Santriwati PPTQ Qoryatul Qur’an Komplek 02 Pucung Ikuti Sosialisasi Kesehatan tentang Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) PPTQ Qoryatul Qur’an mengadakan sosialisasi kesehatan bagi santriwati kelas X dan XI MATQ Qoryatul Qur’an Komplek 02 Pucung. Dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026, bakda Salat Asar di Masjid Al-Muttaqin Pucung.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada santriwati mengenai penyakit tuberkulosis (TBC), cara pencegahan, serta pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan pesantren.

Sosialisasi menghadirkan dua pemateri dari Poskestren PPTQ Qoryatul Qur’an, yaitu Ustazah Hana Latifah dan Ustaz Aldi Hermawan. Dalam kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi bertajuk “Kenali TBC, Jangan Takut, Jangan Stigma”.

Ustazah Hana Latifah menjelaskan bahwa TBC atau tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, meskipun juga dapat menyerang bagian tubuh lainnya.

Ustazah Hana
Ustazah Hana menjelaskan tentang penyakit TBC

Beliau menegaskan bahwa TBC bukan penyakit yang harus ditakuti karena dapat diperiksa, diobati, dan disembuhkan apabila ditangani dengan benar.

TBC paru dapat menular melalui udara, terutama ketika penderita TBC aktif batuk, bersin, atau berbicara. Namun demikian, berada di dekat penderita TBC tidak serta-merta menyebabkan seseorang tertular.

Oleh karena itu, santriwati diimbau untuk menjaga ventilasi ruangan dengan baik, membuka jendela agar udara segar dapat masuk, tidak meludah sembarangan, serta membiasakan etika batuk dan bersin yang benar.

Ustazah Hana Latifah menyampaikan beberapa gejala yang perlu diwaspadai, di antaranya batuk yang tidak kunjung sembuh selama dua minggu atau lebih, demam, berkeringat pada malam hari, nafsu makan menurun, mudah lelah, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Beliau mengingatkan bahwa batuk tidak selalu berarti TBC sehingga diperlukan pemeriksaan tenaga kesehatan untuk memastikan diagnosis.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa TBC dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat dan diminum secara teratur sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Karena itu, penderita TBC tidak boleh merasa malu atau putus asa.

Sebaliknya, keluarga, teman, guru, musyrif, serta lingkungan pesantren perlu memberikan dukungan agar proses pengobatan dapat berjalan dengan baik hingga tuntas.

Ustazah Hana Latifah juga menjelaskan langkah yang harus dilakukan apabila seseorang mengalami gejala yang mengarah pada TBC, yaitu mengenali gejalanya, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, serta mengikuti seluruh arahan dan pengobatan yang diberikan tenaga kesehatan sampai selesai.

Lingkungan pesantren yang dihuni banyak santri menuntut adanya kepedulian bersama terhadap kesehatan. Menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan hidup bersih dan sehat, menerapkan etika batuk, serta tidak menunda pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menciptakan pesantren yang sehat dan nyaman.

Ustazah Hana juga meluruskan beberapa anggapan yang keliru di masyarakat, seperti keyakinan bahwa setiap orang yang dekat dengan penderita TBC pasti tertular, penderita TBC harus dijauhi, atau TBC tidak dapat disembuhkan.

Beliau menegaskan bahwa TBC bukan aib dan bukan alasan untuk mendiskriminasi seseorang. Sebaliknya, penderita membutuhkan dukungan agar dapat menjalani pengobatan dengan baik.

Setelah penyampaian Ustazah Hana, dilanjutkan oleh Ustaz Aldi Hermawan yang memberikan penekanan terhadap materi yang telah disampaikan. Beliau mengingatkan para santriwati agar tidak menganggap remeh gejala-gejala yang muncul serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Ustaz Aldi Hermawan selaku koordinator Poskestren juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga kesehatan diri dan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama di pesantren.

Sosialisasi kesehatan
Ustaz Aldi menyampaikan imbauan kebaikan pada santriwati

Selain membahas kesehatan, Ustaz Aldi Hermawan turut menyampaikan imbauan keselamatan kepada para santriwati. Beliau mengingatkan bahwa saat perpulangan dan berkendara di jalan raya, penggunaan helm merupakan kewajiban yang harus dipatuhi demi menjaga keselamatan diri.

Akhirnya, Poskestren PPTQ Qoryatul Qur’an berharap para santriwati memiliki pemahaman yang benar tentang TBC, mampu mengenali gejalanya sejak dini, serta turut membangun lingkungan pesantren yang sehat, aman, dan bebas dari stigma terhadap orang yang sedang menjalani pengobatan.

Kontributor: Ustaz Aldi Hermawan

Posting Komentar untuk "Santriwati PPTQ Qoryatul Qur’an Komplek 02 Pucung Ikuti Sosialisasi Kesehatan tentang Penyakit Tuberkulosis (TBC)"