Majelis Multaqo Mudara Maahid IIEF 2026, Ustaz Bakhtiar Nasir Tekankan Pentingnya Pesantren Bekali Nilai Dasar Santri Sikapi Perkembangan Zaman

Dalam Majelis Multaqo Mudara Maahid pada rangkaian International Islamic Education Forum (IIEF) 2026, Ustaz KH. Bachtiar Nasir, Lc., M.A., mengingatkan bahwa pesantren perlu terus melakukan pembaruan agar tidak kehilangan relevansi di tengah perubahan zaman.

Menurut beliau, perubahan menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi pesantren, terlebih saat perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Tantangan yang semakin kuat adalah perubahan zaman.

Ustaz Bachtiar Nasir menekankan bahwa pesantren perlu membaca perubahan yang sedang berlangsung, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi digital.

“Kalau kita tidak membaca perkembangan yang terjadi saat ini, di era AI seperti ini, di era teknologi ini, maka kita juga akan tergilas oleh zaman,” tutur beliau mengingatkan.

Ust. Bakhtiar Nasir
Ustaz Bakhtiar Nasir tekankan penanaman nilai dasar sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman

Perubahan zaman saat ini juga membawa bentuk tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Perubahan tidak selalu hadir dalam bentuk tekanan yang terlihat secara langsung, tetapi dapat berlangsung secara perlahan melalui perubahan pola pikir, budaya, teknologi, ekonomi, dan kehidupan sosial.

Santri yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, menghadapi lingkungan dan perkembangan pemikiran yang berbeda. Muncul berbagai pertanyaan mengenai identitas, pendidikan, nasionalisme, dan pilihan kehidupan, sebagai tantangan yang semakin kompleks.

Di tengah perubahan tersebut, Ustaz Bachtiar Nasir menegaskan bahwa pesantren memiliki domain penting yang tidak boleh kehilangan pijakan, yaitu penanaman nilai-nilai keimanan dan prinsip dasar dalam menjalani kehidupan.

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi santri ketika mereka berinteraksi dengan berbagai lingkungan dan menghadapi perubahan yang terjadi di luar pesantren.

Keterbukaan terhadap perubahan tidak berarti meninggalkan fondasi pesantren. Justru, kemampuan membaca perkembangan zaman perlu berjalan bersama dengan penguatan iman, nilai, dan prinsip kehidupan yang telah ditanamkan melalui pendidikan pesantren.

“Dasar di pesantren itu ditanamkan nilai-nilai keimanan dan prinsip-prinsip dasar menjalani kehidupan,” jelas beliau. “Menjadi bekal santri ketika menghadapi realita di luar pesantren.”

Ustaz Bachtiar Nasir menyampaikan bahwa sejumlah persoalan tersebut perlu dilihat secara lebih akademik agar para pengelola pesantren tidak hanya memahami fenomenanya, tetapi juga mampu membaca konsep dan kerangka berpikir yang mendasarinya.

Pesantren dihadapkan pada kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara mempertahankan nilai-nilai dasar dan merespons perubahan yang memang tidak bisa dihindari.

Pesantren perlu tetap memiliki akar yang kuat, sekaligus mampu mengembangkan sistem pendidikan, tata kelola, sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Posting Komentar untuk "Majelis Multaqo Mudara Maahid IIEF 2026, Ustaz Bakhtiar Nasir Tekankan Pentingnya Pesantren Bekali Nilai Dasar Santri Sikapi Perkembangan Zaman"