Haflah Akhirussanah Santri MTsTQ Qoryatul Qur’an yang digelar pada Ahad pagi, 14 Juni 2026 di halaman timur PPTQ Qoryatul Qur’an Komplek 06 Asemlegi Gabeng semakin bermakna dengan tausiah wisuda yang disampaikan oleh Ustaz H. Didik Efendi, S.T., Ketua MUI Kecamatan Weru sekaligus pengurus Yayasan Qoryatul Qur’an Kauman.
Dalam tausiahnya, beliau mengajak para santri, wali santri, dan hadirin untuk memahami pentingnya kesabaran sebagai salah satu amalan yang pahalanya tidak terbatas di sisi Allah Ta’ala. Kesabaran terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar meninggalkan kemaksiatan, dan sabar menghadapi musibah.
Beliau menegaskan bahwa para santri telah membuktikan kesabaran dalam menjalani ketaatan kepada Allah selama menempuh pendidikan di MTsTQ Qoryatul Qur’an. Selama tiga tahun bertahan di pesantren, menjalani berbagai aturan, pembelajaran, ibadah, dan proses menghafal Al-Qur’an. Kesabaran tersebut merupakan bagian dari amal besar yang telah Allah siapkan balasannya.
![]() |
| Ustaz Didik sampaikan tausiah untuk para santri wisuda MTsTQ Qoryatul Qur'an |
Kesabaran itu tidak hanya dimiliki oleh para santri, tetapi juga oleh kedua orang tua. Mereka bersabar ketika anak-anaknya berada di pondok, bersabar menghadapi kerinduan, rengekan untuk dijenguk, dan berbagai permintaan yang sering disampaikan anak-anak mereka. “Insyaallah semua itu bernilai pahala di sisi Allah,” ungkap beliau.
Di hadapan para wisudawan, Ustaz Didik juga mengingatkan keutamaan para penghafal Al-Qur’an. Beliau menyampaikan bahwa orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir akan mendapatkan kedudukan yang mulia bersama para malaikat yang mulia dan taat kepada Allah.
Mengibaratkan hafalan Al-Qur’an sebagai sebongkah berlian yang sangat berharga, beliau mengingatkan bahwa sesuatu yang berharga itu mudah hilang apabila tidak dijaga dengan baik. Oleh karena itu, para santri diminta untuk melanjutkan kesabaran dalam menjaga hafalan yang telah diperoleh selama belajar di pesantren.
“Hafalan Al-Qur’an kalian adalah berlian. Tetapi barang berharga itu mudah hilang jika tidak dijaga. Karena itu, teruslah bersabar untuk murajaah dan menjaga hafalan. Kesabaran tidak ada batas akhirnya,” pesan beliau.
Ustaz Didik menambahkan bahwa sebagaimana berlian mampu meningkatkan nilai sesuatu yang melekat dengannya, demikian pula Al-Qur’an. Siapa pun yang menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari hidupnya akan memperoleh kemuliaan. Karena itu, para santri diminta untuk terus membersamai Al-Qur’an sepanjang hidup hingga kelak dipanggil menghadap Allah Ta’ala.
Ustaz Didik juga menyampaikan harapan para pendiri pesantren agar para santri dapat menjadi bagian dari generasi Indonesia Emas yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Beliau berharap kelak berbagai profesi dan jabatan penting diisi oleh para penghafal Al-Qur’an yang memiliki ilmu, adab, dan integritas yang baik.
“Kalian boleh bercita-cita menjadi apa saja. Menjadi guru, dokter, pengusaha, akademisi, pejabat, atau profesi lainnya. Namun jangan pernah meninggalkan Al-Qur’an, karena Al-Qur’an itulah yang akan memuliakan kalian,” tutur beliau.
Ustaz juga menyampaikan bahwa pesantren terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas secara bertahap sebagai bentuk penghormatan kepada para penghafal Al-Qur’an. Berbagai pembangunan dan pembenahan terus dilakukan agar pelayanan kepada santri semakin baik dari waktu ke waktu.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para santri berprestasi, pesantren juga menyiapkan program penghargaan berupa hadiah umrah bagi santri terbaik. Salah satu syaratnya adalah menempuh pendidikan secara berkelanjutan di Qoryatul Qur’an mulai jenjang MTs hingga MA.
Ustaz Didik berpesan agar kemuliaan Al-Qur’an selalu diiringi dengan akhlak dan adab yang baik. Menurut beliau, hafalan yang kuat harus berjalan seiring dengan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagaimana yang telah diajarkan selama berada di pesantren.
Pesan tersebut selaras dengan tema besar Haflah Akhirussanah PPTQ Qoryatul Qur’an tahun 2026, yaitu “Membekali dengan Adab dan Ilmu, Melepas dengan Doa, Mengiringi dengan Harapan.” Semoga Allah Ta’ala meridai setiap langkah perjuangan mereka.

Posting Komentar untuk "Haflah Akhirussanah MTsTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Didik Efendi Ingatkan Santri Terus Bersama Al-Qur’an hingga Akhir Hayat"