Dr. Tiar Anwar Bachtiar Dorong Asatizah PPTQ Qoryatul Qur’an Perdalam Keahlian dan Tradisi Keilmuan

Dr. Tiar Anwar Bachtiar menjadi pemateri kajian umum bersama segenap SDM PPTQ Qoryatul Qur’an di Masjid Widad El Fayez, Gabeng, Kamis 22 Oktober 2026. Dilaksanakan bakda Salat Zuhur.

Dalam kajian tersebut, Dr. Tiar mengajak para pengajar untuk mengevaluasi bidang ilmu yang selama ini mereka ajarkan. Seorang guru perlu memiliki arah pengembangan yang jelas, termasuk menentukan keahlian yang ingin dikuasai, memperdalam sumber rujukan, dan meningkatkan kemampuan dalam menjelaskan materi secara ilmiah.

Menurut beliau, seorang pengajar tidak cukup hanya menyampaikan materi yang telah dikuasai secara dasar. Guru juga perlu memahami sumber keilmuan, karya-karya rujukan, serta argumentasi yang mendasari materi tersebut.

Dr. Tiar Anwar Bachtiar
Dr. Tiar Anwar Bachtiar dorong pengajar di QQ untuk perdalam keilmuan

Dengan penguasaan yang lebih mendalam, pengajar dapat menjelaskan ilmu secara lebih bertanggung jawab dan menghadapi pertanyaan maupun perbedaan pandangan dengan baik.

Sebagai contoh, beliau menguraikan pentingnya pendalaman ilmu akidah melalui kajian terhadap kitab-kitab rujukan. Pengajar perlu mengetahui karya-karya yang berkaitan dengan bidang yang diajarkannya, tidak hanya mengandalkan satu bahan ajar atau penjelasan yang terbatas.

Peningkatan kompetensi guru memerlukan proses belajar yang berkelanjutan. Pengajar perlu memperluas wawasan, memahami tradisi keilmuan yang berkaitan dengan bidangnya, serta mengembangkan kemampuan untuk menyampaikan ilmu dengan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Dr. Tiar menyoroti pentingnya menetapkan target pengembangan keilmuan yang terukur. Dalam bidang Al-Qur’an, misalnya, penguasaan tidak cukup hanya dilihat dari kehadiran dalam pembelajaran atau kemampuan membaca dan menghafal.

Pengembangan kompetensi dapat diarahkan pada peningkatan kualitas bacaan, penguasaan tajwid, hafalan, tadabur, hingga pendalaman ilmu qiraat dan sanad sesuai kebutuhan serta tahapan pembelajaran.

Menurut beliau, kebutuhan terhadap ahli dalam bidang tertentu juga dapat menjadi bagian dari visi pengembangan lembaga. Ketika suatu bidang belum memiliki tenaga ahli dengan kompetensi yang dibutuhkan, kondisi tersebut perlu dipandang sebagai PR sekaligus peluang untuk menyiapkan kader yang mampu menguasainya.

Pengembangan kapasitas tersebut juga harus disertai perubahan orientasi dalam menjalankan tugas sebagai pengajar. Guru tidak semestinya merasa cukup dengan materi yang sama sepanjang masa pengabdiannya.

Proses belajar perlu terus berlangsung agar suatu saat mereka mampu mengajar materi yang lebih tinggi dan memberikan kontribusi keilmuan yang lebih luas. Tidak hanya itu-itu saja yang menjadi bagian pengajarannya.

Dr. Tiar menekankan bahwa pengembangan lembaga pendidikan sangat bergantung pada kesungguhan sumber daya manusianya dalam meningkatkan kualitas diri. Pengajar yang terus belajar akan membantu membangun tradisi keilmuan yang kuat sekaligus menyiapkan generasi penerus.

Para pengajar PPTQ Qoryatul Qur’an diajak menjadikan peningkatan kapasitas keilmuan sebagai tanggung jawab pribadi dan kelembagaan. Dengan memiliki bidang keahlian yang terus dikembangkan, para pengajar diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan, menjaga kesinambungan ilmu, serta melahirkan generasi yang siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Posting Komentar untuk "Dr. Tiar Anwar Bachtiar Dorong Asatizah PPTQ Qoryatul Qur’an Perdalam Keahlian dan Tradisi Keilmuan"