Mengatasi Asma dengan Habbatussauda

Oleh: Anas Sikhadin
Santri kelas XI Matiq MATQ Qoryatul Qur’an Komplek 01 Kauman 1, asal Bantul, Yogyakarta

Tulisan ini saya awali dengan sebuah cerita. Beberapa hari yang lalu, teman satu asrama saya mengalami sesak napas. Ia terbaring dengan napas yang terengah-engah. Kami sempat bingung dengan apa yang terjadi. Ternyata, teman saya mempunyai penyakit asma, dan kebetulan cuaca sedang dingin sehingga membuatnya kambuh.

Teman saya itu sudah menyiapkan inhaler di lemarinya. Dengan alat tersebut, akhirnya ia bisa bernapas lega. Namun, teman-teman saya yang lain justru bertanya, “Orang dulu kalau punya asma sebenarnya bagaimana, ya? Kan belum ada inhaler.”

Pertanyaan itu membuat saya bingung juga. Namun, dari kebingungan itulah saya menjadi penasaran. Setelah mencari beberapa referensi, saya menemukan jawabannya dari sebuah buku yang saya baca.

Buku itu berjudul "Kedahsyatan Habbatussauda dari Perspektif Ilmiah" yang ditulis oleh dr. Insan Agung Nugroho, seorang konsultan medis PT Habbatussauda Int.

Di dalam buku itu dijelaskan bahwa ada obat tradisional yang bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, yaitu sebuah biji kecil yang bernama habbatussauda.

Mengatasi Asma
Mengatasi Asma dengan Habbatussauda

Apa itu habbatussauda? Habbatussauda berasal dari bahasa Arab, dari kata habbah yang berarti biji dan sauda yang berarti hitam. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, menjadi “biji hitam” atau dikenal sebagai jintan hitam. Dalam bahasa Inggris, disebut black seed atau black cumin.

Habbatussauda termasuk famili Ranunculaceae, yaitu tumbuhan berbunga berwarna putih kebiruan. Tinggi tanamannya dapat mencapai 50 hingga 60 cm. Awalnya, bijinya berwarna putih, lalu melalui proses pematangan berubah menjadi hitam. Ukurannya kecil seperti biji wijen, rasanya khas: agak pahit, pedas, dan sering kali terasa getir di tenggorokan.

Menurut Iman Al-Saleh, peneliti dari Arab Saudi, tepatnya dari Departemen Biokimia Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas King Saud, kandungan kimia habbatussauda terdiri dari alfatokoferol, betatokoferol, thymoquinone, transretinol, dan selenium.

Perlu diketahui bahwa sesak napas pada penderita asma disebabkan oleh saluran napas yang menyempit. Oleh karena itu, saluran tersebut perlu dilonggarkan dengan zat yang memiliki sifat bronkodilator, yang di antaranya terdapat pada habbatussauda.

Zat aktif yang berperan dalam proses tersebut adalah nigellone. Salah satu fungsinya dalam terapi asma adalah menghambat pelepasan histamin oleh sel mast.

Lalu, bagaimana terapi habbatussauda yang dapat diberikan pada penderita asma? Ada satu penelitian berjudul “Effect of Nigella sativa on Subjective Feeling on Patients with Allergic Disease” yang dimuat dalam Journal of Phytotherapy Research tahun 2003.

Penelitian itu menyebutkan bahwa dosis untuk menanggulangi asma bronkial menggunakan minyak adalah 40 hingga 80 mg/kg per hari. Sementara itu, satu sendok makan rumahan biasanya berukuran sekitar 7,5 ml, sehingga diperlukan satu sendok penuh.

Untuk memberikan efek yang cepat, campurkan setengah sendok makan minyak habbatussauda ke dalam minuman panas. Hirup uapnya dengan kuat, lalu setelah dingin, minum hingga habis. Lakukan dua kali sehari. Saat menghirup uapnya, usahakan mata ditutup karena minyak volatilnya terasa pedas di mata.

Dengan mengetahui manfaat habbatussauda, semoga teman-teman yang memiliki penyakit asma dapat melakukan terapi secara mandiri sebagai ikhtiar untuk meredakan gejalanya.

Referensi: Buku "Kedahsyatan Habbatussauda dari Perspektif Ilmiah" karya dr. Insan Agung Nugroho, terbitan Habbats Publishing, 2016.

Posting Komentar untuk "Mengatasi Asma dengan Habbatussauda"