Kajian Rutin di Pendapa Griya Tahfizh Karangwuni, Ustaz Salim Hartono Bahas Cara Menghadapi Ujian dengan Ilmu

Tim Dakwah PPTQ Qoryatul Qur’an kembali menyelenggarakan kajian rutin bersama warga di Pendapa Griya Tahfizh Qoryatul Qur’an (GTQQ) Karangwuni. Dilaksanakan pada Ahad, 20 September 2026 pukul 20.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan ini, Ustaz Bilal Ahmad Mubarok, S.Pd., Ustaz Abdul Mu’in, S.Pd.I., Ustaz Aldi Hermawan, Ustaz Hendri Setiawan, Ustaz Aditya Putra Pratama, Ustazah Kanesa, Ustazah Ulin, dan Ustazah Rida. Pemateri kajian kali ini adalah Ustaz Salim Hartono.

Ustaz Salim Hartono menyampaikan kajian bertema “Menghadapi Ujian dengan Ilmu.” Beliau mengawali materi dengan mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam setiap aktivitas, termasuk bekerja.

Menurut beliau, pekerjaan yang diniatkan karena Allah Swt. akan bernilai ibadah, sedangkan jika hanya ditujukan untuk kepentingan dunia semata maka manfaatnya hanya terbatas pada kehidupan dunia.

Ustaz Salim Hartono
Ustaz Salim Hartono menyampaikan tentang menghadapi ujian hidup

Ustaz Salim Hartono juga menjelaskan bahwa kehidupan dunia hakikatnya adalah ujian. Oleh karena itu, seorang mukmin perlu menghadapi setiap ujian dengan ketenangan dan ilmu. Sebagai landasan, beliau membacakan firman Allah Swt.:

بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Menurut beliau, ketenangan batin yang sejati tidak diperoleh dari harta ataupun urusan dunia, melainkan dengan senantiasa mengingat Allah Swt. Beliau menegaskan bahwa seseorang yang menghadapi ujian tanpa ilmu berpotensi melakukan banyak kekeliruan dalam bersikap dan mengambil keputusan.

Selanjutnya, Ustaz Salim mengajak peserta untuk menyadari tujuan penciptaan hidup dan mati sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

“Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2)

Beliau menjelaskan bahwa amal terbaik memiliki dua syarat utama, yaitu ikhlas karena Allah Swt. dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Kedua hal tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan sekaligus mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat.

Dalam kajiannya, beliau juga menyinggung tentang istidraj, yaitu keadaan ketika seseorang terus-menerus diberi kenikmatan namun tidak semakin dekat kepada Allah. Sebaliknya, ada kalanya seorang mukmin diberikan keterbatasan dalam urusan dunia sebagai bentuk kasih sayang Allah agar tetap dekat dan bergantung kepada-Nya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Allah menguji manusia melalui dua hal. Pertama, dengan sesuatu yang disenangi, seperti harta dan berbagai kenikmatan dunia. Manusia sering kali sangat mencintai dunia sehingga lalai dari tujuan hidup yang sebenarnya.

Kajian rutin
Suasana kajian rutin

Kedua, dengan sesuatu yang ditakuti, seperti kemiskinan, kesulitan, dan berbagai musibah. Dalam kondisi seperti itu, manusia cenderung lebih banyak mengingat Allah, memikirkan dosa-dosanya, serta mempersiapkan diri menghadapi kematian.

Melalui kajian rutin ini, diharapkan para peserta semakin memahami hakikat ujian kehidupan serta mampu menyikapinya dengan ilmu, kesabaran, dan ketakwaan. Dengan demikian, setiap nikmat maupun musibah dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan meningkatkan kualitas amal saleh.

Kontributor: Ustaz Aditya Putra Pratama

Posting Komentar untuk "Kajian Rutin di Pendapa Griya Tahfizh Karangwuni, Ustaz Salim Hartono Bahas Cara Menghadapi Ujian dengan Ilmu"