Santriwati dan Mahasantri PPTQ Qoryatul Qur'an Ikuti Sharing Dakwah Filipina bersama Ode Santi Soekanto dan Tim ISA

Para santriwati dan mahasantriwati PPTQ Qoryatul Qur'an mengikuti kegiatan sharing dakwah Filipina bersama Ode Santi Soekanto, yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 16.30 WIB bertempat di Ruang Kelas Palestina dan Pendapa Komplek 02 Pucung.

Acara ini menghadirkan Ode Santi Soekanto beserta Tim Institut Al Aqsa untuk Riset Perdamaian (ISA) sebagai pemateri. Kegiatan luar biasa ini diikuti oleh seluruh santriwati dan mahasantriwati dari Komplek Pucung, Asemlegi Gabeng, Jetis, dan Babadan.

Dakwah Filipina
Ode Santi Soekanto jelaskan urgensi berdakwah di Filipina 

Dalam prolog pembukaan, Ustaz Faris Ahmad, Lc., M.Pd. mewakili Tim Pusaka PPTQ Qoryatul Qur'an, menyampaikan motivasi kepada para santriwati agar bersyukur atas kehadiran Ode Santi Soekanto dan Tim Institut Al Aqsa untuk Riset Perdamaian (ISA) yang telah membawa dakwah hingga tingkat internasional.

Beliau berharap para peserta dapat mengambil banyak hikmah, pengalaman, serta inspirasi dari sharing yang disampaikan. Selain itu, beliau juga mendorong para santriwati agar memiliki semangat untuk turut mendakwahkan Islam ke berbagai penjuru dunia.

Selanjutnya, Ode Santi Soekanto menjelaskan alasan pentingnya dakwah di Filipina. Menurut beliau, kaum muslimin meyakini bahwa pembebasan Baitul Maqdis tidak harus datang dari bangsa Palestina saja, melainkan bisa melalui saudara-saudara muslim dari berbagai belahan dunia, termasuk Filipina.

Ode Santi Soekanto juga menyampaikan bahwa para pejuang Palestina berharap, kelak ketika tiba waktu pertolongan Allah datang, umat Islam dari berbagai negeri dapat bersama-sama meraih kemenangan itu.

Ode turut memaparkan sejarah masuknya Islam di Filipina yang telah hadir sejak abad ke-13 hingga ke-14 melalui para pedagang Arab, India, dan Melayu. Ketika datang penjajah Spanyol pada abad ke-16, mereka melakukan pemurtadan secara paksa terhadap masyarakat muslim di sana.

Selain itu, Ode menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2024 hingga awal 2025 terjadi fenomena “gelombang besar” masyarakat Filipina yang kembali memeluk Islam atau dikenal dengan gerakan “Balik-Islam”.

Banyak masyarakat yang menjadi mualaf setelah melalui proses kajian mendalam, bahkan sebagian di antaranya merupakan mantan misionaris Kristen. Menurut Ode, kondisi tersebut menjadikan dakwah di Filipina sangat penting, terlebih karena Filipina dikenal sebagai salah satu negara pendukung Israel sejak lama.

Sharing dakwah Filipina
Antusiasme santri mengikuti sharing dakwah Filipina 

Selanjutnya, seluruh peserta diajak menelusuri jejak dakwah di Filipina, melalui presentasi oleh Tim ISA. Banyak sekali bahan sharing terkait dakwah di sana. Betapa para mualaf sangat perlu sentuhan dakwah dari kaum muslimin dari negeri lain.

Dalam sesi sharing tersebut, banyak inspirasi yang disampaikan kepada para santriwati. Salah satunya adalah ajakan untuk mempersiapkan diri sejak sekarang dengan berbagai kemampuan dan potensi yang dimiliki.

Disampaikan bahwa seseorang tidak pernah tahu kapan panggilan dakwah akan datang secara tiba-tiba. Karena itu, selama masih memiliki waktu dan kesempatan, para santriwati diharapkan terus membekali diri agar siap terjun dan memberi manfaat bagi dakwah Islam di mana pun berada.

Kegiatan sharing dakwah ini berlangsung dengan penuh antusias dan memberikan banyak wawasan baru bagi para santriwati tentang kondisi dakwah Islam di Filipina. Semoga santri termotivasi untuk memperluas cita-cita dakwah hingga tingkat internasional.

Diharapkan, semangat dan inspirasi yang disampaikan dapat menumbuhkan kesiapan para santriwati untuk terus belajar, memperbaiki diri, serta menjadi bagian dari perjuangan dakwah Islam di masa mendatang.

Posting Komentar untuk "Santriwati dan Mahasantri PPTQ Qoryatul Qur'an Ikuti Sharing Dakwah Filipina bersama Ode Santi Soekanto dan Tim ISA"