Jumat, 1 Mei 2026, Ummahat Qoryatul Qur’an mengikuti kegiatan sharing dakwah bersama Tim Institut Al Aqsa untuk Riset Perdamaian (ISA) yang bertempat di meeting room lantai 2 Komplek 06 Asemlegi, Gabeng.
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–15.53 WIB ini menjadi lanjutan dari gelaran ISA Peace Exhibition (IPE) pada 10–12 November 2025 di Taman Budaya Jawa Tengah, Kota Surakarta, sebagai bentuk kerja sama ISA bersama salah satunya Qoryatul Qur’an.
Fokus utama kegiatan kali ini ialah membangun semangat keluarga dakwah bagi para ummahat. Hadir dalam kegiatan ini tim ISA yang terdiri dari Ode Santi Soekanto, Kak Ii’ Latifah, dan Kak Findah, serta para Ummahat Qoryatul Qur’an.
Acara diawali dengan murajaah yang dipimpin oleh Ustazah Deena, kemudian pembukaan oleh MC Ustazah Salsa Ayu Ceria dan Ustazah Imtikhana Faizah. Selanjutnya tilawah Al-Qur’an dibacakan oleh Ustazah Salsabila Diena Damara.
Setelah itu dilakukan pemaparan profil ISA dan tujuan kegiatan, dilanjutkan penyambutan rombongan ISA sebelum memasuki sesi inti berupa penyampaian materi sharing dakwah.
![]() |
| Sharing bersama Tim ISA |
Ode Santi Soekanto menyampaikan bahwa tujuan utama pernikahan seorang muslim adalah menggapai janji-janji Allah. Salah satu janji Allah bagi keluarga yang mendapatkan surga disebutkan dalam Surah Yasin ayat 55.
اِنَّ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ فٰكِهُوْنَ
“Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).”
Beliau menjelaskan bahwa untuk menggapai janji tersebut, keluarga muslim perlu memiliki orientasi perjuangan yang benar. Di antaranya dengan bertahan menghadapi ujian rumah tangga karena mengharap rida dan janji Allah.
Kemudian memiliki perspektif baru dalam memaknai keluarga, serta memahami cita-cita pernikahan dalam rumah tangga muslim. Menurut beliau, membina rumah tangga adalah bagian dari perjuangan besar umat Islam.
Ode juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi keluarga muslim saat ini, seperti ghazwul fikr, maraknya pornografi, pinjaman riba, hingga penyimpangan seksual yang mudah tersebar melalui media sosial.
Karena itu, keluarga muslim dituntut memiliki benteng keimanan dan kesadaran dakwah yang kuat. Menekankan pentingnya belajar dari keluarga-keluarga yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dakwah agar memahami tujuan hidup dan kematian dalam perjuangan Islam.
Sementara itu, Kak Ii’ Latifah menyampaikan update tentang dakwah ISA di Filipina. Beliau menjelaskan bahwa ISA memiliki visi menuju dakwah internasional yang dimulai dari kawasan Asia Tenggara.
Filipina dipilih karena memiliki sejarah panjang Islam. Dahulu, masyarakat Filipina disebut pernah banyak memeluk Islam sebelum datang penjajahan Spanyol yang memaksa masyarakat memilih antara pindah agama atau menghadapi kematian.
Dijelaskan bahwa Filipina terbagi menjadi tiga wilayah utama, yaitu Luzon di bagian utara, Visayas di bagian tengah, dan Mindanao di bagian selatan. Dari ketiga wilayah tersebut, masyarakat muslim banyak bertahan di Mindanao, sedangkan wilayah lain banyak mengalami pemurtadan.
![]() |
| Foto bersama |
Namun sejak Juli 2025 mulai terjadi gelombang “balik Islam”, terutama di wilayah utara Filipina. Mereka menyebutnya “balik Islam” karena meyakini nenek moyang mereka dahulu adalah muslim.
Dalam kesempatan itu disampaikan pula bahwa insyaallah ISA akan kembali memberangkatkan tim dakwah menuju Filipina pada 10 Mei mendatang.
Kegiatan sharing dakwah ini memberikan banyak inspirasi bagi para ummahat tentang pentingnya membangun keluarga yang berorientasi dakwah, memiliki ketahanan menghadapi tantangan zaman, serta menanamkan semangat perjuangan Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: Ustazah Rillia Marfuatim M


Posting Komentar untuk "Ummahat Qoryatul Qur’an Ikuti Sharing bersama Tim ISA tentang Keluarga Dakwah dan Update Dakwah Filipina"