yaitu menambah semangat untuk selalu berinspirasi tanpa henti, menambah pengetahuan tentang sejarah terdahulu, serta menghibur melalui cerita-cerita yang cukup segar.

Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh para remaja zaman sekarang karena sangat menarik untuk mengisi waktu luang sekaligus menikmati indahnya mengenang sejarah. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Resensi Buku “Jejak Kisah Pengukir Sejarah” Karya M. Anwar Djaelani: Membaca Kisah Penggugah Semangat Beramal Saleh"