Sang Pelita Jiwa
Untuk Ustaz dan Ustazah Pondok Pesantren Qoryatul Qur’an
![]() |
| Nada Nadiatus Syahidah |
Di atas panggung yang megah ini,
Gemetar jemariku, bukan karena dinginnya angin pagi,
Melainkan karena kusadari,
Satu babak suci di tanah ini,
Akan segera kami akhiri.
Wahai Pondok Pesantren Qoryatul Qur’an tercinta...
Engkau adalah saksi dari malam-malam yang panjang,
Saat kantuk kami lawan,
Dengan bait-bait ayat Al-Qur’an yang harus kami hafalkan.
Di sela-sela tiang masjidmu yang kokoh,
Kami basuh jiwa yang rapuh,
Kami tegakkan iman yang runtuh,
Dan di tempat inilah,
Kami berjuang demi agama yang utuh.
Di bawah bimbingan murabbi yang berhati tak bertepi.
Ustaz... Ustazah...
Masih melekat dalam ingatan,
Hari pertama kami datang,
Membawa bekal hati yang keras,
Dan pikiran yang gersang.
Kamilah pencari ilmu yang sering kali abai,
Yang kadang membuat lelahmu tak kunjung usai.
Namun tak pernah sekali pun kudengar engkau mengeluh.
Di sepertiga malam,
Nama-nama kami kau sebut dalam sujud yang khusyuk.
Kau basuh kebodohan kami dengan doa dan air mata.
Kau tuntun jemari kami,
Mengenal kalam Sang Pencipta.
Setiap ayat Al-Qur’an yang hari ini telah kami hafalkan,
Adalah bukti sabarmu yang tak bertepi.
Terima kasih wahai murabbi...
Engkau mengajari kami dengan hati,
Membimbing kami dengan kasih sayang,
Dan menegur kami dengan kehangatan.
Setiap rida dan doa malammu yang sunyi,
Adalah jubah kehormatan yang kami kenakan hari ini.
Kini tibalah kami di garis batas ini.
Hari wisuda yang dinanti,
Justru terasa mengiris hati.
Sebab kami tahu,
Setelah kami meninggalkan tempat ini,
Tak ada lagi ruang kelas tempat kita berbagi senyuman.
Tak ada lagi teguran lembut saat kami lalai.
Tak ada lagi tatapan teduh,
Yang membuat jiwa menjadi damai.
Bagaimana mungkin kami melangkah sejauh ini,
Jika bukan karena berkah dari ketulusanmu yang murni?
Ustaz... Ustazah...
Maafkan khilaf kami yang tak terhitung jumlahnya.
Maafkan ucapan kami,
Yang mungkin pernah menggores luka.
Hanya Allah yang mampu membalas sejuta jasamu,
Menggantinya dengan surga.
Hari ini,
Kami pamit melangkah keluar dari gerbang ini.
Membawa obor ilmu yang telah engkau nyalakan di dalam hati kami.
Doakan kami,
Agar tetap istikamah di jalan-Nya.
Hingga kelak,
Allah mempertemukan kita kembali,
Di taman-taman jannah-Nya.
Terima kasih...
Wahai Sang Pelita Jiwa.
Air mata ini menjadi saksi,
Betapa kami mencintaimu,
Karena Allah.
Terima kasih luar biasa, Qoryatul Qur’an.
*Puisi dibacakan oleh Nada Nadiatus Syahidah, santri asal Sukoharjo, pada acara Haflah Akhirussanah MTsTQ Qoryatul Qur’an 2026

Posting Komentar untuk "[Puisi] Sang Pelita Jiwa"