Resensi Buku “Memory: How to Develop, Train dan Use It” karya William Atkonson: Metode Melatih Ingatan

Oleh: Qonitatun Mumtazah
Santri kelas XII Matiq MATQ Qoryatul Qur’an Komplek Jetis, asal Klaten

Sebagai seorang santri, menghafal merupakan hal yang mendasar dalam pembelajaran, hal yang paling krusial, dan bahkan mendarah daging dalam kehidupan. Baik pelajaran umum, agama, maupun Al-Qur’an tidak akan jauh dari kata menghafal.

Menghafal juga berkorelasi dengan ingatan. Oleh karenanya, saya membeli dan membaca sebuah buku berjudul “Memory: How to Develop, Train dan Use It”, sebagai penunjang dalam menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an.

  • Judul buku: Memory: How to Develop, Train dan Use It
  • Penulis: William Atkinson
  • Penerjemah: Sushela M. Nur
  • Penerbit: Bright Publisher, Yogyakarta
  • Terbit: I, 2019
  • ISBN: 978-602-5868-73-3
  • Tebal buku: vi+154 halaman

Buku ini ditulis oleh William Atkinson alias Theron Q. Dumont, seorang editor yang telah banyak menghasilkan karya fenomenal di bidang self-improvement, di antaranya Thougt-Force in Business and Everyday Life, The Secret of Succes, dan masih banyak lagi.

Santri QQ
Qonitatun Mumtazah membaca buku “Memory: How to Develop, Train dan Use It”

Memori adalah kekuatan untuk menghidupkan kembali dalam benak kita, gagasan-gagasan yang setelah menghilang atau dikesampingkan. Laksana pisau yang tak terasah, ingatan juga akan tumpul bila tidak dilatih.

Jika sesuatu diulang terus-menerus tanpa henti dan dengan perhatian, akan melahirkan ingatan atau pikiran bawah sadar, sebagaimana pendapat Hall: “Dalam kekuatan memperbaiki atensi terdapat kebiasaan intelektual yang paling berharga.” (hal. 40)

Pikiran bawah sadar ini adalah file catatan hebat dari semua yang pernah kita alami. Perhatian adalah hal yang menciptakan memori, dan memori adalah kejeniusan yang menumpuk.

Kuat tidaknya suatu memori bergantung pada kekuatan perhatian. Jika perhatian yang tercurah itu besar, akan timbul pesan yang jelas dan mendalam. Sebaliknya, jika perhatian yang tercurah kecil atau bahkan tidak ada perhatian, tak akan ada catatan.

William Atkinson
Cover buku Memory: How to Develop, Train dan Use It karya William Atkinson

“Kekuatan yang menggerakkan pikiran umumnya sebanding dengan tingkat perhatian yang diberikan kepadanya. Seni memori yang hebat adalah perhatian. Orang yang lalai selalu memiliki ingatan yang buruk.” (hal. 41–42).

Buku ini dapat membantu semua orang, terutama pelajar yang ingin memiliki metode dalam mengingat dan menghafal sehingga mewujudkan ingatan yang kuat.

Kelebihan dalam buku ini, adalah bahwa metode-metode yang disajikan cukup mudah dipahami, sehingga bisa langsung diimplementasikan dalam kehidupan pembaca sehari-hari.

Salah satu kekurangan dari buku ini, barangkali karena memang karya terjemahan, adalah terdapat kata-kata yang menurut saya pribadi belum pas penggunaannya.

Buku ini saya rekomendasikan untuk semua orang yang ingin melatih otak dalam mengingat dan menyimpan ingatan, terutama untuk pelajar atau santri yang kehidupannya masih terus berkutat dengan ilmu-ilmu dan belum terbagi fokusnya kepada yang lain.

1 komentar untuk "Resensi Buku “Memory: How to Develop, Train dan Use It” karya William Atkonson: Metode Melatih Ingatan"

  1. Barokallaahufiik .. terus diasah dilatih dan dipertajam skill menulisnya

    BalasHapus