Senin, 4 Mei 2026, suasana di Masjid Nurul Ilmi, Komplek 08 Jonggring Saloka, PPTQ Qoryatul Qur'an terasa begitu hangat dan hidup. Mahasantri dan mahasantriwati Ma’had Aly Qoryatul Qur'an berkumpul untuk mengikuti kegiatan Tazwid Semester Akhir dengan mengusung tema Pelatihan Berkisah.
Dipandu oleh Ustaz Muhammad Devi Syahputra sebagai MC, acara yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 16.30 WIB ini menjadi sebuah ikhtiar untuk membekali para mahasantri agar lebih kreatif dan efektif dalam berdakwah, terutama di hadapan anak-anak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan, penyampaian materi inti, sesi tanya jawab, hingga praktik berkisah langsung yang diselingi istirahat untuk menunaikan ibadah salat dan makan siang.
Acara dibuka secara resmi oleh Mudir Ma'had Aly Qoryatul Qur'an, Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H. Beliau menekankan bahwa berkisah adalah salah satu metode dakwah yang sangat lekat dengan sunah Rasulullah Saw.
Beliau bahkan berbagi pengalaman pribadi. Sebagai seseorang yang mengaku memiliki kepribadian introver dan pemalu, Ustaz Luthfi mengungkapkan bahwa bercerita terbukti ampuh untuk mengobati rasa gugup saat harus berbicara di depan umum sekaligus menjadi cara efektif untuk membaca kondisi jamaah.
Lebih jauh lagi, beliau mengingatkan bahwa sepertiga isi Al-Qur'an dipenuhi oleh kisah-kisah penuh hikmah sebagai pedoman hidup manusia. Maka, kemampuan berkisah menjadi hal penting bagi para dai di segala zaman.
![]() |
| Kak Ari menyampaikan tentang berdakwah dengan kisah yang menyenangkan |
Materi inti disampaikan oleh Kak Ari Prabowo, seorang praktisi berkisah, yang juga kadang memakai nama panggung Kak Ari Abu Zahwa. Beliau mengajak seluruh peserta untuk memulai pembelajaran dengan refleksi diri dan berdoa, memohon kemudahan kepada Allah Swt., agar ilmu yang didapatkan dapat diamalkan dan bermanfaat bagi umat.
Kak Ari memaparkan alasan mengapa berkisah menjadi metode dakwah yang luar biasa, di antaranya karena sifatnya yang menarik dan asyik. Ketika audiens sudah tertarik, tentunya materi akan sampai kepada mereka dengan baik.
Beliau juga merujuk pada Surah Al-Kahfi ayat 66, mengingatkan bahwa fondasi utama dalam menuntut ilmu adalah membangun kedekatan dan kepatuhan kepada guru terlebih dahulu. Untuk menciptakan sebuah kisah yang hidup dan berkesan.
Kak Ari membagikan kiat terkait enam unsur penting dalam berkisah. Pertama, judul yang menjadi daya tarik utama. Kedua, narasi agar alur cerita mengalir dan runtut. Ketiga, tokoh dengan karakter yang kuat di dalam cerita.
Yang keempat, dialog berupa interaksi antar tokoh yang menghidupkan suasana. Kelima, ekspresi/gerakan dengan bahasa tubuh yang mendukung emosi cerita. Terakhir, kesan sebagai hikmah atau nilai moral yang ingin disampaikan kepada pendengar.
![]() |
| Suasana pelatihan berkisah |
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang pelatihan berlangsung. Puncaknya adalah pada sesi praktik, di mana seluruh mahasantri dan mahasantriwati diminta untuk mencoba mempraktikkan langsung teknik berkisah yang telah diajarkan.
Suasana menjadi sangat meriah dan dipenuhi gelak tawa saat Kak Ari Prabowo membawakan materi dengan berbagai ekspresi dan gaya yang jenaka. Mencontohkan langsung penggunaan keenam kiat yang disampaikan sebelumnya.
Para peserta tampak menikmati proses belajar tersebut, menyadari bahwa menyampaikan kebaikan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan menyentuh hati.
Semoga pelatihan ini menjadi bekal berharga yang kelak akan melahirkan para dai dan daiyah yang inspiratif, kreatif, serta dicintai oleh masyarakat, terutama dalam membimbing generasi penerus dengan penuh cinta.
Reporter: Ustaz Salman Al Hawari


Posting Komentar untuk "Tazwid Semester Akhir Ma’had Aly Qoryatul Qur'an bersama Kak Ari Prabowo: Menyemai Dakwah Lewat Kisah"