TAUD Qoryatul Qur’an mengadakan kegiatan rihlah ceria untuk santri kelas besar, yakni kelas Umar bin Abdul Aziz dan Al Ayyubi 2, dengan tujuan utama ke Mini Zoo Jogja Exotarium, pada Selasa, 21 April 2026 pukul 11.00 WIB. Tema kegiatan adalah "Bersama Ceria Selamanya Bersaudara".
Ketika para santri mengikuti outbound bersama kakak-kakak pemandu Jogja Exotarium, para wali santri yang mengantar serta, mengikuti majelis pembinaan, bertempat di Pendapa Puspowarni.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian rihlah, sekaligus momentum berharga untuk mempererat silaturahmi antar wali santri. Suasana kekeluargaan begitu terasa, menunjukkan kuatnya ikatan antara lembaga dan orang tua dalam mendidik generasi Qur’ani.
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala TAUD Qoryatul Qur’an, Ustaz Bambang Wahyudi, S.E., beserta beberapa pengajar yang tidak bertugas mendampingi santri outbound. Majelis dipandu oleh Ustaz Aditya Putra Pratama dan Ustazah Endang Tri Kusumawati.
Kajian parenting disampaikan oleh Ustaz Sujud Eloy, bagian kepengasuhan PPTQ Qoryatul Qur’an, dengan penekanan pada pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak.
![]() |
| Majelis wali santri TAUD Qoryatul Qur'an |
Ustaz Sujud menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Orang tua memiliki tanggung jawab utama, bahkan perlu menjalin kerja sama dengan sesama wali santri untuk saling mengawasi dan mengabarkan perkembangan anak-anak.
Dalam pemaparannya, beliau juga mengingatkan bahwa akhlak seorang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan pertemanannya. Oleh karena itu, kepedulian antar wali santri menjadi kunci untuk saling mengingatkan dan menjaga.
Tidak cukup hanya mendidik anak sendiri, namun juga perlu bersama-sama menciptakan lingkungan pertemanan yang baik dan sehat. Maka, bekerja sama dan bersinergi antar wali santri menjadi hal yang penting.
Beliau menyinggung fenomena memprihatinkan di kalangan remaja saat ini, seperti kecelakaan akibat pergaulan bebas dan kebiasaan buruk. Ini adalah peringatan bahwa lingkungan memiliki dampak besar terhadap masa depan anak. Maka sinergi antar orang tua sangat dibutuhkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Ustaz Sujud mengajak seluruh wali santri untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Persaudaraan dalam Islam bukan hanya untuk kepentingan dunia, tetapi juga harus dijaga hingga akhirat.
Dengan saling mendukung dalam pendidikan, diharapkan anak-anak TAUD Qoryatul Qur’an tumbuh dalam lingkungan yang baik, berakhlak mulia, dan senantiasa dalam penjagaan Allah Swt.
Majelis juga diwarnai dengan sesi tanya jawab. Wali santri secara interaktif dipersilakan bertanya terkait pengasuhan putra-putri mereka. Ustaz Sujud memberikan jawaban dengan jelas dan mencerahkan.
Akhirnya, melalui majelis ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pihak sekolah dan para wali santri, sehingga tercipta lingkungan yang saling mendukung dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan tumbuh dalam suasana penuh kepedulian serta ukhuwah Islamiyah.

Posting Komentar untuk "Menguatkan Sinergi, TAUD Qoryatul Qur’an Gelar Majelis Wali Santri dalam Momen Rihlah Ceria di Jogja Exotarium"