Melanjutkan rangkaian pembekalan organisasi bagi calon pengurus Badan Eksekutif Mahasantri (BEM), Ma’had Aly Qoryatul Qur’an kembali menggelar sesi kedua Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada Senin malam, 11 Mei 2026.
Jika pada sesi pertama para peserta dibekali pemahaman mengenai konstitusi organisasi dan administrasi kepengurusan, maka sesi kedua ini menghadirkan suasana yang lebih mendalam dengan menyoroti sisi ruhiyah, etika, dan seni dalam kepemimpinan.
Kegiatan ini berlangsung di Musala Al Mukmin, Komplek 03 Babadan. Diikuti oleh seluruh mahasantri dan mahasantriwati Ma’had Aly Qoryatul Qur’an dalam forum gabungan. Suasana malam penuh kekhidmatan menjadikan kegiatan berlangsung dengan penuh perhatian dan antusias dari seluruh peserta.
Acara dipandu oleh Ustaz Muhammad Devi Syahputra selaku moderator, sementara materi utama disampaikan oleh Mudir Ma’had Aly Qoryatul Qur’an, Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H.
![]() |
| LDK Maaly QQ bersama Ustaz Luthfi |
Ustaz Luthfi mengajak para peserta untuk terlebih dahulu meluruskan niat sebelum berbicara tentang jabatan dan kepengurusan. Kepemimpinan bukanlah tempat mencari kehormatan, melainkan amanah besar yang menuntut pengorbanan, kesabaran, dan tanggung jawab.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah tentang etika dalam meraih kepemimpinan. Beliau menjelaskan bahwa seseorang yang terlalu mengejar jabatan berpotensi memikul beratnya amanah seorang diri.
Sebaliknya, ketika seseorang dipercaya dan diminta untuk memimpin, maka di situlah terdapat pertolongan Allah Swt., yang akan menyertai langkah-langkahnya.
“Mindset seorang pemimpin sejati adalah mengemban dan melayani. Kepemimpinan bukan sekadar alat untuk mengatur orang lain atau memegang kekuasaan, melainkan sebuah pengorbanan dan kesabaran yang luar biasa,” tegas Ustaz Luthfi di hadapan para mahasantri.
Beliau juga menjelaskan bahwa kepemimpinan merupakan perpaduan antara ilmu dan seni. Ilmu diperlukan untuk menentukan arah organisasi, menyusun kebijakan, dan menjaga jalannya program sesuai tujuan.
Namun di sisi lain, seni kepemimpinan dibutuhkan untuk menyentuh hati para anggota, membangun kedekatan, serta menjaga ruh organisasi agar tetap hidup dan penuh semangat.
Melalui sesi kedua LDK ini, para mahasantri diharapkan mampu memahami bahwa kepemimpinan adalah tentang kemampuan memahami, melayani, dan menjadi teladan bagi orang lain. Kesadaran bahwa setiap individu adalah pemimpin, setidaknya bagi dirinya sendiri, menjadi fondasi penting sebelum nantinya memimpin dalam organisasi formal.
Kegiatan berlangsung dengan penuh hikmah hingga akhir acara. Semangat kebersamaan dan nilai-nilai amanah yang ditanamkan dalam forum tersebut diharapkan mampu membentuk karakter pemimpin muda yang bijaksana, rendah hati, dan siap berkhidmat untuk umat serta pesantren.
Semoga setiap amanah yang kelak diemban menjadi ladang amal jariyah, serta menjadikan para mahasantri sebagai pemimpin yang mencintai dan dicintai oleh mereka yang dipimpinnya.
Reporter: Ustaz Salman Al Hawari

Posting Komentar untuk "LDK Ma’had Aly Qoryatul Qur’an Sesi Kedua: Mengasah Kebijaksanaan dan Seni Melayani dalam Kepemimpinan"