Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki berkunjung ke PPTQ Qoryatul Qur’an pada Rabu pagi, 21 Oktober 2026. Rombongan datang sekira pukul 08.30 WIB, disambut dan dijamu di meeting room lantai dua Komplek 06 Asemlegi Gabeng, Qoryatul Qur’an.
Yang hadir dari unit Pendidikan Pesantren Islam Al Mukmin (PPIM) Ngruki, untuk melaksanakan studi tiru sistem monitoring hafalan santri yang telah diterapkan di PPTQ Qoryatul Qur’an pada unit MTs dan MA.
Rombongan PPIM Ngruki disambut oleh jajaran asatiz PPTQ Qoryatul Qur’an, di antaranya Ustaz Agus Umar Ar-Rifa’i, S.Pd.I., Ustaz Salman Al Farisi, M.Pd., Ustazah Niken Susilowati, S.Pd.I., Ustazah Winda, serta Ustaz Sofa Wibi Mahardika, S.Pd.I., bersama beberapa ustaz-ustazah bagian tahfizh.
![]() |
| Silaturahmi PPIM Ngruki ke Qoryatul Qur’an |
Majelis silaturahmi dipandu oleh Wadir Dakwah PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Salman Al Farisi, M.Pd., selaku pembawa acara. Membuka pertemuan dengan mengajak bersama-sama melafalkan basmalah.
Selanjutnya, Kepala PPIM Ngruki, Ustaz Muhammad Yahya, mewakili rombongan menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan. Beliau awali dengan menjelaskan sekilas pandang tentang PPIM Ngruki.
Pendidikan Pesantren Islam Al Mukmin (PPIM) Ngruki merupakan lembaga pendidikan formal dan pesantren di bawah naungan Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, yang menyelenggarakan pendidikan jenjang MTs dan MA.
![]() |
| Penyampaian maksud dan tujuan kedatangan |
Menurut beliau, kunjungan tersebut bertujuan untuk belajar dan menggali pengalaman PPTQ Qoryatul Qur’an dalam mengembangkan program tahfiz, terutama pemanfaatan teknologi digital untuk memantau perkembangan hafalan santri.
Ustaz Yahya mengungkapkan bahwa program tahfiz di PPIM Ngruki masih perlu terus dikembangkan. Sebagai lembaga yang tidak secara khusus berbasis tahfiz Al-Qur’an, beliau menyadari pentingnya inovasi dalam pembinaan santri agar mampu mencapai target hafalan, termasuk target penyelesaian hafalan dalam waktu sekitar tiga tahun.
Salah satu hal yang ingin dipelajari adalah penerapan aplikasi monitoring hafalan yang memungkinkan perkembangan hafalan santri terpantau secara lebih terstruktur. PPIM Ngruki berharap memperoleh wawasan dan pengalaman untuk meningkatkan kualitas program tahfiz di lembaganya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Tahfizh PPTQ Qoryatul Qur’an sekaligus Kepala MTsTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Agus Umar Ar-Rifa’i, S.Pd.I., menjelaskan bahwa pengembangan program tahfiz di Qoryatul Qur’an telah melalui proses panjang.
Program yang diterapkan saat ini merupakan hasil evaluasi dan perbaikan sistem pembelajaran yang dilakukan selama bertahun-tahun. Memadukan berbagai metode yang dianggap mampu mengakomodasi kebutuhan hafalan santri.
![]() |
| Tanggapan dari Qoryatul Qur’an |
Salah satu tantangan dalam pembinaan tahfiz adalah beragamnya kemampuan awal santri. Penerimaan santri tidak didasarkan pada tes hafalan, melainkan lebih pada kemampuan membaca Al-Qur’an.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembinaan, terutama dalam mencapai target hafalan dan menjaga kesinambungan program ketika santri melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Berdasarkan pengalaman tersebut, PPTQ Qoryatul Qur’an terus berupaya mengembangkan sistem pembinaan yang mampu mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan masing-masing santri.
Upaya ini dilakukan untuk menjawab harapan wali santri, meningkatkan kualitas lulusan, serta menjaga keberlangsungan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan para penghafal Al-Qur’an.
