Seringkali kemajuan peradaban Islam dipahami hanya melalui pencapaian sains, teknologi, dan kejayaan material. Pemahaman terhadap nilai-nilai Islam dan pengaruhnya dalam kehidupan manusia yang harusnya menjadi bagian penting dalam mempelajari sejarah peradaban.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pemikiran Dr. H. Tiar Anwar Bachtiar, S.S., M.Hum., saat menyampaikan materi kepada jajaran PPTQ Qoryatul Qur’an di ruang pertemuan lantai dua Komplek 06 Asemlegi Gabeng, Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I., jajaran direktorat, Tim Leadership, serta ustaz-ustazah terpilih.
Dr. Tiar Anwar Bachtiar merupakan sejarawan Islam, akademisi, dan penulis yang menekuni bidang sejarah serta pemikiran Islam. Menyelesaikan pendidikan sarjana Ilmu Sejarah di Universitas Padjadjaran pada 2002, kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di bidang sejarah di Universitas Indonesia.
![]() |
| Dr. Tiar Anwar Bachtiar menyoroti tolok ukur kemajuan peradaban Islam |
Dr. Tiar pernah mengajar di sejumlah perguruan tinggi dan menjadi peneliti di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) Jakarta. Beliau juga menjabat sebagai pimpinan Institut Agama Islam Persatuan Islam (IAI PERSIS) Garut untuk periode 2024–2028.
Perhatian beliau terhadap sejarah dan pemikiran Islam juga tercermin dalam karya-karya tulisnya. Salah satunya adalah Lajur-Lajur Pemikiran Islam, yang membahas perkembangan dan pergulatan pemikiran Islam di Indonesia.
Dr. Tiar mengkritisi cara pandang yang terlalu menitikberatkan ukuran kemajuan pada pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi. Gambaran masa kejayaan Islam sering dikaitkan dengan berkembangnya sains dan teknologi pada periode tertentu dalam sejarah.
Pembelajaran sejarah perlu membawa peserta didik melihat dimensi yang lebih luas. Kemajuan peradaban tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan penemuan atau membangun kekuatan material, tetapi juga dengan nilai, panduan hidup, dan manfaat yang diberikan kepada manusia.
Dalam konteks sejarah Islam, Al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad saw. menjadi landasan penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai Islam diterapkan oleh generasi awal Muslim dan generasi setelahnya.
Sejarah sebaiknya tidak hanya digunakan untuk membangun kebanggaan terhadap kejayaan masa lalu. Lebih dari itu, sejarah perlu membantu santri memahami alasan di balik suatu pencapaian, nilai yang melandasinya, serta pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sekarang.
Pendekatan tersebut dapat memperkaya pembelajaran di pesantren. Selain mengenal tokoh dan capaian peradaban Islam, santri seharusnya juga diajak memahami hubungan antara ilmu, keyakinan, akhlak, dan pengabdian.
Dengan pemahaman yang lebih menyeluruh, sejarah diharapkan menjadi sarana membangun identitas Muslim sekaligus mendorong lahirnya generasi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Posting Komentar untuk "Dr. Tiar Anwar Bachtiar: Kemajuan Peradaban Islam Tak Hanya Diukur dari Teknologi dan Capaian Penemuan Sains"