Santri INeS MITQ Qoryatul Qur’an Belajar tentang “Segitiga Api”, Apa Itu?

Pada hari Kamis, 22 Januari 2026, santri INeS (Islamic Nature School) MITQ Qoryatul Qur’an melaksanakan kegiatan pembelajaran outdoor. Kegiatan ini diawali dengan jalan-jalan pagi di sekitar lingkungan pondok sambil mengamati hewan dan tumbuhan yang ada di sekitar, bersama Ustaz Munadif dan Ustaz Ihsan.

Kegiatan pembelajaran luar ruangan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada santri berbagai macam jenis hewan dan tumbuhan di sekitar kita. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Munadif menyampaikan penjelasan tentang manfaat diciptakannya hewan dan tumbuhan.

Sebagai contoh, beliau menjelaskan tentang lebah madu. Lebah madu pergi mencari makan berupa nektar bunga, dan dari sebagian nektar tersebut kemudian dihasilkan madu yang biasa kita konsumsi. Selain itu, Ustaz Munadif juga menjelaskan manfaat dari beberapa jenis tumbuhan lainnya.

Sementara itu, Ustaz Ihsan menyampaikan materi tentang siput yang memiliki peran penting bagi ekosistem. Siput berfungsi menyuburkan tanah, menjadi pendaur ulang bahan organik, serta dagingnya mengandung protein yang baik bagi tubuh.

Setelah kegiatan pengamatan hewan dan tumbuhan selesai, Ustaz Munadif mengajak para santri untuk melanjutkan pembelajaran di pendapa komplek. Di pendapa, santri INeS belajar tentang materi “Segitiga Api”. 

Segitiga Api
Mengenal dan praktik Segitiga Api 

Segitiga Api adalah model dasar yang menjelaskan tiga elemen penting yang diperlukan agar api dapat menyala dan terus membakar: panas (heat), bahan bakar (fuel), dan oksigen (oxygen); jika salah satu unsur ini dihilangkan, api akan padam.

Unsur-unsur ini digambarkan dalam bentuk segitiga karena ketiga komponen tersebut harus hadir bersamaan agar pembakaran terjadi secara berkelanjutan. Sekaligus menjadi prinsip fundamental dalam pencegahan dan pemadaman kebakaran.

Ustaz Munadif menegaskan bahwa api hanya dapat menyala apabila ketiga komponen tersebut ada, dan api tidak akan menyala jika salah satu komponen tidak terpenuhi.

Untuk memperkuat pemahaman, santri melakukan praktik menyalakan api tanpa menggunakan korek, melainkan dengan alat fire starter. Dalam praktik tersebut, santri juga membuktikan bahwa api tidak dapat menyala tanpa adanya udara, yaitu dengan menutup api yang menyala menggunakan gelas kaca hingga api padam.

Pelajaran sederhana ini menjadi pengalaman dan pengetahuan baru yang menarik bagi santri INeS. Semoga pelajaran yang didapatkan pada kegiatan hari ini dapat bermanfaat dan menjadi bekal berharga bagi santri di masa yang akan datang.

Reporter: Ustaz Muhammad Ikhsannudin, S.Pd. 

Posting Komentar untuk "Santri INeS MITQ Qoryatul Qur’an Belajar tentang “Segitiga Api”, Apa Itu?"