Utusan PPTQ Qoryatul Qur’an Mejenguk Kader Pesantren yang Sakit di Bogor dan Bersilaturahmi ke Ustaz-Ustaz Nasional

Selasa hingga Kamis, 17-19 Oktober 2023. PPTQ Qoryatul Qur’an mengutus 6 orang asatiz menuju ke Bogor untuk menjenguk salah satu kader pengajar yang sedang diuji sakit. Beliau adalah Ustaz Rahmat Hidayat, salah satu pengampu di komplek Alasombo.

Ustaz Rahmat terpaksa istirahat mengajar, terhitung sudah lebih dari 2 bulan ini, dan harus dirawat di rumah beliau di Bogor. Beliau adalah kader pesantren alumni Ma’had Aly Qoryatul Qur’an.

Mewakili ke Bogor, keenamnya adalah Ustaz Luthfi Zubaedi, Ustaz Edi Casedi, Ustaz Muhammad Negus, Ustaz Faris Ahmad, Ustaz Muhammad Devi Syahputra, dan Ustaz Yusuf Supriatman. Kedatangan para asatiz ini diterima pihak keluarga, ada kedua orang tua, kakak dan teteh dari Ustaz Rahmat Hidayat.

Menjenguk Ustaz Rahmat Hidayat
Menjenguk Ustaz Rahmat Hidayat yang diuji sakit

Menjenguk dan bertemu langsung dengan Ustaz Rahmat yang terbaring sakit, para asatiz PPTQ Qoryatul Qur’an mendoakan agar Allah ﷻ segera memberikan kesembuhan dan kepulihan pada beliau, sehingga bisa kembali aktivitas dan beribadah dengan sempurna seperti sedia kala.

Setelah membesuk dan mendoakan Ustaz Rahmat, para asatiz juga berkesempatan silaturahmi dan berkunjung kepada 3 ustaz senior tingkat nasional, yakni Ustaz Farid Okbah, Ustaz Budi Ashari, dan Ustaz Adian Husaini.

Ustaz Farid Okbah ditemui di rumah beliau di bilangan Bekasi. Kemudian Ustaz Budi Ashari di Pondok Pesantren Al Fatih milik beliau di Bogor. Sementara Ustaz Adian Husaini di Pondok At Taqwa milik beliau di Depok.

Bertemu ustaz-ustaz berskala nasional tersebut, para asatiz PPTQ Qoryatul Qur’an mendapat banyak sekali nasihat dan bekal untuk menguatkan perjuangan Islam dan dakwah pesantren.

Di antaranya yang paling utama adalah untuk senantiasa menjaga niat dakwah dan perjuangan hanya untuk Allah ﷻ semata. Hanya keridaan Allah ﷻ sajalah yang kita harapkan.

Kemudian untuk agenda-agenda keumatan dan dakwah hendaklah diprogramkan secara matang agar tidak sporadis dan mudah mati ditelan oleh perkembangan zaman.

Setiap dai atau guru yang terlibat dalam perjuangan dan dakwah, hendaknya memperbaiki worldview atau sudut pandangnya dengan sudut pandang keislaman yang betul.

Silaturahmi
Silaturahmi ke ustaz senior

Nasihat dan pesan yang menjadi bekal untuk meneruskan perjuangan, menjadi oleh-oleh dari kunjungan ke tiga ustaz tersebut. Semoga kian mengokohkan semangat untuk meraih rida-Nya.

Seolah tak ingin melewatkan detik demi detik perjalanan yang dilakukan, keenam asatiz PPTQ Qoryatul Qur’an juga menyempatkan berkunjung ke Pesantren Al Ikhlas milik Ustaz Hidayat Al Magribi alias Ustaz Muiz Abu Turob.

Hidayat Al Magribi Abu Turob
Silaturahmi ke Ustaz Hidayat Al Magribi

Lalu menyempatkan berkunjung ke Pesantren Darul Ulum Bogor, rombongan diterima langsung oleh rekan Ustaz Hasim Makmun Tohar, yakni Ustaz Faruq. Salah satu pesan dari beliau agar bersabar melakukan pembinaan dan pendidikan di pesantren. Meski itu lama, tapi tetaplah bersabar. Karena keinstanan hanya melahirkan kepalsuan, begitu kata beliau.

Pesantren Darul Ulum
Bersama Ustaz Faruq di Pesantren Darul Ulum

Sebelum pulang, para asatiz mampur bersilaturahmi ke orang tua Ustaz Yusuf Supriatman di Bogor. Semoga apa yang dilakukan dan dikerjakan oleh para utusan PPTQ Qoryatul Qur’an ini dapat menguatkan persaudaraan sesama muslim dan dakwah Islam. Aamiin.

Kontributor: Ustaz Edi Casedi

Posting Komentar untuk "Utusan PPTQ Qoryatul Qur’an Mejenguk Kader Pesantren yang Sakit di Bogor dan Bersilaturahmi ke Ustaz-Ustaz Nasional"