Ustaz Didik Efendi: Merawat Persaudaraan dalam Bingkai Keimanan

Dalam beribadah, kita tidak bisa berjalan sendiri. Salat mengajarkan kebersamaan melalui berjemaah, yang membutuhkan orang lain agar pahala dan kekuatannya semakin sempurna. Menikah pun menuntut hadirnya pasangan sebagai teman hidup dalam kebaikan.

Karena itu, merawat persaudaraan dan menjaga hubungan baik dengan sesama menjadi sangat penting, agar ibadah kita kokoh dan kehidupan berjalan dalam kebersamaan yang diridai Allah.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103)

Ust Didik
Ustaz Didik mengajak saling jaga persaudaraan

Banyak hal akan terasa lebih ringan dan mudah ketika dilaksanakan bersama-sama. Kebersamaan menghadirkan kekuatan karena saling melengkapi kekurangan, serta menumbuhkan semangat untuk terus melangkah.

Allah mempersaudarakan orang-orang beriman dengan ikatan iman, meskipun mereka tidak terlahir dari rahim yang sama. Persaudaraan dalam Islam tidak dibatasi oleh hubungan darah, suku, atau bangsa, melainkan disatukan oleh akidah dan ketaatan kepada-Nya.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Sesama saudara, kita hendaknya saling berbuat baik, menebarkan kebaikan, dan menjaga lisan serta perbuatan agar tidak menyakiti. Persaudaraan akan kokoh jika diisi dengan kasih sayang. Permusuhan hanya akan merusak ikatan yang telah Allah satukan.

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

Mencaci maki seorang Muslim adalah kefasikan, dan memeranginya adalah kekufuran.” (HR. Bukhari Muslim)

Bahkan Allah menjanjikan kemudahan di akhirat bagi siapa saja yang menolong sesama di dunia. Siapa yang meringankan kesulitan saudaranya, maka Allah akan meringankan kesulitannya pada hari kiamat. Siapa yang memudahkan urusan orang lain, niscaya Allah memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.

Bahkan seorang mukmin belum disebut sempurna imannya hingga ia mencintai untuk saudaranya kebaikan yang sama sebagaimana ia mencintai kebaikan untuk dirinya sendiri. Baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

Sikap ini melahirkan empati, kepedulian, dan keinginan tulus agar orang lain mendapatkan kebahagiaan, bukan iri atau dengki, sehingga persaudaraan dalam iman benar-benar terjaga dan kuat.

Resume kajian Ahad Pagi di Masjid Widad El Fayez, Komplek Asem Legi, Gabeng, pada 1 Maret 2025 disampaikan oleh Ustaz H. Didik Efendi, ST, ketua MUI Kecamatan Weru

Posting Komentar untuk "Ustaz Didik Efendi: Merawat Persaudaraan dalam Bingkai Keimanan"