PPTQ Qoryatul Qur’an kembali menyelenggarakan kegiatan Daurah Ilmiah Syar’iah pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Widad El Fayez Asemlegi, Gabeng, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Daurah kali ini diikuti oleh seluruh santriwati dan mahasantriwati dari segenap komplek putri PPTQ Qoryatul Qur’an, didampingi para ustazah. Bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penjelasan kepada para santriwati tentang pentingnya mengembangkan diri secara utuh, baik dari sisi ruhiyah, keilmuan, maupun fisik.
Pembicara utama dalam daurah ini adalah Syekh Dr. Muhammad Said Bakr, dengan didampingi penerjemah Ustaz Zakki Zayrofi, B.A. Materi disampaikan dengan judul “منهجيات في بناء الذات” (Metodologi dalam Mengembangkan Diri).
![]() |
| Syekh memaparkan tentang metodologi pengembangan diri |
Dalam pemaparannya, Syekh menjelaskan perbedaan mendasar antara pribadi yang dewasa dan yang belum dewasa. Menurut beliau, orang yang dewasa adalah mereka yang mampu membangun dan mengendalikan dirinya sendiri serta memberi pengaruh positif kepada lingkungan sekitar. Adapun pribadi yang belum dewasa adalah yang belum mampu membangun dirinya sendiri.
Syekh kemudian menjelaskan alasan mengapa seorang Muslim harus bersungguh-sungguh membangun diri. Di antaranya karena setiap Muslim bertanggung jawab atas dirinya sendiri di dunia dan akhirat. Mengabaikan pengembangan diri akan menyebabkan seseorang tertinggal, sementara berlomba-lomba dalam kebaikan merupakan perkara yang terpuji.
Beliau juga mengingatkan pentingnya muhasabah diri, sebagaimana perkataan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, “حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا” (Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab), serta menekankan bahwa menuntut ilmu merupakan kebutuhan utama dalam proses membangun diri.
Adapun metode dalam membangun diri, Syekh menyampaikan beberapa prinsip penting, di antaranya memperhatikan waktu yang dimiliki, menjaga keseimbangan antara ruh, akal, dan jasad, serta memilih lingkungan pertemanan yang baik.
Selain itu, seorang penuntut ilmu dianjurkan untuk memanfaatkan waktu-waktu yang fadhilah, menyadari tujuan penciptaan manusia, mendahulukan perkara yang utama, serta terus berlomba dalam kebaikan.
Syekh juga menekankan pentingnya memulai dari hal-hal yang mudah menuju yang lebih sulit, bersikap tertib dan tidak tergesa-gesa, serta membiasakan istikharah dan mencari pertimbangan sebelum mengambil keputusan.
Dalam pembahasan lanjutan, Syekh menyebutkan empat bidang utama yang harus diperhatikan dalam pengembangan diri, yaitu membangun hati, membangun pikiran, membangun keahlian, dan membangun jasad atau fisik.
Dalam membangun hati, Syekh menekankan pentingnya tilawah Al-Qur’an, tadabbur, menghafal Al-Qur’an, memperbarui niat, memperbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga, ma’had, Indonesia, Palestina, dan seluruh kaum Muslimin.
Selain itu, dianjurkan untuk memperbanyak istigfar, mendoakan orang yang telah meninggal, menjaga silaturahmi, memaafkan orang lain, mengikuti kabar kaum Muslimin, mencintai kebaikan, bersedekah, berpuasa meski hanya tiga hari dalam sebulan, serta membiasakan tersenyum.
Dalam membangun akal atau pikiran, Syekh mengajak santriwati untuk memperbanyak membaca, mencari kebenaran ilmu, berani bertanya, serta menyaring sumber-sumber informasi yang terpercaya.
Diskusi ilmiah, bermajelis dengan orang-orang saleh, menghadiri majelis ilmu seperti seminar, belajar langsung kepada ahlinya (talmidzah), serta membaca sejarah dan tarikh juga menjadi bagian penting dalam mengasah intelektual.
![]() |
| Santriwati dan mahasantriwati antusias mengikuti daurah |
Adapun dalam membangun keahlian, Syekh menekankan pentingnya terus mencoba dan tidak mudah menyerah, mendalami satu bidang keahlian secara serius, mampu memberi manfaat dalam berbagai kondisi, terbiasa menghadapi kesulitan, serta memiliki wawasan dan pola pikir yang luas.
Sementara itu, dalam membangun jasad atau fisik, Syekh mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, berolahraga seperti latihan beban, berjalan kaki, belajar memanah, berenang, menjaga kebersihan diri, serta menghindari penyakit dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.
Sebagai penutup, Syekh membuka sesi tanya jawab. Beberapa santriwati tampak antusias mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan yang dilemparkan oleh Syekh. Suasana semakin hidup ketika Syekh memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada santriwati yang aktif bertanya dan menjawab.
Kegiatan daurah berjalan dengan tertib, tenang, dan penuh keberkahan. Diharapkan materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi para santriwati dan mahasantriwati dalam membangun diri secara seimbang dan berkelanjutan.
Kontributor: Ustazah Fitri Nurhayati


Posting Komentar untuk "Daurah Ilmiah Syar’iah, Syekh Dr. Muhammad Said Bakr Paparkan Metodologi Membangun Diri bagi Santriwati PPTQ Qoryatul Qur’an"