Keseruan Malam Api Unggun dalam Kegiatan Kemah Ceria MITQ Qoryatul Qur’an

Suasana meriah menyelimuti Bumi Perkemahan Qoryatul Qur’an Alasombo pada Kamis malam, 13 Agustus 2026, bakda Salat Isya. Dalam rangkaian Kemah Ceria MITQ Qoryatul Qur’an Tahun 2026, para santri mengikuti kegiatan malam api unggun, sebuah agenda yang bertujuan menumbuhkan keberanian, kebersamaan, dan rasa percaya diri para peserta.

Kegiatan ini dipandu oleh Ustaz Munadhif dan Ustaz Muhammad Ikhsannudin, serta didukung oleh para guru MITQ Qoryatul Qur’an dan kakak-kakak Taruna Almaqdisi yang turut membantu mengondisikan peserta selama acara berlangsung.

Dengan latar cahaya api unggun yang menyala di tengah lapangan perkemahan, para santri berkumpul bersama dalam suasana yang penuh keakraban. Kegiatan diawali dengan penampilan yel-yel dari setiap regu.

Kemah Ceria
Malam api unggun Kemah Ceria MITQ Qoryatul Qur’an 

Masing-masing regu tampil dengan penuh semangat dan percaya diri yang tinggi, menunjukkan kekompakan, kreativitas, dan identitas kelompok yang telah mereka bangun sejak awal kegiatan kemah.

Sorak semangat dan tepuk tangan dari peserta lainnya menambah kemeriahan acara. Yel-yel yang ditampilkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kerja sama dan jiwa korsa di antara anggota regu.

Setelah penampilan yel-yel, kegiatan dilanjutkan dengan unjuk mentalitas. Para santri diminta maju ke depan untuk menyampaikan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan Kemah Ceria hari pertama.

Ustaz Munadhif memberikan pertanyaan seputar kesan, pesan, pelajaran, dan pengalaman yang diperoleh peserta sejak pagi hingga malam hari. Meski pada awalnya beberapa santri terlihat malu-malu, mereka akhirnya berani menyampaikan pendapat di hadapan teman-temannya.

Berbagai jawaban menarik muncul, mulai dari pengalaman mendirikan tenda, mengenal lingkungan perkemahan, mengikuti kegiatan mencari jejak, hingga mencoba wahana flying fox yang menantang keberanian.

Santri dilatih untuk berani berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat dengan percaya diri, serta belajar menghargai pengalaman yang telah mereka lalui. Sekaligus sebagai evaluasi sederhana untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami tujuan dan makna dari setiap aktivitas yang telah diikuti.

Malam api unggun menjadi salah satu momen yang berkesan bagi para santri MITQ Qoryatul Qur’an. Hadirnya suasana kebersamaan, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah antarsantri, guru, dan panitia yang terlibat dalam pelaksanaan kemah.

Santri belajar berkolaborasi dalam regu, bertumbuh dalam keberanian menyampaikan pendapat, serta menjadi pribadi yang lebih tangguh dan percaya diri. Pengalaman yang menjadi bekal karakter bagi para santri dalam kehidupan sehari-hari.

Posting Komentar untuk "Keseruan Malam Api Unggun dalam Kegiatan Kemah Ceria MITQ Qoryatul Qur’an"