Sabtu, 10 Januari 2026, Tim Dakwah PPTQ Qoryatul Qur'an menggelar kajian keislaman bersama warga Dukuh Jurang, Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Fisabilillah Jurang dan dimulai bakda Salat Isya.
Acara dibuka oleh MC, Ustaz Aldi Hermawan, yang mengajak seluruh hadirin melafalkan basmalah sebagai pembuka majelis. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Andrean Nur Kholis.
Pada kajian tersebut, materi disampaikan oleh Ustaz Harjanto, S.Pd., M.Si. Diawali dengan menyampaikan bahwa meskipun cuaca hujan, hal itu tidak mengurangi semangat warga untuk menghadiri majelis ilmu. Kehadiran para jemaah menjadi tanda bahwa mereka termasuk hamba-hamba pilihan Allah yang dimuliakan dengan kecintaan terhadap ilmu.
![]() |
| Ustaz Harjanto ajak jamaah percaya keberadaan Allah |
Ustaz Harjanto mengisahkan tentang masa kecil Imam Abu Hanifah yang berdebat dengan seorang ateis, yang tidak percaya adanya hari akhir, surga dan neraka. Pada suatu masa, seorang ateis terkenal sering menantang para ulama untuk berdebat tentang keberadaan Allah.
Banyak ulama enggan meladeni tantangannya karena ia pandai berlogika dan lihai berdebat, termasuk guru Imam Abu Hanifah yang dikenal saleh namun tidak terbiasa dengan perdebatan rasional.
![]() |
| MC Ustaz Aldi dan tilawah Ustaz Andre |
Melihat keadaan itu, Imam Abu Hanifah yang saat itu masih muda maju menghadapi sang ateis. Sang ateis berkata, “Tuhan yang kau yakini tidak terlihat, tidak bisa disentuh, dan tidak serupa dengan apa pun. Bagaimana mungkin Dia ada dan melihat kita?”
Imam Abu Hanifah pun membaca firman Allah:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11)
Kemudian beliau berkata, “Engkau meyakini adanya akal, padahal ia tidak terlihat, namun keberadaannya diakui melalui pengaruhnya. Maka demikian pula Allah: Dzat-Nya tidak terlihat oleh mata, tetapi keberadaan dan kekuasaan-Nya nyata pada seluruh ciptaan.” Sang ateis pun terdiam.
Ibrahnya adalah bahwa tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Banyak hal yang nyata meski tak kasat mata, terlebih Allah Ta‘ala, yang keberadaan-Nya tampak jelas melalui tanda-tanda ciptaan-Nya, meskipun Dzat-Nya tidak dapat dilihat di dunia.
Selain itu, Islam mengajarkan bahwa Allah bukan hanya ada, tetapi juga sangat dekat dengan hamba-Nya, terutama ketika hamba itu lemah dan berdoa. Allah berfirman, “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sungguh Aku dekat.”
![]() |
| Pengajian bersama warga Dukuh Jurang |
Kedekatan ini bukan jarak fisik, melainkan kedekatan rahmat, pertolongan, dan pengawasan. Bahkan dalam hadis qudsi disebutkan bahwa siapa yang mendekat kepada Allah sejengkal, Allah akan mendekat kepadanya sehasta, sebagai penegasan bahwa setiap langkah menuju Allah akan dibalas dengan kedekatan dan kasih sayang-Nya.
Kajian diakhiri dengan bacaan hamdalah dan doa kafaratul majelis bersama-sama. Semoga kajian bulanan di Masjid Fisabilillah ini bisa terus rutin dilaksanakan sebagai sarana mencari ilmu bagi warga Dukuh Jurang Desa Pijiharjo Kecamatan Manyaran. Aamiin.



Posting Komentar untuk "Pengajian Qoryatul Qur’an dengan Warga Jurang Pijiharjo, Ustaz Harjanto Yakinkan Keberadaan Allah Meski Tak Terlihat"