Keseruan Mencari Jejak pada Kemah Ceria MITQ Qoryatul Qur’an Melatih Kekompakan dan Jiwa Korsa Santri

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka para santri kelas 4, 5, dan 6 MITQ Qoryatul Qur’an mengikuti kegiatan Kemah Ceria di Bumi Perkemahan Qoryatul Qur’an Alasombo selama dua hari, Kamis–Jumat, 13–14 Agustus 2026.

Hari pertama, bakda Salat Zuhur, seluruh peserta kemah mengikuti sesi permainan mencari jejak dipandu oleh Tim Leadership Qoryatul Qur’an. Para santri Taruna Almaqdisi turut membantu mengondisikan peserta serta mendukung kelancaran jalannya acara di setiap pos kegiatan.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama yang paling dinantikan oleh para santri karena menghadirkan berbagai permainan edukatif dan menantang yang dirancang untuk melatih kerja sama, ketangkasan, serta membangun karakter peserta.

Flying fox
Flying fox jadi daya tarik tersendiri bagi santri

Peserta Kemah Ceria dibagi ke dalam beberapa regu. Setiap regu secara bergiliran menyusuri jalur yang telah ditentukan dan menyelesaikan tantangan di berbagai pos yang telah disiapkan oleh para instruktur.

Pada Pos 1, para santri mengikuti permainan Estafet Bendera yang dipandu oleh Ustaz Yanuar Aditya R., Ustaz Yusuf Irfan, Ustaz Ikhwanul Dzikra, dan Ustaz Muhammad Rosyid.

Permainan ini menuntut kecepatan, koordinasi, dan kerja sama yang baik antaranggota regu untuk menyelesaikan tugas secara efektif.

Selanjutnya pada Pos 2, peserta mengikuti permainan Tebak Gaya bersama Ustaz Andrean Nur Kholis, Ustaz Muhammad Yusuf, Ustaz Dzaki Ikhya, dan Ustaz Nur Abdullah Fatoni.

Melalui permainan ini, santri dilatih untuk berkomunikasi secara kreatif, memahami instruksi dengan baik, serta meningkatkan kekompakan kelompok.

Kegiatan berlanjut di Pos 3 dengan permainan Bola Buta yang dipandu oleh Ustaz Huzaifah Al Hakim, Ustaz Alwan Al Ghozi, Ustaz Ilham Maulana, Ustaz Abdul Alim, dan Ustaz Muhammad Rifa’i.

Permainan ini mengajarkan pentingnya kepercayaan kepada rekan satu tim, kemampuan mendengar arahan, serta kesabaran dalam menyelesaikan tantangan.

Sementara itu, tantangan yang paling memacu adrenalin hadir di Pos 4, yaitu Flying Fox. Dengan pengawasan ketat dan standar keselamatan yang baik, para santri diajak untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan.

Kegiatan ini didampingi oleh Ustaz Joko Purwanto, Ustaz Wahodo, Ustaz Saiful Anwar, Ustaz Imam Yogo Susilo, Ustaz Muhammad Negus, Ustaz Rio Maryono, Ustaz Bilal Ahmad, Ustaz Muhammad Devi Syahputra, Ustaz Ahmad Jundi Al Faros, Ustaz Ilham, dan Ustaz Alif.

Game mencari jejak
Keseruan game di setiap pos

Melalui rangkaian permainan dalam kegiatan mencari jejak ini, para santri belajar membangun kekompakan, memperkuat jiwa korsa, menumbuhkan sikap saling percaya, meningkatkan kemampuan komunikasi.

Selain itu juga melatih kepemimpinan dan tanggung jawab dalam kelompok. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter santri yang disiplin, mandiri, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

Kegiatan mencari jejak ini selaras dengan tema Kemah Ceria MITQ Qoryatul Qur’an tahun 2026, yaitu “Menjelajah, Berkolaborasi, Bertumbuh, dan Menjadi Tangguh.”

Saat menyusuri jalur dan menyelesaikan tantangan di setiap pos, para santri diajak menjelajah lingkungan dan pengalaman baru, berkolaborasi dengan anggota regunya, bertumbuh dalam keterampilan sosial dan mental, serta menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.

Posting Komentar untuk "Keseruan Mencari Jejak pada Kemah Ceria MITQ Qoryatul Qur’an Melatih Kekompakan dan Jiwa Korsa Santri"