Santri MITQ Qoryatul Qur’an Ikuti Berkisah Isra Mikraj Bersama Ustaz Salman Al Farisi

Santri MITQ Qoryatul Qur’an mengikuti kegiatan berkisah bertema Isra Mikraj bersama Ustaz Salman Al Farisi, M.Pd. yang dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Gedung MITQ Qoryatul Qur’an, mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.

Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan iman dan keyakinan santri, mengingatkan pentingnya salat lima waktu, meneladani akhlak serta kesabaran Nabi Muhammad Saw., serta meningkatkan kesadaran ruhiyah dan kedekatan kepada Allah Swt.

Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Duha berjemaah, dilanjutkan apel pagi, kemudian majelis berkisah bersama Ustaz Salman Al Farisi, M.Pd. Beliau menegaskan pentingnya mengulang sejarah Isra Mikraj karena di dalam peristiwa agung tersebut terdapat perintah utama bagi umat Islam, yaitu kewajiban melaksanakan salat lima waktu.

Ustaz Salman menjelaskan bahwa Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad Saw. pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang pada masa itu biasanya ditempuh selama satu bulan dengan unta, namun oleh Nabi Muhammad Saw. ditempuh hanya dalam satu malam dengan kendaraan Buraq.

Ustaz Salman
Ustaz Salman kisahkan kembali tentang Isra Mikraj 

Setibanya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad Saw. melaksanakan salat dua rakaat. Beliau juga diceritakan ditawari minuman antara susu dan khamr, lalu Nabi memilih susu sebagai simbol fitrah.

Adapun Mikraj adalah perjalanan Nabi Muhammad Saw. naik ke langit hingga Sidratul Muntaha untuk bertemu dengan Allah Swt. Di langit pertama bertemu Nabi Adam, langit kedua Nabi Isa dan Nabi Yahya, langit ketiga Nabi Yusuf, langit keempat Nabi Idris, langit kelima Nabi Harun, langit keenam Nabi Musa, dan di langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim. Di langit ketujuh terdapat Baitul Makmur, masjid yang selalu dipenuhi para malaikat.

Pada peristiwa inilah Nabi Muhammad Saw. menerima perintah salat sebanyak 50 waktu. Atas saran Nabi Musa a.s., jumlah tersebut kemudian dikurangi hingga menjadi 5 waktu sehari semalam, namun tetap bernilai pahala seperti 50 waktu. Nabi Muhammad Saw. juga diperlihatkan keadaan surga dan neraka sebagai pelajaran bagi umat manusia.

Ustaz Salman Al Farisi juga mengingatkan bahwa salat berjemaah memiliki keutamaan pahala 27 derajat dibandingkan salat sendirian. Selain itu, peristiwa Isra Mikraj terjadi pada tahun ke-10 kenabian, yang juga dikenal sebagai ‘Aamul Huzni’ (tahun kesedihan), karena pada masa itu Nabi Muhammad Saw. kehilangan istri tercinta, Khadijah r.a., dan pamannya, Abu Thalib.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri MITQ Qoryatul Qur’an semakin memahami makna Isra Mikraj dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga salat dan memperkuat keimanan kepada Allah Swt.

Kontributor: Ustazah Bella

Posting Komentar untuk "Santri MITQ Qoryatul Qur’an Ikuti Berkisah Isra Mikraj Bersama Ustaz Salman Al Farisi"