Resensi Buku “The Psychology of Money” karya Morgan Housel: Kesuksesan Finansial Bukanlah tentang Hasil Instan

Oleh: Novira Dwi Hapsari
Santri kelas XII MATQ Qoryatul Qur’an Komplek Jetis, asal Sukoharjo

Ketika liburan dari pesantren, saya biasa menonton podcast milik beberapa entrepreneur dan influencer di YouTube tentang manajemen dan pengembangan diri. Miliarder asal Indonesia bernama Timothy Ronald dan Kalimasada dalam unggahan video di kanal YouTube-nya membagikan rekomendasi beberapa judul buku mengenai pelajaran keuangan.

Salah satunya adalah buku “The Psychology of Money” karya Morgan Housel. Dari situlah saya tertarik untuk membaca buku ini, dan ternyata isinya sangat orisinal. Saya sangat puas dengan pembahasan dalam buku setebal 292 halaman ini.

  • Judul buku: The Psychology of Money
  • Penulis: Morgan Housel
  • Penerbit: Harriman House
  • Cetakan ke-80, tahun 2020
  • ISBN: 978-623-8371-04-4
  • Tebal buku: 292 halaman

Morgan Housel adalah partner di The Collaborative Fund dan mantan kolumnis di The Wall Street Journal. Dia dua kali memenangkan Best in Business Award dari Society of American Business Editors and Writers. Pemenang New York Times Sidney Award, dan dua kali menjadi finalis untuk Gerald Loeb Award.

Novira Dwi Hapsari
Novira Dwi Hapsari membaca buku The Psychology of Money

Kesuksesan dalam mengelola uang tidak selalu tentang apa yang seseorang ketahui. Ini tentang bagaimana seseorang berperilaku. Dan perilaku sulit untuk diajarkan, bahkan kepada orang yang sangat pintar sekalipun.

Seorang genius yang kehilangan kendali atas emosinya bisa mengalami bencana keuangan. Sebaliknya, orang biasa tanpa pendidikan finansial bisa kaya jika mereka punya sejumlah keahlian terkait perilaku yang tak berhubungan dengan ukuran kecerdasan formal.

Uang, investasi, keuangan pribadi, dan keputusan bisnis biasanya diajarkan sebagai bidang berbasis matematika, dengan data dan rumus yang memberitahu kita apa yang harus dilakukan. Namun, di dunia nyata orang tidak membuat keputusan finansial di spreadsheet.

Mereka membuatnya di meja makan atau di ruang rapat, di mana sejarah pribadi, pandangan unik tentang dunia, ego, kebanggaan, pemasaran, dan berbagai insentif bercampur.

Berikut merupakan rangkuman beberapa pelajaran singkat yang bisa diterapkan dan membantu membuat keputusan finansial lebih baik:

Usahakan bersikap rendah hati ketika keadaan baik dan memaafkan ketika keadaan buruk, karena keadaan tak pernah sebaik atau seburuk kelihatannya.

Kurangi ego, tambah kekayaan. Menabung adalah membedakan antara ego dan pendapatan. Kekayaan diciptakan dengan menekan pembelanjaan hari ini agar bisa punya lebih banyak barang atau pilihan di masa depan.

The Psychology of Money
Cover buku The Psychology of Money

Ada beberapa kutipan bagus yang saya suka dari buku ini. Di antaranya, “Mengelola uang dengan baik tidak ada hubungannya dengan kecerdasan Anda dan lebih banyak berhubungan dengan perilaku Anda.” (hal. xviii) Ini menunjukkan bahwa kesuksesan finansial lebih banyak dipengaruhi oleh perilaku dan kebiasaan daripada kecerdasan.

Kutipan lain yang cukup menarik adalah bahwa, “Kekayaan adalah apa yang tidak kamu lihat.” (hal. 105) Ini mengingatkan kita bahwa kekayaan sebenarnya bukanlah tentang barang-barang mewah yang kita miliki, tetapi tentang tabungan dan investasi yang kita buat.

Menghabiskan uang untuk menunjukkan kepada orang lain seberapa banyak uang yang kamu miliki adalah cara tercepat untuk memiliki sedikit uang.” (hal. 105) Ini memperingatkan kita tentang bahaya gaya hidup yang berlebihan dan boros.

Kemampuan berbuat apa yang Anda inginkan, kapan pun Anda mau, dengan siapa pun yang Anda kehendaki, selama yang Anda bisa, tak ternilai.” (hal. 190) Ini menunjukkan bahwa kebebasan dan kontrol atas waktu kita sendiri adalah salah satu keuntungan terbesar dari memiliki uang.

Pertumbuhan (keuangan) didorong oleh penumpukan, yang mana selalu membutuhkan waktu.” (hal. 238) Ini mengingatkan kita bahwa kesuksesan finansial bukanlah tentang hasil instan, tetapi tentang proses yang panjang dan konsisten.

Kelebihan buku ini menurut analisa saya, ada pada penulisan yang jelas dan mudah dipahami. Contoh-contoh yang relevan dan menarik. Fokus pada psikologi keuangan yang sering kali diabaikan.

Kekurangan buku ini juga ada. Yakni tidak adanya panduan praktis yang spesifik tentang bagaimana mengelola keuangan. Terlalu fokus pada pengalaman penulis yang mungkin tidak relevan dengan semua pembaca.

Kesimpulannya, buku “The Psychology of Money” karya Morgan Housel adalah sebuah karya yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin memahami lebih baik tentang psikologi keuangan dan bagaimana mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak.

Buku ini menekankan pentingnya kesabaran, disiplin, dan kesadaran akan perilaku keuangan kita, serta memberikan wawasan tentang bagaimana mencapai kebebasan finansial.

Dengan penulisan yang jelas dan contoh-contoh yang relevan, buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengelola keuangan.

Saya sangat merekomendasikan buku ini bagi siapa saja yang ingin memahami lebih baik tentang psikologi keuangan dan bagaimana mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak. Seru kalian baca sendiri. Selamat membaca, ya!

Posting Komentar untuk "Resensi Buku “The Psychology of Money” karya Morgan Housel: Kesuksesan Finansial Bukanlah tentang Hasil Instan"