Daurah Ilmiah Syar’iyah Berbahasa Arab Bersama Syekh Dr. Muhammad Said Bakr: Bedah Kitab “Falisthiina wal Quds, Ta’shilan wa Tafshilan”

PPTQ Qoryatul Qur’an kembali menggelar kegiatan keilmuan bertaraf internasional melalui Daurah Ilmiah Syar’iyah Berbahasa Arab bersama Syekh Dr. Muhammad Said Bakr. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Lantai 2 Komplek 06 Asemlegi Gabeng, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Daurah ini diikuti oleh sebagian ustaz dan ustazah PPTQ Qoryatul Qur’an, dengan total peserta sebanyak 44 orang yang terdiri dari 22 ustaz dan 22 ustazah. Turut hadir pula jajaran Direktorat PPTQ Qoryatul Qur’an, perwakilan ustaz dari Ma’had Baitul Hikmah, serta perwakilan ustaz dari Ma’had Fursan Al Birru.

Syekh Dr. Muhammad Said Bakr
Syekh Dr. Muhammad Said Bakr membedah kitab “Falisthiina wal Quds, Ta’shilan wa Tafshilan” 

Agenda utama daurah adalah bedah kitab “Falisthiina wal Quds, Ta’shilan wa Tafshilan” karya Syekh Dr. Muhammad Saed Bakr. Kitab ini mengulas persoalan Palestina dan Al-Quds secara menyeluruh dari berbagai sudut pandang keilmuan Islam.

Acara dipandu oleh Ustaz Faris Ahmad, Lc., M.Pd. yang bertugas sebagai pemandu jalannya acara agar berlangsung tertib. Sementara itu, sambutan disampaikan oleh Ustaz Luthfi Zubaidi, Lc., M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan prolog daurah yang akan berlangsung selama dua hari, menegaskan bahwa pembahasan akan difokuskan pada kitab tersebut, serta menekankan bahwa daurah dilaksanakan sepenuhnya dalam bahasa Arab tanpa penerjemah.

Adapun isi kitab yang dibedah pada hari pertama terbagi dalam lima bab utama. Bab pertama membahas Palestina dan Al-Quds dalam perspektif Al-Qur’an. Bab kedua mengulas Palestina dan Al-Quds berdasarkan hadis Nabi ﷺ. Bab ketiga mengkaji Palestina dan Al-Quds dalam sudut pandang fikih dan fatwa ulama.

Bab keempat membahas ibrah sejarah Palestina dan Al-Quds dari masa Daulah Utsmaniyah hingga masa sebelumnya. Sedangkan bab kelima mengulas sejarah Palestina dan Al-Quds dari masa pasca-Utsmani hingga kondisi kontemporer saat ini.

Daurah
Daurah disampaikan dalam bahasa Arab tanpa penerjemah 

Dalam pelaksanaannya, setiap peserta diminta untuk membacakan kaidah pada setiap bab secara bergiliran. Metode ini mendorong peserta untuk aktif terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Antusiasme peserta juga tampak jelas pada sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan diajukan kepada Syekh, dan ketika Syekh melemparkan pertanyaan balik, para peserta pun dengan semangat berlomba-lomba memberikan jawaban.

Melalui daurah ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami isu Palestina dan Al-Quds secara emosional, tetapi juga secara ilmiah, syar’i, dan historis, sehingga mampu menyampaikannya kepada umat dengan landasan keilmuan yang kuat.

Kontributor: Ustaz Salman Al Hawari

Posting Komentar untuk "Daurah Ilmiah Syar’iyah Berbahasa Arab Bersama Syekh Dr. Muhammad Said Bakr: Bedah Kitab “Falisthiina wal Quds, Ta’shilan wa Tafshilan” "