Santriwati MATQ Qoryatul Qur’an Komplek Pucung Gelar Parade Bahasa Qoryatul Qur’an: Santri Berbahasa, Pondok Mendunia

Suasana Sabtu malam, 16 Mei 2026, bakda Salat Isya, atau tepatnya sekira pukul 20.00 WIB, di PPTQ Qoryatul Qur’an Komplek 02 Pucung, Karangmojo, Weru, Sukoharjo tampak berbeda dan jauh lebih meriah dari pada hari-hari biasanya.

Segenap santriwati berkumpul bersama para ustazah pendamping serta jajaran Direktorat PPTQ Qoryatul Qur'an untuk menyaksikan kegiatan “Parade Bahasa Qoryatul Qur’an” dengan mengusung tema “Santri Berbahasa, Pondok Mendunia”.

Acara ini digelar sebagai wadah kreativitas praktik berbahasa dan evaluasi sekaligus gambaran nyata dari hasil pembelajaran berbagai bahasa asing dan daerah yang selama ini ditekuni oleh para santriwati di pesantren.

Parade Bahasa Qoryatul Qur'an
Panggung megah Parade Bahasa Qoryatul Qur'an 

Acara dibuka secara atraktif oleh duet MC, Qonita Mughny dan Yosi Rahmawati. Uniknya, nuansa kebahasaan langsung terasa sejak awal melalui sesi tilawah yang dibacakan dalam 5 bahasa berbeda.

Zakia Nurul melantunkan ayat suci, yang kemudian diterjemahkan secara bergantian ke dalam bahasa Indonesia (Arina Khoirunnisa), bahasa Inggris (Arumi Pritaloka), bahasa Jawa (Suci Hani), hingga bahasa Jepang (Fathin Amiroh).

Dalam sambutan pembukanya, Kepala Komplek 02 Pucung, Ustaz Nasrudin Al Hafiz, menyampaikan rasa terima kasih, apresiasi, dan kebanggaan, kepada seluruh pihak terlebih para santriwati yang terlibat pada kegiatan malam ini.

“Kegiatan malam hari ini adalah gambaran dari apa yang telah dipelajari oleh para santri. Bahasa adalah kunci untuk sukses. Dengan bahasa, santri bisa membawa pondok ini mendunia,” tegas beliau memotivasi.

Panggung Parade Bahasa kemudian diguncang dengan berbagai penampilan kreatif. Dimulai dari penampilan “Santri Nusantara” yang membawakan kekayaan budaya dan bahasa daerah, dari Jawa, Papua, Minang, Sunda, hingga Manggarai.

Acara berlanjut ke sesi Mubahasah, debat dan percakapan interaktif antar dua kelompok santri menggunakan bahasa Arab yang fasih.

Tidak kalah memukau, drama berbahasa Jepang yang dibawakan santriwati sukses mencuri perhatian. Sensei Prayitna, selaku guru bahasa Jepang, ketika memberikan sambutan langsung dalam bahasa Jepang, mengaku takjub dengan perkembangan para santri.

Pucung
Pentas bahasa berlangsung dengan meriah 

“Saya kagum melihat penampilan malam ini. Padahal saat di kelas terlihat biasa saja, tapi di panggung ternyata luar biasa. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari guru di Qoryatul Qur’an,” ungkap Sensei Prayitna penuh haru. Beliau lalu membagikan pengalamannya saat di Jepang dan memberikan edukasi singkat mengenai struktur bahasa Jepang.

Kemeriahan berlanjut dengan persembahan Language Song dari English Club. Menanggapi hal tersebut, Ustaz Sujud Eloy selaku guru bahasa Inggris memberikan apresiasi tinggi dalam pidato berbahasa Inggrisnya. Menurut beliau, penampilan yang luar biasa malam ini menjadi bukti sahih bahwa para santri belajar dengan sungguh-sungguh. 

Sebagai penutup sesi kreasi, para santriwati menyanyikan lagu orisinal ciptaan mereka sendiri yang memadukan beberapa bahasa sekaligus.

Memasuki penghujung acara, para pemangku Komplek 02 Pucung memberikan untaian kata dan evaluasi. Ustaz Susanto mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang tinggi setelah menyaksikan talenta luar biasa anak didiknya.

Senada dengan hal tersebut, Ustaz Darmanto menyampaikan rasa bangganya yang membuncah. Beliau memimpin doa dan harapan agar para santri dapat menjelajah dunia dengan modal bahasa yang dimiliki. Beliau juga menegaskan optimismenya bahwa PPTQ Qoryatul Qur’an akan semakin dikenal hingga ke seluruh penjuru dunia.

Sebagai penutup, Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H. mewakili direktorat, memberikan tanggapan akhir yang mengunci kesuksesan acara malam ini. Beliau menyatakan sangat bangga dan melabeli penampilan seluruh santriwati malam ini dengan predikat sangat luar biasa.

Acara ditutup dengan penuh rasa syukur dan suka cita. Parade Bahasa malam ini sukses membuktikan bahwa keterbatasan dinding pesantren bukan halangan bagi para santriwati PPTQ Qoryatul Qur'an untuk menggenggam dunia lewat bahasa. Dari desa untuk dunia!

Reporter: Ustaz Salman Al Hawari

Posting Komentar untuk "Santriwati MATQ Qoryatul Qur’an Komplek Pucung Gelar Parade Bahasa Qoryatul Qur’an: Santri Berbahasa, Pondok Mendunia"