Ustaz Setyadi Prihatno Paparkan Fungsi dan Pentingnya Sejarah dalam Pendidikan Islam

Sejarah memiliki peran penting dalam pendidikan Islam. Selain membantu memahami perjalanan umat dan peradaban, sejarah dapat digunakan untuk membangun pemikiran, memantapkan keyakinan, serta mengajarkan nilai-nilai yang menjadi pedoman kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I., ketika mengantarkan majelis bersama sejarawan Islam Dr. H. Tiar Anwar Bachtiar, S.S., M.Hum., Kamis, 22 Oktober 2026. Majelis berlangsung di meeting room lantai dua Komplek 06 Asemlegi Gabeng.

Ustaz Setyadi menguraikan sejumlah fungsi sejarah yang disampaikan dalam konteks pemaparan Dr. Tiar Anwar Bachtiar. Pertama, sejarah berfungsi membangun pemikiran, memantapkan keyakinan, dan mengajarkan gagasan.

Ustaz Setyadi Prihatno
Ustaz Setyadi menyampaikan fungsi sejarah bagi pendidikan Islam

Sejarah menjadi sarana pendidikan untuk membantu peserta didik memahami nilai dan pemikiran yang melatarbelakangi suatu peristiwa. Dengan mempelajari kisah tokoh terdahulu, santri diajak memahami alasan, prinsip, dan pelajaran yang terkandung di dalamnya.

Maka dari itu, sejarah tidak semestinya hanya diarahkan untuk mendapatkan nilai dalam ujian. Pembelajaran sejarah hendaknya bisa membantu santri dalam memahami dan menghayati nilai yang dipelajari agar dapat diterapkan dalam kehidupan.

Kedua, sejarah berfungsi menjadi cermin peradaban untuk mengambil ibrah dan hikmah. Pengalaman masa lalu dapat menjadi bahan refleksi untuk memahami perjalanan umat dan masyarakat. Dari tantangan yang dihadapi generasi terdahulu, terdapat pelajaran yang dapat digunakan untuk menyikapi persoalan masa kini.

Karena itu, sejarah perlu dipelajari lebih jauh, agar peserta didik mampu memahami konteks peristiwa dan mengambil hikmah darinya. Masa lalu tidak hanya untuk dikenang, melainkan sumber pembelajaran untuk melangkah ke masa depan.

Ketiga, sejarah berfungsi menjadi sarana menghadapi narasi yang merugikan umat dan bangsa. Sangat penting memahami sejarah secara utuh dalam menghadapi berbagai narasi tentang identitas dan perjalanan umat maupun bangsa.

Pemahaman sejarah yang baik dapat membantu generasi muda menilai informasi secara lebih kritis, memeriksa sumber referensinya, serta memahami suatu peristiwa berdasarkan konteksnya.

Upaya tersebut memerlukan pembelajaran yang bertanggung jawab dan didukung sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, santri bisa belajar memahami dan menilainya secara cermat.

Ketiga fungsi tersebut memperlihatkan bahwa sejarah memiliki kedudukan penting dalam pendidikan Islam. Sejarah dapat menjadi sarana membangun pemahaman, menanamkan nilai, serta memperkuat identitas generasi muda.

Para pendidik hendaknya memperluas wawasan mengenai pentingnya sejarah dalam proses pendidikan. Harapannya, pembelajaran sejarah dapat lebih menekankan pemahaman, keteladanan, dan pengamalan nilai-nilai positif dalam kehidupan para santri.

Posting Komentar untuk "Ustaz Setyadi Prihatno Paparkan Fungsi dan Pentingnya Sejarah dalam Pendidikan Islam"