PPTQ Qoryatul Qur’an menerima kunjungan studi banding dari Athaya Islamic Boarding School (IBS) Solo pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Lantai 2 Komplek 06 Asemlegi Gabeng.
Kunjungan silaturahmi ini dimulai pukul 08.30 WIB dan bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Athaya IBS Solo merupakan sekolah menengah pertama berbasis pesantren yang berlokasi di Bendosari, Sukoharjo. Lembaga ini memadukan nilai-nilai As-Sunnah, kepemimpinan (leaderpreneurship), dan pendekatan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).
Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Ustaz Muhammad Devi Syahputra selaku pembawa acara. Selanjutnya, sambutan dan ucapan selamat datang disampaikan oleh Wakil Direktur PUSAKA PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Faris Ahmad, Lc., M.Pd.
Ustaz Faris menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kunjungan rombongan Athaya IBS Solo. Beliau berharap pertemuan ini menjadi sarana untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi, dan belajar bersama mengenai berbagai program yang telah maupun sedang dikembangkan oleh masing-masing lembaga.
![]() |
| Athaya IBS Solo berkunjung ke QQ |
Lebih lanjut, Ustaz Faris menjelaskan bahwa PPTQ Qoryatul Qur’an yang berdiri sejak tahun 2011 kini telah memasuki usia ke-15 tahun. Dalam perjalanannya, pesantren terus berkembang hingga memiliki delapan komplek dengan jumlah santri yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
Menurut beliau, capaian tersebut merupakan nikmat dan karunia besar dari Allah Swt. yang patut disyukuri. Namun demikian, Ustaz Faris menegaskan bahwa pihak pesantren masih terus belajar dan berbenah dalam berbagai aspek pengelolaan lembaga.
“Kami membuka diri untuk saling belajar bersama. Kami yakin banyak pelajaran dan pengalaman yang juga dapat kami peroleh dari lembaga-lembaga lain yang berkunjung ke pondok ini,” tambah beliau.
Ustaz Faris juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelaksanaan kegiatan, mengingat pada hari Sabtu aktivitas pembelajaran dan berbagai program pesantren masih berlangsung sebagaimana biasa.
Ustaz Faris berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi pertemuan sesaat, tetapi menjadi awal terjalinnya komunikasi, kolaborasi, dan kerja sama yang berkelanjutan antara kedua lembaga pendidikan Islam.
Sementara itu, mewakili rombongan Athaya IBS Solo, Kepala Sekolah Ustaz Ghozin Khuzaifah Al Ghiffary, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar PPTQ Qoryatul Qur’an.
Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan rombongan yang disebabkan oleh kendala dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan. Bersyukur akhirnya tiba di pesantren ini dalam kondisi baik dan selamat.
Dalam prakata dan penyampaian maksud kunjungan, Ustaz Ghozin menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan momentum yang patut disyukuri sebagai bagian dari ikhtiar mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan.
“Kedatangan kami ke PPTQ Qoryatul Qur’an memiliki dua tujuan utama, yaitu untuk menjalin silaturahmi dan belajar dari pengalaman lembaga ini,” tutur beliau.
Perkembangan PPTQ Qoryatul Qur’an dinilai sangat bagus, baik dari sisi prestasi maupun tata kelola kelembagaan. Oleh sebab itu, Athaya IBS Solo ingin mempelajari berbagai aspek pengelolaan yang selama ini diterapkan di Qoryatul Qur’an.
Beberapa bidang yang menjadi fokus studi banding antara lain tata kelola keuangan pesantren, penyusunan kurikulum dan sistem pembelajaran di lingkungan pondok maupun madrasah, serta sistem ketakmiran masjid, keasramaan, pengasuhan santri, dan peran musyrif dalam pembinaan santri di asrama.
Ustaz Ghozin juga memperkenalkan anggota rombongan yang turut hadir, di antaranya Ustaz Rian Andriansyah asal Medan, Ustaz Farhan yang bertugas di bidang fotografi dan videografi, Miss Riza Eka Putri selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan sekaligus pengampu mata pelajaran IPA, serta Miss Riza Akbari yang menjabat Wakil Kepala Bidang Kurikulum dan pengampu mata pelajaran PPKn.
Selanjutnya, rombongan Athaya IBS Solo mendapatkan pemaparan mengenai berbagai sistem yang diterapkan di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an. Sesi ini menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus diskusi mendalam terkait pengelolaan pendidikan dan pembinaan santri.
Ustaz Agus Umar Ar-Rifa'i, S.Pd.I., selaku Kepala MTsTQ Qoryatul Qur’an, memaparkan program dan kurikulum Unit ISTECH MTsTQ Qoryatul Qur’an. Konsep pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan penguatan bidang sains dan teknologi melalui pendekatan Islamic Science and Technology (ISTECH).
Selain menjelaskan struktur kurikulum dan berbagai program unggulan yang dijalankan, Ustaz Agus Umar juga memaparkan sistem pengelolaan halaqah yang menjadi salah satu pilar pembinaan santri untuk mendukung proses tahfiz Al-Qur’an, pembinaan karakter, serta pendampingan santri secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ustaz Salman Al Farisi, M.Pd., menyampaikan materi mengenai pola kepengasuhan yang diterapkan di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an. Pembinaan santri yang berlangsung selama 24 jam melalui sinergi antara pengasuh, musyrif, dan berbagai unsur pendukung lainnya di pesantren.
Beliau juga menjelaskan bahwa pola kepengasuhan tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan dan pengawasan, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai keislaman, pengembangan kemandirian, serta pendampingan santri dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelang tengah hari, rangkaian kegiatan studi banding sejenak dihentikan untuk menunaikan ibadah Salat Zuhur berjemaah di Masjid Widad El Fayez Gabeng. Setelahnya, dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang bersama.
Setelah istirahat dan makan siang, rombongan Athaya IBS Solo diajak mengikuti kegiatan Tour de QQ, yaitu kunjungan untuk melihat secara langsung berbagai unit dan lingkungan pendidikan yang berada di bawah naungan PPTQ Qoryatul Qur’an.
Rombongan berkeliling ke sejumlah komplek pesantren menggunakan armada QQ Trans, guna mengenal lebih dekat sistem pengelolaan, sarana prasarana, serta aktivitas keseharian para santri.
Kegiatan studi banding ini diharapkan dapat semakin mempererat ukhuwah dan sinergi antarlembaga pendidikan Islam, sekaligus menjadi sarana bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan pesantren.
Melalui kunjungan ini, baik PPTQ Qoryatul Qur’an maupun Athaya IBS Solo memperoleh kesempatan untuk saling belajar dan mengambil inspirasi demi meningkatkan kualitas pendidikan, pembinaan santri, serta pelayanan umat di lingkungan masing-masing.
Kontributor: Ustaz Agus Tansyah, S.Pd.I.

Posting Komentar untuk "PPTQ Qoryatul Qur’an Terima Kunjungan Studi Banding dari Athaya IBS Solo"