Sebanyak 133 mahasantri putri peserta Grace Camp 2026 mengikuti pelatihan Wilderness First Aid (WFA) di Bumi Perkemahan Qoryatul Qur’an Alasombo pada Jumat, 25 September 2026 pukul 09.00–11.00 WIB.
Peserta Grace Camp 2026 berasal dari lima Ma’had Aly, yaitu Baitul Qur’an, Kharisma Haromain, Qoryatul Qur’an, Daarur Rahmah Wal Hikmah, dan Lembah Qur’an Al-Amin.
Materi Wilderness First Aid disampaikan oleh Ustaz Munadhif dengan tujuan membekali peserta keterampilan dasar pertolongan pertama pada kondisi darurat di alam bebas.
Beliau menjelaskan bahwa Wilderness First Aid merupakan pengetahuan pertolongan pertama yang dirancang khusus untuk aktivitas di area terpencil, terisolasi, dan jauh dari akses layanan medis.
Oleh karena itu, seorang penolong dituntut mampu mengambil keputusan yang tepat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lapangan.
![]() |
| Ustaz Munadhif menyampaikan materi Wilderness First Aid |
Peserta juga diajak mengenali berbagai potensi bahaya yang dapat ditemui selama kegiatan luar ruang. Bahaya tersebut dibedakan menjadi dua, yakni bahaya subjektif dan bahaya objektif.
Bahaya subjektif yang berasal dari kesalahan manusia, seperti penggunaan peralatan yang tidak tepat, perhitungan logistik yang kurang matang, maupun kurang memahami medan. Bahaya objektif berada di luar kendali manusia, seperti badai, banjir, panas terik, dan longsor.
Dalam sesi tata laksana pertolongan, Ustaz Munadhif menekankan pentingnya Gerakan 3A, yaitu Aman Diri, Aman Lingkungan, dan Aman Pasien. Beliau menjelaskan bahwa prioritas utama dalam pertolongan pertama adalah menyelamatkan nyawa, mencegah cedera atau kecacatan lebih lanjut, serta memberikan rasa nyaman kepada korban.
Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai perbedaan antara pertolongan pertama standar dan wilderness first aid. Pada kondisi alam bebas, waktu menjadi unsur yang sangat penting karena korban bisa saja harus ditangani dalam jangka waktu yang lebih lama sebelum mendapatkan bantuan medis.
Oleh sebab itu, seorang penolong perlu memahami teknik perawatan, penggunaan obat secara bijak, hingga improvisasi peralatan yang tersedia di sekitar lokasi kejadian. Materi juga membahas prosedur penanganan luka terbuka, luka dengan benda menancap, patah tulang, dislokasi sendi, serta cedera spinal.
Peserta dikenalkan langkah-langkah dasar seperti mengendalikan perdarahan, membersihkan luka dengan air bersih, melakukan fiksasi pada cedera tulang dan sendi, serta pentingnya mempertimbangkan proses evakuasi yang aman sesuai kondisi pasien dan medan yang dihadapi.
Kita juga harus melihat kondisi korban melalui pemeriksaan frekuensi napas, denyut nadi, dan pembukaan jalan napas. Materi ini menjadi bekal penting agar mahasantri mampu memberikan pertolongan awal secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat selama beraktivitas di alam terbuka.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai risiko selama kegiatan lapangan. Bekal pengetahuan dan keterampilan Wilderness First Aid menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasantri yang tangguh, sigap, serta mampu memberikan manfaat bagi sesama dalam kondisi darurat.

Posting Komentar untuk "Mahasantri Peserta Grace Camp 2026 Ikuti Materi Wilderness First Aid bersama Ustaz Munadhif"