Sosialisasi Kampung Peradaban, Ustaz Junaedy Alfan Paparkan Enam Pilar Kedaulatan dan Pentingnya Kemandirian Teknologi

PPTQ Qoryatul Qur’an menggelar Sosialisasi Kampung Peradaban di Masjid Widad El Fayez Asemlegi Gabeng, Sabtu pagi, 12 September 2026. Kegiatan ini diikuti jajaran direktorat PPTQ Qoryatul Qur’an beserta para asatiz yang diundang untuk mengikuti sosialisasi dengan narasumber Ustaz Junaedy Alfan dari Kampung IT Solo.

Ustaz Junaedy Alfan menjelaskan bahwa kekuatan sebuah peradaban setidaknya ditopang oleh enam pilar kedaulatan yang saling berkaitan. Keenam pilar tersebut adalah kedaulatan pangan, kedaulatan pendidikan, kedaulatan ekonomi, kedaulatan pengobatan, kedaulatan energi, serta kedaulatan teknologi dan data.

Beliau menilai Qoryatul Qur’an memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kampung peradaban. Hal yang menarik dari Qoryatul Qur’an adalah banyaknya komplek yang tersebar namun tetap mampu terhubung dan bergerak dalam satu visi meskipun belum didukung oleh sistem teknologi yang terintegrasi.

Ustaz Junaedy Alfan
Ustaz Junaedy Alfan tegaskan pentingnya kedaulatan teknologi 

Beliau juga berbagi perjalanan hidup di dunia teknologi informasi. Ahli IT yang mengaku tidak pernah menempuh pendidikan formal di perguruan tinggi ini ternyata memiliki pengalaman sebagai praktisi dan peneliti yang membawa pada berbagai pencapaian di bidang teknologi.

“Saya tidak sempat kuliah formal di bidang IT, tetapi menjadi praktisi dan peneliti tanpa memiliki jurnal Scopus. Bahkan pernah memiliki perangkat yang digunakan oleh perusahaan teknologi besar di Indonesia ketika mereka belum memiliki jangkauan ke wilayah tersebut,” tutur beliau.

Pengalaman panjang tersebut mengantarkan beliau pada kesimpulan bahwa teknologi informasi merupakan faktor penting yang menentukan kekuatan sebuah bangsa. Dominasi global yang dimiliki negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China tidak dapat dilepaskan dari penguasaan teknologi yang mereka bangun selama puluhan tahun.

Lebih lanjut, beliau mengaitkan pentingnya teknologi dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Mengutip Surat Al-Hadid ayat 25, beliau menjelaskan bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman keadilan dan besi sebagai simbol kekuatan yang besar.

Menurut beliau, ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa peradaban yang unggul memerlukan perpaduan antara petunjuk wahyu dan kekuatan teknologi. Al-Qur’an adalah panduan, sedangkan besi adalah simbol kekuatan.

“Kemenangan peradaban hanya akan diperoleh dengan paket Al-Qur’an dan kekuatan. Karena itu teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kita mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an,” jelas beliau.

Dalam sesi pembahasan kolaborasi, Ustaz Junaedy menegaskan bahwa kerja sama antara Kampung IT Solo dan PPTQ Qoryatul Qur’an harus dibangun atas dasar sinergi, bukan hubungan transaksional. Kampung IT Solo tidak boleh diposisikan sebagai penyedia layanan semata dan Qoryatul Qur’an sebagai pengguna.

Beliau menjelaskan bahwa pola hubungan yang bersifat transaksional berpotensi melahirkan ketergantungan dan orientasi keuntungan semata. Karena itu, kedua lembaga harus tumbuh bersama melalui transfer ilmu, pengalaman, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Harus ada saya di QQ dan QQ di tempat saya. Jadi yang dibangun adalah sinergi, bukan ketergantungan,” tegas beliau.

Ustaz Junaedy kemudian menjelaskan bahwa istilah teknologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu techne yang berarti cara dan logos yang berarti pengetahuan. Dengan demikian, teknologi dapat dipahami sebagai ilmu tentang cara melakukan sesuatu.

Beliau juga mengutip pendapat pakar teknologi Iskandar Alisjahbana yang mendefinisikan teknologi sebagai cara memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat sehingga dapat memperkuat kemampuan tubuh, pancaindra, maupun otak manusia.

Menurut beliau, teknologi berfungsi sebagai alat bantu untuk membuka potensi manusia, meningkatkan produktivitas, memudahkan pekerjaan, memberikan kenyamanan, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan secara lebih cepat, efektif, dan efisien.

Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi dapat menjadi sarana penting dalam mendorong kemajuan individu, masyarakat, dan peradaban.

Perusahaan-perusahaan teknologi dunia saat ini memperoleh keuntungan besar dari data yang berhasil mereka kumpulkan. Melalui berbagai perangkat dan aplikasi digital, masyarakat tanpa sadar menjadi sumber data yang bernilai tinggi bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

“Faktanya, saat ini privasi kita banyak yang hilang dan kedaulatan data kita terjajah. Kita semua menjadi objek tambang data melalui gadget yang kita gunakan setiap hari,” ungkap beliau.

Oleh sebab itu, beliau menegaskan bahwa kedaulatan data merupakan sebuah keniscayaan yang harus diperjuangkan oleh umat Islam. Meski demikian, proses menuju kedaulatan tersebut membutuhkan tahapan yang panjang, kesiapan sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur yang memadai.

Sebagai contoh nyata, beliau memperkenalkan berbagai ekosistem teknologi yang telah dikembangkan Kampung IT Solo bersama Alwustho Technologies, di antaranya Elfan Solar Energy, Smart Garden, Smart Figure, Smart Safety, Smart School, dan berbagai inovasi lainnya yang dirancang untuk mendukung kemandirian masyarakat.

Masjid Widad El Fayez
Suasana sosialisasi di Masjid Widad El Fayez Asemlegi Gabeng 

Beliau juga menggagas pengembangan QQ System sebagai langkah strategis menuju kedaulatan teknologi di lingkungan PPTQ Qoryatul Qur’an. Sistem tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi bagi berbagai layanan digital yang terintegrasi di masa mendatang.

Beliau menyebutkan sejumlah pengembangan yang dapat diwujudkan secara bertahap, seperti pembangunan data center, visitor data record, search engine, bookless library, academic system, sistem aset dan inventaris, e-masjid, serta berbagai platform lain yang mendukung kebutuhan dakwah dan pengelolaan pesantren.

“Semoga semuanya bisa terwujud secara bertahap, tetapi pasti,” harap Ustaz Junaedy Alfan seraya menegaskan bahwa langkah strategis menuju kedaulatan teknologi harus diawali dengan literasi teknologi.

Menurut beliau, pemahaman yang benar tentang teknologi akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya sumber daya manusia yang mampu membangun kemandirian data, menguasai teknologi, dan berkontribusi dalam mewujudkan peradaban Islam yang kuat dan berdaulat.

Posting Komentar untuk "Sosialisasi Kampung Peradaban, Ustaz Junaedy Alfan Paparkan Enam Pilar Kedaulatan dan Pentingnya Kemandirian Teknologi"