Mahasantri Ma’had Aly Qoryatul Qur’an Putri mengikuti kegiatan bermajelis bersama Syekh Dr. Muhammad Said Bakr pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Musala Al-Mukmin Babadan, dimulai bakda Salat Magrib hingga menjelang waktu Isya.
Majelis keilmuan ini diselenggarakan sebagai ikhtiar untuk menambah keberkahan ilmu, menguatkan iman dan adab, serta menumbuhkan kecintaan para mahasantriwati terhadap ilmu dan para ulama. Suasana majelis berlangsung khidmat dan penuh antusiasme.
Majelis dihadiri oleh sesepuh Komplek 03 Babadan, yaitu Mbah Wasiman dan Bapak Abu Yadi, Mudir Ma’had Aly Qoryatul Qur’an Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.Pd., Ustaz Muhammad Devi Syahputra, serta segenap ustazat Babadan.
Acara diawali dengan prolog dari Mudir Ma’had Aly Qoryatul Qur’an, Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.Pd. Beliau mengingatkan kepada para mahasantriwati bahwa kedatangan Syekh Dr. Muhammad Said Bakr ke lingkungan Qoryatul Qur’an bukanlah yang pertama.
Sebelumnya, Syekh telah berkunjung dan membersamai kegiatan ilmiah di Qoryatul Qur’an, sehingga kehadiran beliau menjadi bagian dari nikmat karunia Allah dan kesempatan berharga yang patut disyukuri.
![]() |
| Syekh Dr. Muhammad Said Bakr bermajelis bersama Maaly QQ |
Pada sesi utama, Syekh Dr. Muhammad Said Bakr menyampaikan sejumlah nasihat dan wasiat penting bagi para pencari ilmu. Beliau menekankan tiga pilar utama dalam menjaga ilmu, yaitu belajar, mempraktikkan, dan menyampaikan. Menurut beliau, dengan tiga hal inilah Allah menjaga keberlangsungan dan keberkahan ilmu.
Syekh juga mengajak para mahasantriwati untuk senantiasa menjaga keikhlasan dalam menuntut ilmu. Beliau mengutip firman Allah Ta’ala,
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
sebagai pengingat bahwa inti dari seluruh amal, termasuk belajar, adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata.
Lebih lanjut, Syekh menambahkan bahwa setelah ikhlas, seorang penuntut ilmu harus bersifat berkelanjutan dan tidak berhenti. Menurut beliau, berhenti dari proses belajar akan menyebabkan terputusnya keberkahan, menimbulkan kerugian, dan menjadi sebab mudahnya lupa terhadap ilmu yang telah dipelajari.
Dalam kesempatan tersebut, Syekh juga menegaskan bahwa kemampuan para mahasantriwati dalam bahasa Arab merupakan nikmat besar dari Allah. Dengan bahasa Arab, ajaran agama dapat dipahami secara lebih utuh dan mendalam.
Beliau menyampaikan bahwa memiliki dua bahasa ibarat memiliki dua lisan, dan hal tersebut adalah karunia luar biasa yang patut disyukuri serta dimanfaatkan sebaik mungkin.
Sebelum penutup, dibuka sesi tanya jawab khusus bagi para mahasantriwati. Beberapa mahasantriwati tampak antusias mengajukan pertanyaan, yang kemudian dijawab langsung oleh Syekh dengan penjelasan yang penuh hikmah dan motivasi.
Akhirnya, semoga majelis ini mampu menambah semangat para mahasantriwati dalam menuntut ilmu, menjaga adab, serta memperkuat hubungan batin dengan para ulama sebagai pewaris ilmu Nabi Saw.
Kontributor: Ustazah Almar ‘Atush Sholihah

Posting Komentar untuk "Mahasantri Ma’had Aly Qoryatul Qur’an Putri Bermajelis Bersama Syekh Dr. Muhammad Said Bakr: Menjaga Ilmu dengan Belajar, Praktik, dan Menyampaikan"