Dalam Majelis Multaqo Mudara Maahid pada rangkaian International Islamic Education Forum (IIEF) 2026, Ustaz KH. Bachtiar Nasir, Lc., M.A., menyoroti pentingnya kemandirian kelembagaan dalam menjaga keberlangsungan pesantren.
Dalam perspektif yang lebih luas, beliau menekankan bahwa pesantren memiliki kekuatan besar ketika tidak menggantungkan keberlangsungannya kepada uang maupun kekuasaan penguasa. Kemandirian tersebut menjadi fondasi bagi tumbuhnya independensi dan integritas lembaga.
“Kenapa kekuatan terbesar? Karena tidak tergantung oleh uang penguasa, tidak tergantung oleh kekuasaan penguasa. Di sinilah independensi itu berjalan, integritas itu berjalan,” ungkap beliau.
Menurut Ustaz Bachtiar Nasir, independensi bukan berarti pesantren harus menutup diri dari lingkungan eksternal. Sebaliknya, independensi memungkinkan sebuah lembaga untuk tetap bersikap kritis ketika menghadapi berbagai persoalan.
![]() |
| Ustaz Bakhtiar Nasir tekankan pentingnya Kemandirian pesantren |
“Dengan demikian, pesantren dapat tetap menjalankan fungsi dan perannya tanpa kehilangan prinsip akibat tekanan dari pihak luar,” kata beliau menegaskan.
Ustaz Bakhtiar Nasir kemudian mengajak peserta melihat bagaimana sebuah institusi dapat menghadapi tekanan eksternal sekaligus krisis internal. Kemampuan bertahan tersebut menjadi penting karena pesantren harus melewati berbagai perubahan zaman dan situasi sosial-politik.
Kemampuan untuk tetap bertahan dari masa ke masa, menurut beliau, tidak dapat dilepaskan dari prinsip dan fondasi yang dibangun sejak awal. Pesantren perlu memiliki landasan yang membuatnya tetap berdaya, kuat, dan bermanfaat dalam kondisi apa pun.
Ustaz Bachtiar Nasir mengingatkan pentingnya memahami konsep hijrah sebagai sebuah proses perubahan dan perbaikan. Perubahan tidak cukup hanya dilakukan pada aspek lahiriah, tetapi harus berangkat dari kesadaran dan upaya memperbaiki kondisi internal.
Beliau mengutip sebuah kaidah yang masyhur dalam pemikiran pembaruan Islam:
إِنَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ لَا يُصْلِحُ آخِرَهَا إِلَّا مَا أَصْلَحَ أَوَّلَهَا
“Sesungguhnya umat ini tidak akan menjadi baik pada generasi akhirnya kecuali dengan sesuatu yang telah memperbaiki generasi awalnya.”
Ini adalah pengingat bahwa proses perubahan dan pengembangan pesantren perlu tetap berpijak pada nilai-nilai yang menjadi fondasi perjuangan generasi sebelumnya. Kemajuan tidak berarti meninggalkan prinsip, tetapi bagaimana nilai tersebut diterjemahkan untuk menjawab kebutuhan zaman.
Ustaz Bachtiar Nasir juga mengingatkan bahwa tidak sedikit lembaga yang pada akhirnya kehilangan keberlanjutan karena tidak memiliki fondasi dan sistem yang kuat. Karena itu, pembangunan pesantren harus dilakukan dengan kesadaran untuk menciptakan lembaga yang mampu hidup, tumbuh, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dengan demikian, kemandirian ekonomi, independensi kelembagaan, integritas kepemimpinan, kaderisasi, serta kemampuan beradaptasi menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga keberlangsungan pesantren.
Pesantren tidak cukup hanya kuat pada satu generasi, tetapi perlu memiliki sistem yang memungkinkan nilai, ilmu, dan perjuangannya terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Posting Komentar untuk "Majelis Multaqo Mudara Maahid IIEF 2026, Ustaz Bakhtiar Nasir Tekankan Pentingnya Kemandirian dan Independensi demi Integritas Pesantren"