Serunya Santri ISTECH MTsTQ Qoryatul Qur’an Ikuti Latihan Berkuda dan Memanah

Mengawali semester genap, santri ISTECH MTsTQ Qoryatul Qur’an mengikuti kegiatan berkuda dan memanah. Dilaksanakan di lapangan kuda milik pesantren di Komplek 02 Pucung. Dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026, pukul 08.00 WIB.

Latihan berkuda di bawah bimbingan Ustaz Muhammad Ikhsannudin, S.Pd. Sebelum mulai kegiatan, beliau mengingatkan santri beberapa hal terkait sikap kita kepada kuda. Termasuk membenarkan niat terlebih dulu.

“Bukan sekadar senang-senang, tapi berkuda hendaklah diniatkan untuk berlatih fisabilillah agar setiap kotoran, keringat, dan kotoran kuda akan jadi pahala,” kata Ustaz Ikhsan. “Jangan pernah mengejek atau menghina kuda apapun kondisinya.”

Ustaz Ikhsan mengingatkan bahwa kondisi kuda akan mengikuti perasaan kita. Kalau kita takut atau panik pada kuda maka akan membuat kuda tidak nyaman dengan kita. “Untuk itu, bersikaplah tenang bersamanya,” kata beliau.

Berkuda
Santri ISTECH berlatih menunggang kuda

Ustaz Ikhsan kemudian mengajak santri membaca doa sebelum berkuda. Latihan menggunakan dua ekor kuda milik pesantren, yang bernama Yasmin dan Naisa. Dimulai dari santri putra, mereka secara bergantian menaiki kuda dengan panduan dari Ustaz Ikhsan dibantu oleh Ustaz Raihan Afif Ilyasa, S.Pd.

Di sisi lain lapangan, santri putri belajar memanah dipandu oleh Ustazah Hasna. Santri diajari teknik dasar yang benar dalam memanah, meliputi sikap berdiri, memasang panah, menarik busur, membidik, dan melepaskan anak panah.

Santri diajari agar bisa fokus dan konsentrasi, menjaga keseimbangan tubuh, dan memaksimalkan kekuatan otot inti, untuk akurasi dan keamanan, terutama bagi pemula yang perlu dilatih secara bertahap. 

Kegiatan ini menjadi momen yang menyenangkan bagi para santri. Muhammad Arkan Abdurahman bahkan saya sudah bisa berkuda sendiri. “Meskipun awalnya masih agak takut, tapi Ustaz selalu mengingatkan untuk tetap tenang, maka saya pun bisa mengendalikan kuda dengan lebih baik.”

Santri lain, Muhammad Glismahir Hilmiarno, juga mengaku bahwa pengalaman berkuda di ISTECH ini sangat menyenangkan. “Saya ingin kelak bisa menunggang kuda tanpa perlu dipegangi Ustaz,” ungkapnya.

Istech
Santri ISTECH belajar memanah

Sementara itu, Fikri Maulana Ahsani, mengatakan bahwa ia merasa senang, meskipun sempat terjatuh saat menaiki kuda. Insiden kecil menimpanya ketika mau turun dari kuda, kakinya terjerat tali pelana.

Santri putri juga merasa senang dengan kegiatan memanah. Salah satunya, Yasmin Hanum Athaya, bahkan mengatakan, “Rasanya plong, lega bisa melepaskan anak panah ke sasaran. Senang sekali dengan kegiatan seperti ini.”

Akhirnya, semoga kegiatan berkuda dan memanah ini menjadi aktivitas menyenangkan bagi para santri. Menjadi salah satu sarana menguatkan fisik bagi mereka, karena mukmin yang kuat lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah.

Posting Komentar untuk "Serunya Santri ISTECH MTsTQ Qoryatul Qur’an Ikuti Latihan Berkuda dan Memanah"