Santri kelas XII MIPA B MATQ Qoryatul Qur’an Komplek Jetis, asal Boyolali
Dengan daya tarik cover yang sinematik dan tata letak yang dinamis, buku ini berhasil meruntuhkan stigma bahwa kisah religi itu kaku. Setiap lembarnya dirancang tidak melelahkan mata, karena isinya yang penuh gambar dan warna menarik.
Itulah yang membuat perjalanan menyelami kisah dan mukjizat Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s, dan Nabi Ismail a.s., dalam buku ini, terasa begitu mengalir, ringan, dan membuat siapapun yang membacanya betah berlama-lama membalik halamannya.
- Judul: Ayahanda Para Nabi
- Penulis: Addien Jafar Qurnia, dkk.
- Penerbit: Sygma Creative Media Corp., Bandung
- Terbit: Cetakan ke-15, Juni 2025
- ISBN: 978-979-055-574-7
- Tebal buku: 48 halaman
Nabi Ibrahim a.s. dikenal sebagai Bapak Para Nabi, sebab banyak keturunannya yang diutus menjadi Nabi. Cobaan yang beliau lalui mulai dari ayah yang sulit diajak beriman, dibakar hidup-hidup, hingga harus meninggalkan anak yang telah lama ditunggu kelahirannya.
![]() |
| Rasya Afifah Firdausi membaca buku “Ayahanda Para Nabi” |
Kesabaran Nabi Ibrahim akhirnya membuahkan hasil. Banyak keturunannya yang menjadi Nabi, salah satunya Nabi Ismail a.s. Pada masa hidup Nabi Ibrahim a.s., ada pula Nabi Luth a.s. yang menyeru Kaum Sodom.
Cerita disajikan sederhana, tapi terdapat banyak diksi menarik dalam buku ini. Salah satunya adalah, “Ibrahim tertegun menatap langit. Tampak bintang-bintang memancarkan cahaya redupnya. Malam menjadi indah di bawah remang-remang cahaya bintang.” (hal. 2)
Kelebihan buku ini terletak pada visualnya yang menarik. Buku ini juga dilengkapi kode QR yang memuat konten audio. Di setiap lembar, terdapat kosakata dalam tiga bahasa dan dalil yang berkaitan dengan kisah yang dibahas.
Ilustrasi menarik ada di setiap halamannya menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang kurang gemar membaca, sehingga tertarik untuk membaca buku ini.
![]() |
| Cover Ayahanda Para Nabi karya Addien Jafar Qurnia, dkk |
Kekurangan buku ini terletak pada visual ilustrasinya yang kurang realistis dan kurang hidup. Tapi cukuplah untuk menjelaskan cerita melalui ilustrasi. Pembaca, khususnya anak-anak, akan menyukainya.
Setelah membaca buku ini, kita menjadi tahu betapa besar pengorbanan Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., dan Nabi Ismail a.s., bagi umat Islam.
Buku penuh ilustrasi ini cocok dibaca pada masa kini, ketika minat literasi mengalami penurunan, terutama di kalangan anak muda yang cenderung memperhatikan tampilan buku.


Posting Komentar untuk "Resensi Buku “Ayahanda Para Nabi” Karya Addien Jafar Qurnia, dkk: Menyelami Kisah Nabi Ibrahim, Nabi Luth, dan Nabi Ismail"