Perkuat Branding dan Promosi PSB, Tim Markom PPTQ Qoryatul Qur’an Sharing bersama Praktisi Media Bapak Yanuarta

PPTQ Qoryatul Qur’an membentuk Tim Markom (Marketing Komunikasi) dan menggelar pertemuan perdana pada Senin, 21 September 2026, dari pukul 13.30 WIB hingga jelang magrib, di Pendapa Komplek 08 Jonggring Saloka.

Kegiatan ini dihadiri jajaran direktorat pesantren serta ustaz-ustaz yang ditunjuk sebagai Tim Markom dari masing-masing unit dan komplek. Menghadirkan praktisi media asal Karanganyar, Weru, yakni Pak Yanuarta.

Kegiatan yang dibuka oleh Koordinator QQ Media, Pak Wakhid Syamsudin. Dengan adanya majelis ini, diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada Tim Markom mengenai strategi mengenalkan unit dan komplek masing-masing kepada masyarakat, sekaligus memperkuat promosi Penerimaan Santri Baru (PSB) melalui media sosial.

Pak Yanu selaku pemateri, menekankan bahwa masa PSB telah dimulai sehingga tim media dan Markom perlu bergerak aktif memproduksi konten promosi. Menurut beliau, TikTok saat ini menjadi salah satu platform yang memiliki jangkauan luas dan layak menjadi fokus promosi pesantren.

Tim Markom
Pak Yanu menyampaikan arahan kepada Tim Markom PPTQ Qoryatul Qur’an 

Beliau menjelaskan bahwa kreativitas menjadi kunci dalam menghasilkan konten video pendek yang menarik dan tidak membosankan. Konten PSB juga perlu dibuat sebanyak mungkin dengan berbagai variasi konsep. Referensi dari kreator lain dapat dijadikan bahan belajar melalui prinsip ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi), tanpa menjiplak karya orang lain.

Selain promosi PSB, Bapak Yanu mengajak tim untuk mengangkat berbagai aktivitas dan budaya positif yang ada di lingkungan pesantren. Menurutnya, hal-hal sederhana seperti kedisiplinan ustaz dalam menggunakan helm saat berkendara juga dapat menjadi materi konten yang menarik sekaligus edukatif.

Beliau juga mendorong setiap anggota tim untuk membiasakan mencatat ide-ide yang muncul sewaktu-waktu agar tidak hilang sebelum dieksekusi. Sementara itu, fitur Live TikTok dinilai sangat potensial karena memungkinkan interaksi langsung dengan calon santri maupun calon wali santri yang sedang mencari informasi tentang pesantren.

“Host sebaiknya bergantian dan dilakukan pada jam-jam ketika masyarakat banyak menggunakan ponsel, seperti setelah Salat Asar atau setelah Salat Isya. Selain itu, host harus menguasai informasi PSB, mulai dari aturan, biaya pendidikan, hingga tata cara pendaftaran,” jelas Pak Yanu.

Pemilik akun Yansen Bantal ini juga mengusulkan agar kegiatan siaran langsung dijadwalkan secara rutin menggunakan akun TikTok pusat dengan melibatkan unit-unit secara bergantian. Bahkan, siaran langsung aktivitas santri dinilai mampu menarik perhatian keluarga santri serta masyarakat luas.

Ketua PSB QQ 2027, Ustaz Edi Casedi, S.Pd.I., M.P.I. menyampaikan bahwa besarnya jumlah sumber daya manusia yang dimiliki PPTQ Qoryatul Qur’an belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan optimalisasi media sosial pesantren. Oleh karena itu, materi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut perlu menjadi perhatian bersama.

Beliau menegaskan bahwa eksistensi pesantren di media sosial merupakan kebutuhan zaman. Semakin aktif sebuah lembaga menghadirkan konten, semakin besar peluangnya untuk dikenali oleh algoritma platform digital dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, Ustaz Nasrudin menjelaskan bahwa tugas utama Tim Markom adalah membangun kepercayaan publik terhadap pesantren. Mengenalkan nilai-nilai, program pendidikan, serta berbagai keunggulan yang dimiliki pesantren kepada calon santri dan orang tua.

Menurut beliau, branding pesantren harus dirancang dengan jelas, mulai dari menentukan citra yang ingin dibangun, pesan utama yang ingin disampaikan, hingga kesan yang ingin ditampilkan kepada masyarakat. Dan semua itu perlu peran media sosial.

Direktur Operasional PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Hartanto, S.Pd.I., menyampaikan bahwa perkembangan media sosial harus disikapi dengan bijak sebagai sarana dakwah. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan berbagai kebaikan yang ada di lingkungan pesantren.

Beliau juga mengingatkan bahwa PPTQ Qoryatul Qur’an telah memasuki usia 15 tahun. Dengan berbagai capaian yang dimiliki, pesantren sudah saatnya menunjukkan eksistensi dan kiprahnya kepada masyarakat yang lebih luas, dari desa untuk dunia.

Selanjutnya, disepakati bahwa operator akun TikTok pusat akan diamanahkan kepada Ustaz Salman Al Hawari dan Ustaz Muhammad Ilham. Adapun host yang akan mengawali siaran langsung sebagai tahap uji coba adalah Ustaz Andrean Nur Kholis dan Ustaz Hudzaifah.

Pak Yanu
Ustaz Hartanto menyampaikan kenang-kenangan untuk Pak Yanu

Dengan adanya pembentukan dan penguatan Tim Markom ini, PPTQ Qoryatul Qur’an berharap promosi PSB, branding pesantren, dan dakwah digital dapat berjalan lebih terarah sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal dan merasakan manfaat keberadaan pesantren.

Posting Komentar untuk "Perkuat Branding dan Promosi PSB, Tim Markom PPTQ Qoryatul Qur’an Sharing bersama Praktisi Media Bapak Yanuarta"