Ustaz Agus Umar juga menjelaskan bahwa capaian hafalan setiap santri tidak selalu sama. Ada santri yang mampu mencapai hafalan dalam jumlah besar, sementara santri lainnya memiliki capaian berbeda sesuai dengan kemampuan dan proses belajarnya.
Oleh karena itu, keberhasilan program tahfiz tidak hanya diukur dari keseragaman jumlah hafalan, tetapi juga perlu memperhatikan proses pembinaan dan kualitas hafalan yang dicapai.
Harapan wali santri dan masyarakat terhadap keberhasilan pendidikan tahfiz menjadi salah satu pertimbangan penting bagi Qoryatul Qur’an untuk menyusun pedoman dan standar pembinaan yang lebih terarah.
Beliau pun mempersilakan pihak PPIM Ngruki untuk mengambil inspirasi dari program dan pengalaman yang dibagikan, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan serta kondisi lembaga masing-masing.
Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi aplikasi sistem monitoring hafalan santri yang disampaikan oleh Ustaz Sofa Wibi Mahardika, S.Pd., dari QQ Media, selaku pengembang aplikasi tersebut.
Ustaz Wibi menjelaskan bahwa aplikasi ini dikembangkan untuk menjawab berbagai kendala dalam pencatatan dan pelaporan hafalan yang sebelumnya dilakukan secara manual.
![]() |
| Presentasi aplikasi monitoring hafalan santri |
Beliau mengungkapkan bahwa pencatatan setoran hafalan secara manual berisiko tercecer atau hilang. Ketika pimpinan membutuhkan laporan perkembangan hafalan, pengajar harus melakukan rekapitulasi kembali satu per satu sehingga membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Melalui aplikasi tersebut, musyrif atau pembimbing hafalan dapat langsung memasukkan data setoran santri. Data yang telah diinput akan direkap secara otomatis dan dapat diunduh dalam format PDF maupun Excel. Laporan perkembangan hafalan dapat disiapkan secara lebih cepat ketika dibutuhkan.
Ustaz Wibi menjelaskan bahwa aplikasi tersebut memiliki tiga fungsi utama, yakni mengoptimalkan pengelolaan program tahfiz, mendukung pengawasan terpusat oleh pimpinan, serta mempermudah penyampaian informasi perkembangan hafalan kepada wali santri.
Dalam pencatatan hafalan, aplikasi menyediakan kategori ziyadah atau hafalan baru, murajaah atau pengulangan hafalan, serta tahsin untuk mencatat perkembangan pembelajaran santri yang belum mulai menyetorkan hafalan.
Dari sisi pengawasan, pimpinan bagian tahfiz dapat memantau perkembangan hafalan berdasarkan halaqah, unit, hingga komplek. Data perkembangan harian dapat dilihat melalui tautan masing-masing unit, sedangkan rekapitulasi hafalan dapat diunduh untuk keperluan evaluasi dan pelaporan.
Aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur pengiriman laporan melalui WhatsApp untuk mendukung komunikasi antara pesantren dan wali santri. Musyrif dapat memasukkan nomor WhatsApp wali santri, kemudian menggunakan tombol pengiriman laporan yang tersedia.
![]() |
| Penyampaian kenang-kenangan |
Melalui fitur-fitur tersebut, aplikasi monitoring dapat membantu pesantren mengelola data hafalan secara lebih tertib, memudahkan evaluasi capaian santri, serta meningkatkan keterbukaan informasi kepada wali santri.
Setelah pemaparan tentang aplikasi monitoring, acara berlanjut dengan sesi tanya-jawab. Termasuk mencoba langsung membuka aplikasi monitoring berbasis web yang digunakan di PPTQ Qoryatul Qur’an.
![]() |
| Foto bersama |
Studi tiru ini menjadi sarana berbagi pengalaman antara PPIM Ngruki dan PPTQ Qoryatul Qur’an dalam mengembangkan pendidikan tahfiz Al-Qur’an. Sistem pembinaan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi inovasi untuk meningkatkan kualitas santri dalam menghafal Al-Qur’an.






Posting Komentar untuk "Ponpes Al-Mukmin Ngruki Studi Tiru Sistem Monitoring Hafalan Santri di PPTQ Qoryatul Qur’an"