Hari Kedua Pembinaan Tim Driver PPTQ Qoryatul Qur’an Tekankan Keselamatan dan Adab Berkendara

PPTQ Qoryatul Qur’an kembali melanjutkan kegiatan pembinaan bagi Tim Driver pada hari kedua, Rabu (7/10/2026), bertempat di Lantai 2 Komplek 06 Asemlegi Gabeng, dimulai pukul 13.00 WIB.

Kegiatan ini bertujuan membina dan mengarahkan para pengemudi armada pesantren agar memiliki keterampilan berkendara yang baik sekaligus menjunjung tinggi adab dan etika selama berada di jalan.

Berkenan hadir mendampingi berjalannya acara, Ustaz Bambang Wahyudi, S.E. selaku Kepala Kerumahtanggaan. Pemateri kembali bersama Ustaz Joko Purwanto. Hadir serta seluruh Tim Driver Qoryatul Qur’an.

Dalam pembinaan tersebut, peserta diingatkan bahwa setiap kendaraan yang membawa simbol dan nama PPTQ Qoryatul Qur’an merupakan representasi pesantren di tengah masyarakat.

Tim Driver
Tim Driver QQ ikuti pelatihan hari kedua 

Oleh karena itu, setiap pengemudi wajib menjaga keselamatan penumpang dan pengguna jalan, mematuhi aturan lalu lintas, menjaga sopan santun, serta mempertahankan kehormatan dan nama baik pesantren.

Kendaraan pesantren tidak hanya harus aman dikendarai, tetapi juga harus mencerminkan adab pesantren melalui sikap dan perilaku pengemudinya.

Ustaz Joko Purwanto menegaskan bahwa pengemudi armada pesantren tidak diperkenankan bersikap arogan, ugal-ugalan, tergesa-gesa, membunyikan klakson secara berlebihan, ataupun melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kesan buruk terhadap lembaga.

Saat melintasi perkampungan, para driver diminta mengurangi kecepatan hingga maksimal 20 kilometer per jam, bahkan 10–15 kilometer per jam pada jalan yang sempit dan ramai.

Mereka juga harus mengutamakan pejalan kaki, anak-anak, dan warga sekitar, serta menjaga ketenangan lingkungan dengan menghindari suara bising maupun klakson yang tidak perlu.

Materi berikutnya membahas etika berkendara saat melewati tikungan dan mendahului kendaraan lain di jalan raya. Para peserta diingatkan untuk memperlambat kendaraan sebelum tikungan, menggunakan lampu sein, serta membunyikan klakson secukupnya apabila pandangan terhalang.

Pengemudi juga dilarang mendahului di tikungan, tanjakan, persimpangan, maupun jalan sempit. Ketika hendak mendahului kendaraan lain, keselamatan harus menjadi prioritas utama dengan memastikan kondisi benar-benar aman, tidak memaksa, dan tidak bersikap arogan.

Juga disampaikan adab ketika berpapasan dengan sesama keluarga besar pesantren. Pengemudi armada diharapkan mengenali kendaraan yayasan, pemangku komplek, sesepuh, maupun asatidz direktorat.

Saat berpapasan, jangan lupa memberikan sapaan yang wajar melalui anggukan, senyuman, lambaian tangan, atau klakson singkat sesuai kondisi dan tetap memperhatikan keselamatan berkendara.

Sikap ramah dan santun dinilai penting karena armada yang digunakan membawa identitas keluarga besar PPTQ Qoryatul Qur’an.

Pembinaan juga membahas teknik mengemudikan kendaraan besar seperti bus, termasuk pemahaman mengenai ukuran kendaraan, radius putar, blind spot, serta pentingnya menjaga jarak aman karena membutuhkan ruang pengereman yang lebih panjang.

Selain itu, peserta mendapatkan arahan mengenai pengoperasian kendaraan di jalur atau medan sulit seperti kawasan Alasombo, Jonggring Saloka, dan daerah sejenis yang memiliki karakter jalan sempit, curam, atau licin. Jalur-jalur tersebut dianjurkan hanya dilalui oleh pengemudi yang memahami kondisi medan dan karakteristik rute.

Materi lain yang mendapat perhatian adalah tata cara parkir yang baik dan benar. Para driver diingatkan bahwa datang lebih dahulu bukan berarti bebas memarkir kendaraan sembarangan.

Kendaraan harus diparkir secara rapi, simetris, dan tidak menghalangi akses kendaraan lain maupun fasilitas umum. Saat parkir di jalan raya, pengemudi diminta memilih lokasi yang aman dan diperbolehkan meskipun harus berjalan lebih jauh, selama tidak mengganggu arus lalu lintas maupun pengguna jalan lainnya.

Ustaz Joko juga menjelaskan teknik menghadapi tanjakan dengan memperhatikan karakter kendaraan yang digunakan. Pengemudi dianjurkan tidak menggunakan gigi terlalu tinggi ketika menanjak serta memanfaatkan rem tangan dengan benar saat berhenti di tanjakan.

Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan lampu, lampu sein, dan lampu hazard sesuai fungsinya. Dalam kondisi berkabut maupun hujan, lampu hazard tidak dianjurkan untuk digunakan selama kendaraan masih berjalan karena dapat membingungkan pengguna jalan lain.

Praktik mengemudi
Praktik mengemudi 

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik mengemudi sebagai sarana penerapan langsung berbagai teori yang telah dipelajari selama dua hari pelatihan. Semoga Tim Driver Qoryatul Qur’an semakin profesional, disiplin, serta mampu menjadi teladan dalam keselamatan dan adab berkendara di tengah masyarakat.

Kontributor: Ustaz Salman Al Hawari

Posting Komentar untuk "Hari Kedua Pembinaan Tim Driver PPTQ Qoryatul Qur’an Tekankan Keselamatan dan Adab Berkendara"