Sabtu, 16 Mei 2026, Tim Dakwah PPTQ Qoryatul Qur'an kembali melaksanakan kajian keislaman bersama warga Dukuh Jurang, Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Fisabilillah Jurang dan dimulai bakda Salat Isya.
Acara dipandu Ustaz Aldi Hermawan yang bertindak sebagai MC. Menyapa masyarakat dengan penuh keakraban dan kerinduan karena cukup lama kajian tidak terlaksana. Tausiah malam hari ini disampaikan oleh Ustaz Faris Ahmad, Lc., M.Pd.
![]() |
| Ustaz Faris Ahmad menyampaikan tentang amalan bulan Zulhijjah |
Ustaz Faris mengawali dengan mengingatkan bahwa tak lama lagi akan memasuki bulan Zulhijjah yang termasuk bulan haram. Empat bulan haram yang dimaksud dalam Al-Qur’an dan hadis adalah Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus.” (QS. At-Taubah: 36)
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram. Tiga berurutan: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram; serta Rajab Mudhar yang berada antara Jumadal Akhirah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Disebut bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut dosa lebih berat dan umat Islam dianjurkan lebih menjaga diri dari maksiat serta memperbanyak amal saleh. Ada pantangan untuk berperang pada bulan tersebut.
Sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah termasuk hari yang paling mulia di sisi Allah. Pada hari-hari itu, amal saleh sangat dicintai Allah melebihi hari-hari lainnya. Termasuk untuk melaksanakan ibadah puasa.
Kalau tidak bisa sembilan hari penuh berpuasa, kita bisa melaksanakan puasa sunah sesuai yang diajarkan Rasulullah, yakni puasa daud, puasa Senin Kamis, atau hanya puasa pada 9 Zulhijjah.
Puasa 9 Zulhijjah disebut sebagai puasa Arafah yang menjadi sebab diampuninya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Tanggal 10-nya adalah Hari Raya Iduladha dan ibadah kurban yang agung nilainya.
Takbir pada Hari Raya Iduladha merupakan syiar agung untuk mengagungkan Allah. Para sahabat dan ulama salaf memperbanyak takbir sejak awal Dzulhijjah hingga hari-hari tasyrik sebagai bentuk syukur, pengagungan, dan penghambaan kepada Allah.
![]() |
| Suasana pengajian warga Jurang |
Berkurban pada hari Iduladha merupakan ibadah yang sangat mulia sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Kurban adalah bentuk syukur manusia atas nikmat yang banyak, yang Allah karuniakan.
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus.” (QS. Al-Kautsar: 1–3)
Semoga hewan kurban yang kita persembahkan menjadi bukti keikhlasan, menghadirkan manfaat bagi kaum muslimin, serta menjadi amal saleh yang mendekatkan diri kita kepada Allah Ta’ala.


Posting Komentar untuk "Pengajian Qoryatul Qur’an dengan Warga Jurang Pijiharjo, Ustaz Faris Ahmad Ingatkan Keutamaan Bulan Zulhijjah"