Ketua Forum Ma’ahid dan Madaris Qur’an Indonesia (FORMAQIN), Ustaz Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.H.I., membacakan tujuh rekomendasi IIEF 2026 pada penyelenggaraan International Islamic Edu Fair (IIEF) 2026 di panggung utama Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu, 3 Oktober 2026.
IIEF 2026 yang berlangsung pada 3–5 Oktober 2026 menjadi ruang pertemuan bagi berbagai lembaga pendidikan Islam, pesantren, sekolah, perguruan tinggi, serta pelaku usaha dan produk Muslim. IIEF dirancang bukan sekadar sebagai pameran, tetapi sebagai ruang kolaborasi, penguatan jejaring, serta pengembangan pendidikan dan kemandirian ekonomi pesantren.
Dalam pembacaan rekomendasi tersebut, Ustaz Umarulfaruq menekankan pentingnya kompromi, sinergi, dan kolaborasi dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Pesantren perlu hadir secara lebih luas dengan tidak hanya menyelenggarakan pendidikan Islam, tetapi juga mengembangkan pendidikan umum serta berbagai bidang yang dibutuhkan masyarakat.
![]() |
| Ketua FORMAQIN bacakan rekomendasi IIEF 2026 |
Tujuh rekomendasi tersebut menjadi rumusan arah pengembangan pesantren dan lembaga pendidikan Islam agar mampu memperkuat nilai keislaman sekaligus menjawab tantangan pendidikan, sumber daya manusia, tata kelola, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga perkembangan global.
Pertama, kuat dalam nilai dan karakter. Pesantren diharapkan tetap menjadikan akidah, akhlak, sunnah, dan nilai-nilai peradaban Islam sebagai fondasi utama pendidikan. Penguatan nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki landasan keimanan dan akhlak yang kuat.
Kedua, unggul dalam pendidikan. Lembaga pendidikan Islam didorong menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan melahirkan lulusan yang beriman, terampil, beradab, kompeten, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi di tengah masyarakat. Pendidikan pesantren diharapkan tidak berhenti pada penguasaan ilmu, tetapi juga membentuk kemampuan dan karakter yang dibutuhkan dalam kehidupan.
Ketiga, kompeten dalam sumber daya manusia. Pengembangan SDM menjadi bagian penting dalam penguatan lembaga pendidikan Islam. Hal ini dilakukan dengan membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, profesional, dan berstandar tinggi melalui budaya belajar serta peningkatan kinerja yang bergerak cepat.
Keempat, profesional dalam tata kelola. Lembaga pendidikan Islam didorong untuk bekerja dengan standar pelayanan yang prima, tertib, transparan, dan akuntabel. Tata kelola juga perlu berbasis data dan kebutuhan serta memperhatikan pelibatan berbagai pihak dan aspek keamanan satuan pendidikan.
Kelima, mandiri secara ekonomi. Pesantren diharapkan mengembangkan usaha, kewirausahaan, aset, dan berbagai kekuatan produktif yang dimiliki. Seluruh potensi tersebut perlu dikelola secara profesional dan amanah sehingga dapat mendukung kemandirian pesantren sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Keenam, luas dalam kemanfaatan. Pesantren diharapkan menjadi pusat pendidikan, dakwah, pemberdayaan, pelayanan sosial, dan kemajuan masyarakat. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi dan kemitraan yang luas dengan berbagai pihak.
Ketujuh, terbuka dan berwawasan global. Pesantren didorong membuka diri terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, bahasa, dan jejaring internasional. Keterbukaan tersebut tetap harus berjalan dengan menjaga nilai-nilai serta jati diri keislaman sehingga pesantren mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.
Tujuh rekomendasi tersebut menegaskan pentingnya pesantren untuk terus berkembang dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam. Penguatan pendidikan, SDM, tata kelola, ekonomi, serta jejaring menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun lembaga pendidikan Islam yang mampu memberikan manfaat lebih luas.
Pembacaan rekomendasi di panggung utama IIEF 2026 juga memperkuat semangat kolaborasi yang menjadi salah satu arah utama FORMAQIN. Sebelumnya, FORMAQIN menekankan bahwa tantangan zaman membutuhkan sinergi antarpesantren melalui pertukaran pengalaman, inovasi, praktik terbaik, serta penguatan jejaring nasional dan internasional.
Di akhir pembacaan, Ustaz Umarulfaruq menyampaikan harapan agar ikhtiar tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga amanah pendidikan, memperkuat umat, serta menghadirkan kontribusi terbaik bagi bangsa dan peradaban dunia.
“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing setiap ikhtiar kita, menyatukan langkah, meluruskan niat, serta menolong segala usaha yang dilakukan sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pesantren, umat, bangsa, dan peradaban dunia,” demikian pesan yang disampaikan dalam penutupan pembacaan rekomendasi.
Pembacaan tersebut ditutup dengan seruan takbir, “Allahu Akbar! Allahu Akbar!” sebagai penegasan semangat bersama untuk terus menguatkan pendidikan Islam melalui sinergi, kolaborasi, dan kemitraan yang lebih luas.

Posting Komentar untuk "Rumuskan Arah Perkembangan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam, IIEF 2026 Rekomendasikan Tujuh Pilar Pesantren Berdaya"