Berangkat dari visi besar pembangunan peradaban Islam rahmatan lil alamin, PPTQ Qoryatul Qur’an menggelar Sosialisasi Kampung Peradaban di Masjid Widad El Fayez, Asemlegi Gabeng, Sabtu pagi, 12 September 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran direktorat PPTQ Qoryatul Qur’an beserta para asatiz yang diundang, dengan menghadirkan narasumber Ustaz Junaedy Alfan dari Kampung IT Solo. Berkenan mendampingi acara ini, beberapa sesepuh di antaranya Abi Jaiman Abdullah, Babe Karlan, dan Ustaz Susanto.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi mengenai hubungan antara dakwah, kemandirian teknologi informasi, dan pembangunan peradaban Islam.
Dalam prolog dan arahannya, Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I., menegaskan bahwa teknologi informasi harus ditempatkan sebagai sarana akselerasi dakwah, bukan sebagai tujuan akhir.
Menurut beliau, aktivitas utama yang hendak diperkuat adalah dakwah, sedangkan tujuan akhirnya adalah terwujudnya peradaban Islam yang rahmatan lil alamin.
![]() |
| Ustaz Setyadi mengingatkan bahwa IT adalah sarana percepatan penyebaran dakwah |
Beliau menjelaskan bahwa dalam konteks visi besar dakwah dan pembangunan peradaban, Qoryatul Qur’an memandang teknologi informasi sebagai instrumen strategis untuk mempercepat penyebaran nilai-nilai Islam dan mendorong transformasi sosial.
Dengan demikian, landasan berpikir yang dibangun adalah menjadikan teknologi informasi sebagai sarana percepatan dakwah menuju terwujudnya peradaban Islam rahmatan lil alamin.
“Alur berpikirnya harus jelas. Teknologi informasi menjadi sarana percepatan dakwah, dakwah menyebarkan nilai-nilai Islam, nilai-nilai Islam membangun peradaban, dan pada akhirnya menghadirkan peradaban Islam yang rahmatan lil alamin,” terang beliau. “Ending dan prosesnya sudah terbaca, tinggal bagaimana teknis realisasinya.”
Ustaz Setyadi juga menekankan pentingnya memahami bagaimana teknologi informasi mampu mempercepat proses dakwah dan berkontribusi dalam transformasi sosial. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyamakan persepsi dan frekuensi seluruh elemen yang terlibat mengenai tujuan besar yang hendak dicapai.
Realisasi gagasan tersebut dapat dimulai dengan membangun kemandirian data dan teknologi melalui penyiapan SDM kader dakwah bidang teknologi informasi, pengembangan pilot project infrastruktur pendukung, serta pemetaan aktivitas dakwah sebagai basis data untuk pengembangan berbagai platform dan aplikasi yang dibutuhkan.
Ustaz Setyadi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara PPTQ Qoryatul Qur’an dan Kampung IT Solo. Kolaborasi dipahami sebagai upaya bersama untuk mencapai tujuan yang sama melalui penggabungan potensi, keahlian, dan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.
Qoryatul Qur’an memiliki potensi strategis berupa SDM kader dakwah, kawasan dakwah, jejaring mitra dakwah, serta visi besar pembangunan peradaban. Sementara itu, Kampung IT Solo memiliki sumber daya manusia dan keahlian di bidang teknologi informasi yang saat ini belum dimiliki secara memadai oleh Qoryatul Qur’an.
Dengan sinergi tersebut, kedua lembaga dapat saling melengkapi dan menghasilkan capaian yang lebih optimal. Ada nilai tambah yang tercipta dari penggabungan potensi, keahlian, atau elemen-elemen yang berkolaborasi. Saling melengkapi, efisiensi, dan hasil maksimal.
![]() |
| Kegiatan sosialisasi diikuti asatiz dan para tokoh pesantren |
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa langkah yang sedang dirintis bukan sekadar upaya mengikuti perkembangan zaman atau menghadirkan kesan modern. “QQ tidak sedang membangun IT hanya untuk menjadi modern dan keren. Ini bukan sekadar digitalisasi dakwah, tetapi akselerasi dakwah,” tegas beliau.
Ustaz Setyadi mengingatkan bahwa kedaulatan data dan teknologi informasi merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan dan keamanan dakwah di masa depan. Karena itu, pembangunan kapasitas teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan visi dakwah agar mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat dan peradaban.


Posting Komentar untuk "Sosialisasi Kampung Peradaban, Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an Tekankan IT sebagai Instrumen Akselerasi Dakwah"