PPTQ Qoryatul Qur'an Komplek 06 Asemlegi Gelar Panggung Ramadan Santri Talent & Identity Festival (STIF): Nothing Impossible!

Jumat, 27 Februari 2026, bakda Salat Tarawih, PPTQ Qoryatul Qur'an Komplek 06 Asemlegi Gabeng menggelar panggung kreativitas Santri Talent & Identity Festival (STIF) dengan tema Nothing Impossible!

Digelar di halaman komplek, yang juga menjadi pusat kegiatan Kampung Ramadan 1447 H. Sebuah event megah yang diinisiasi oleh para santriwati MTsTQ Qoryatul Qur'an.

Sekira pukul 21.00 WIB, acara dimulai. Empat santriwati bertindak sebagai MC, masing-masing menggunakan empat bahasa: bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Jawa.

Santri Talent & Identity Festival (STIF)
Santri Talent & Identity Festival (STIF)

Selain memandu acara, keempat santriwati juga menyampaikan prolog acara malam ini. Menyampaikan makna tema yang diangkat, yakni “Nothing Impossible”, tak ada yang mustahil bagi kita yang mau berusaha.

Lantunan ayat suci mengawali kegiatan untuk menghadirkan keberkahan. Mengalun dari lisan dua santriwati yang bertugas. Setelah itu, acara berlanjut dengan sambutan-sambutan.

Tilawah
Pembacaan ayat suci Al-Qur'an 

Sambutan tuan rumah oleh Kepala Komplek 06 Asemlegi, Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H. Menyampaikan selamat datang pada segenap tamu undangan. Mengapresiasi para santriwati atas terselenggaranya acara malam ini.

Ini adalah ajang kreativitas para santri sekaligus melaporkan kegiatan Ramadan selama sekitar 10 hari pertama. Berharap saran masukan dan kritik membangun dari para sesepuh yang berkenan hadir.

Ustaz Luthfi Zubaidi
Ustaz Luthfi menyampaikan sambutan

Seluruh rangkaian semarak Ramadan telah digelar di Komplek 06 Asemlegi dengan konsep Kampung Ramadan. Di antara yang melibatkan warga sekitar adalah adanya bazar Ramadan yang diikuti sekitar 15 pedagang UMKM.

Ustaz Luthfi juga menyampaikan laporan kegiatan yang sudah terlaksana, di antaranya talk show bersama Kak Atina dari ISA, bedah buku, dan lomba-lomba. Mewakili panitia, beliau meminta maaf atas kekurangan yang ada dan mohon bimbingan lebih lanjut.

Sambutan selanjutnya dari Ustaz Didik Efendi, S.T. selalu pemangku komplek. Beliau mengaku terkesan sejak pembukaan acara. Pun menyukai tema acara malam ini, tidak ada kemustahilan, ini adalah optimisme luar biasa.

Ustaz Didik Efendi
Ustaz Didik Efendi mengapresiasi kreativitas santri

Ustaz Didik juga mengakui kekuatan atas tema itu dalam kehidupan beliau. Sama maknanya dengan ungkapan “Berpantang mati sebelum ajal”. Beliau menutup sambutan dengan mengucapkan I love you pada seluruh santri yang sukses menggelar acara ini.

Selanjutnya, santri menampilkan beberapa krativitas. Di antaranya adalah aksi beladiri berkelompok dan peraturan baris-berbaris dengan variasi formasi yang memukau para hadirin.

Kreasi santri
Penampilan kreativitas santri

Lanjut dengan sesi nasihat disampaikan oleh Ustazah Umi Lathifah selaku kepala kepengasuhan santri. Beliau mengapresiasi kegiatan malam ini. “Karya MTs tetapi serasa karya mahasiswa,” ungkap beliau penuh kekaguman.

Ustazah Umi juga bangga dengan adanya peningkatan dari tahun ke tahun yang beliau saksikan. Beberapa catatan beliau sampaikan sebagai bahan evaluasi untuk kemajuan bersama, lebih baik ke depannya.

Ustazah Umi Lathifah
Ustazah Umi menyampaikan nasihat untuk para santri 

Ustazah Umi menyampaikan agar setiap karya dan hal yang dilakukan harap ada pendampingan dari asatizah, harus ada seleksi. Karena yang ditampilkan secara umum akan menjadi syiar bagi wajah pesantren.

Beliau menyoroti terkait kostum kreasi yang dipakai agar tetap disesuaikan dengan adab pakaian islami. Dulu sempat ada kostum yang menurut beliau terlalu glamor, dan alhamdulilah hari ini tidak ada.

Acara berlanjut dengan penampilan drama yang mengangkat tentang perjuangan seorang santriwati yang awalnya merasa tidak mampu mengimbangi hafalan teman-temannya di pesantren, hampir menyerah dan kemudian mendapat motivasi dari ustazah.

Acara berlanjut dengan penampilan drama yang mengangkat tentang perjuangan seorang santriwati yang awalnya merasa tidak mampu mengimbangi hafalan teman-temannya di pesantren, hampir menyerah dan kemudian mendapat motivasi dari ustazah.

Drama
Pentas drama

Puncak acara, nasihat dan taujih disampaikan oleh Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur'an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I. Beliau mengawali dengan mengapresiasi kegiatan malam hari ini.

Ustaz Setyadi mengomentari tema yang diangkat, tentang optimisme akan sebuah impian, yang mengingatkan pada Theodor Herzl, tokoh Yahudi, yang sangat yakin negara Yahudi akan berdiri. Dalam bukunya Der Judenstaat (1896), ia menulis: “Wenn ihr wollt, ist es kein Märchen.” (Jika kalian menghendakinya, itu bukanlah sebuah dongeng).

Ustaz Setyadi Prihatno
Direktur Umum menyampaikan nasihat dan apresiasi atas terselenggaranya acara ini

Ungkapan ini menunjukkan optimisme dan keyakinannya bahwa negara Yahudi bukanlah mimpi kosong, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan dengan kemauan dan usaha bersama.

Selain itu, setelah Kongres Zionis Pertama di Basel tahun 1897, Herzl menulis dalam buku hariannya bahwa: “Di Basel saya mendirikan Negara Yahudi… Mungkin dalam lima tahun, dan pasti dalam lima puluh tahun, semua orang akan mengetahuinya.” Menariknya, sekitar 50 tahun kemudian, pada 1948, berdirilah negara Israel.

Poin yang diangkat oleh Ustaz Setyadi adalah tentang optimisme yang menjadi kekuatan mewujudkan mimpi. Beliau berharap dari Qoryatul Qur'an ini terwujud impian bersama untuk membebaskan Baitul Maqdis.

Demikian seluruh rangkaian acara malam hari ini berjalan dengan lancar. Tibalah pada sesi penutupan. Akhirnya, semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi para santri dalam rangka meraih mimpi, bahwa tak ada yang mustahil bagi yang mau berusaha.

Posting Komentar untuk "PPTQ Qoryatul Qur'an Komplek 06 Asemlegi Gelar Panggung Ramadan Santri Talent & Identity Festival (STIF): Nothing Impossible!"