Ustaz Muhammad Husain dan Ustaz Bilal Ahmad Mubarok mewakili PPTQ Qoryatul Qur’an mengikuti kegiatan Pelatihan Ayam Kampung Petelur yang diselenggarakan pada Ahad, 25 Januari 2026, bertempat di Resto Domba Lawu, Karanganyar. Kegiatan ini mengusung tema “Belajar Ketahanan Pangan dari Desa untuk Negeri Tercinta”.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Forum Maahid dan Madaris Qur’an Indonesia (FORMAQIN) bekerja sama dengan Halal Sinergi F&B Management, Sekolah Dagang, dan Resto Domba Lawu.
Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan beternak ayam kampung petelur sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan sekaligus pengembangan ekonomi umat.
![]() |
| Belajar Ketahanan Pangan dari Desa untuk Negeri Tercinta |
Dalam pemaparan materi, disampaikan bahwa beternak ayam kampung bisa bernilai ibadah dan termasuk kemandirian pangan, sekaligus juga memiliki potensi besar sebagai usaha produktif yang berkelanjutan.
Salah satu materi utama adalah pembuatan pakan ayam fermentasi dengan komposisi: ampas tahu 40%, katul 20%, jagung 20%, sentrat pedaging 10%, dan mineral 10%.
Seluruh bahan difermentasi menggunakan EM4 dan molase dengan tambahan 1 liter air, kemudian disemprotkan ke pakan dan disimpan dalam wadah kedap udara selama 7 hari sebelum digunakan.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai fase pemeliharaan ayam, meliputi fase penetasan, pembesaran tahap I (usia 0–2,5 bulan), pembesaran tahap II (usia 2,5–5 bulan), hingga fase indukan bertelur. Peternak dapat memilih fase mana yang akan ditekuni sesuai dengan tujuan dan kemampuan.
Selain itu, disampaikan pula pembuatan obat herbal fermentasi KUTEJA (kunir, temulawak, jahe). Masing-masing bahan dibuat sebanyak 1 kg, diblender secara terpisah, lalu difermentasi dengan air kelapa 10 liter, gula aren 10 ons, dan EM4 sebanyak 5 tutup. Penggunaannya disesuaikan dengan kondisi ayam dan diberikan melalui air minum atau pakan.
![]() |
| Pelatihan beternak ayam kampung petelur |
Materi penting lainnya adalah perawatan fase kritis DOC (Day Old Chick), yang menekankan pentingnya suhu kandang ideal (32°–35°C), pakan bergizi pabrikan usia 1–30 hari, pemberian molase pada air minum usia 1–14 hari, alas kandang yang kering, serta deteksi dini penyakit dan vaksinasi.
Dalam pelatihan ini juga direkomendasikan jenis ayam kampung unggul, yaitu ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) yang bersifat dwiguna sebagai petelur dan pedaging, serta ayam Elba (ayam Arab) yang unggul dalam produksi telur.
Antisipasi hama gurem dijelaskan dengan metode alami menggunakan daun sereh dan jeruk yang dirajang dan ditaburkan di alas kandang. Untuk kandang minimalis, ukuran ideal yang disarankan adalah 100 cm x 80 cm x 80 cm.
Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, Ustaz Muhammad Husain dan Ustaz Bilal Ahmad Mubarok berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan pesantren serta pemberdayaan ekonomi umat berbasis peternakan.
Kontributor: Ustaz Bilal Ahmad Mubarok, S.Pd.


Posting Komentar untuk "Perwakilan PPTQ Qoryatul Qur’an Ikuti Pelatihan Ayam Kampung Petelur bersama FORMAQIN: “Belajar Ketahanan Pangan dari Desa untuk Negeri Tercinta”"